HALAMAN

Tampilkan postingan dengan label MISTERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MISTERI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

DIKELONI WEWE GIRANG

Pria beranak satu,berumur 45 tahun,ini aslinya kelahiran Untoronadi,Wonogiri.Setelah menikah ikut istrinya,Tumi,tinggal di daerah pinggiran kota Solo.Kemin keluarga tinggal tepat di bawah rumpun pohon Bambu Apus (Barongan;Jawa). 

Padahal,Barongan di lokasinya ini dikenal warga setempat sebagai tempat yang wingit.Hampir setiap malam keramat,selalu saja terdengar suara misterius,seperti:bayi menangis,tawa wanita kayak Mak Lampir dll.Dan warga percaya,dari cerita tutur,tempat ini merupakan habitat makhluk halus dari jenis WEWE. 

Keseharian Kemin jualan bakso plotot atau lebih populer dengan sebutan baso tolet-tolet,konsumsi anak-anak dengan harga cepekan.Sedari pagi hingga menjelang maghrib dia baru pulang.Karena itu bila malam,karena kelelahan dia langsung tidur. 

Karena kesibukan dan kelelahan fisiknya,menjadikan Kemin malas mikirin yang lainnya,termasuk jatah kebutuhan bilogis istrinya.Dia juga tahu,istrinya telah seharian bekerja sebagai pembantu rumah tangga. 

Saat tertidur dimalam sepi itu,tidak seperti biasanya Kemin merasa ada yang meraba-raba bagian vitalnya.Dia menduga pasti ini Tumi yang mungkin sudah gatal tidak di cumbunya.Dia biarkan saja hal itu berlangsung.Bahkan ketika celana pendeknya diplorotkan,dia pun juga diam. Dan singkat cerita..! 

Saat fajar menyingsing,dia melihat istrinya masih tidur ngeloni Adhi,putra semata wayangnya.Kemin menyiapkan harapan hingga cuci pakaian,pekerjaan yang biasa dikerjakan istrinya. "Maaf,ya Mas,Aku bangun kesiangan,habis seharian kerja jadi
kelelahan," kata Tumi yang bangun kesiangan. 

Kemin hanya tersenyum penuh pengertian.Bahkan di mengecup dengan mesra istrinya.Sesuatu yang belum pernah dia lakukan selama ini. Tumi heran melihat kemesraan suaminya yang tidak seperti biasanya itu.Tapi dia bahagia mendapat perlakuan mesra seperti itu. 

Kejadian mesra malam yang indah itu terus berlangsung kurang lebih dua bulan lamanya.Anehnya,mata Tumi seperti kena pengaruh gaib saja,dan dia pun tidur seperti orang mati.Sedang di mata Kemin,istrinya yang tidur sore pasti sedang menyiapkan stamina untuk "lembur" nanti malam. 

Hingga pada suatu malam,saat yang dinanti Kemin pun datang.Dia sudah hafal kalau ada yang meraba-raba bagian pribadinya,pasti sang istri sudah mulai lagi.Kali ini,Kemin ingin memberikan kejutan. Dengan gerakan cetakan,Kemin langsung mengambil tubuh Tumi dan sekali sambar langsung direbahkan di pembaringan.Tapi,astaga...! Jantung Kemin hampir copot ketika tahu yang direbahkan itu wujudnya sangat mengerikan.Wanita dengan wajah seperti nenek-nenek peot. Tambah terkejut lagi,ternyata disampingnya juga berdiri telanjang bentuk wanita yang sama.Saat Kemin masih bengong,rupanya makhluk asing itu juga terkejut.Karena penyamarannya ketahuan,kedua wanita aneh itu menerobos pintu tertutup kamar Kemin.Hanya sekali loncat dan tampa menimbulkan suara atau kerusakan apapun. 

Sudah pasti mereka siluman,Tak menduga akan mengalami peristiwa seperti ini,ditolong siapapun dia terbangun.Dia masih bingung,apa semalaman bermimpi atau benar-benar kenyataan ? Kemin lalu menceritakan kejadian yang dialamanya.Istrinya pun juga menjadi ketakutan sekali.Akhirnya mereka sowan ketempatnya Den Wiro,lelaki tua yang berilmu gaib. 

"Memang,dirumpun bambu belakang rumah itu ada penghuni gaibnya,yaitu sekeluarga Wewe.Kadang orang yang tak tebal imannya mudah sekali diganggu siluman usil semacam itu," kata Den Wiro. 

Lalu Den Wiro menyuruh Tumi membuat takir (piring dari daun pisang).Bila sore hari agar diletakan di kamar Kemin dan diberi sego golong (nasi putih yang dibuat bulatan).Selama tujuh hari dilakukan tiap sore harus diganti.Bulatan nasi yang sudah basi agar di buang di Sungai. Setelah itu memang tak ada gangguan lagi dari si Hantu Wewe Girang yang haus seks.Akhirnya,Tumi pun menyadari kekurangannya selama ini yang mengabaikan juga merasa khilaf.Malam itu Tumi mendatangi suaminya dan mulai meraba-raba. 
Kemin terbangun dan terkejut, "Kamu siapa ?" Tanya Kemin curiga dan ketakutan.
"Aku adalah Wewe yang akan memuaskanmu malam ini !" Jawab Tumi mempermainkan suaminya.

Sabtu, 16 April 2011

AKIBAT GUNA-GUNA AKU JATUH KE DALAM PELUKAN SEORANG JANDA

Di bawah cuaca yang cerah,lembayung senja tampak begitu indah menampakkan dirinya.Senja yang memesona telah membawaku ke Yogyakarta.Kedatanganku ini adalah untuk satu acara rapat dalam rangka kerjasama agrobisnis dengan rekan di kota nan sejuk ini. 

Sebelum mampir ke hotel,aku menyempatkan diri singgah di sebuah swalayan untuk membeli dasi,sebab tadi sewaktu berangkat dari Jakarta aku lupa membawanya. 

Aku memarkirkan kendaraanku dan bergegas masuk ke dalam swalayan itu.Aku berbaur bersama pengunjung yang lainnya.Tak kuduga sebelumnya,di saat aku sedang memilih-milih dasi kulihat di sampingku seorang wanita yang sangat menarik perhatianku.Tapi penampilannya terkesan wanita berumur sekitar kepala tiga itu sangat anggun,berkulit putih mulus,tingginya sekitar 160 cm,rambut lurus sebahu,hidung mancung.Ah,sepertinya dia memang dari kalangan berada.Ini setidaknya terlihat dari cara merawat tubuhnya.Dia begitu bening ! 

Demi melihat,seketika darahku mendisir.Melihat kecantikannya,mengingatkanku pada seorang artis sinetron yang sangat terkenal.Pandanganku pun sungguh tempesona melihat bidadari berada di sisiku.Aku berupaya menarik perhatiannya.Dala satu kesempatan aku menegur dengan harap-harap cemas,khawatir tidak dibalas. "Selamat siang ! Ada sesuatu yang akan dibeli ?" Cetusku.Demi Tuhan ! Aku tidak tahu apakah kalimatku ini tepat atau tidak. 

Bidadari itu tersenyum ramah.Bahkan di luar dugaan dia menyambut sapaanku dengan tak kalah ramah. "Ya,aku mencari parfum ! Kau sendiri ?" Aku seperti mimpi mendengar suaranya.Serasa begitu indah,namun membuat dadaku semakin bergetar. 

Keakraban lalu terbina dalam waktu singkat itu.Dia bertanya tentang keperluanku datang ke Yogya.Aku menjawab bahwa aku akan mengikuti sebuah rapat penting nanti malam. 
"O...rupanya aku baru berkenalan dengan orang penting," candanya sambil tersenyum menawan. 
"Ah,tidak ! Hanya bisnis kecil-kecilan," ujarku sambil menebar senyum. 

Dalam perkenalan singkat itu dia memberikan alamat tempat tinggalnya padaku.Dan aku berjanji selesai acara rapat akan mengunjunginya. 
"Jangan sampai gak datang,ya.Aku menunggumu !" 

Katanya sebelum kami berpisah. Aneh,sesampainya di hotel,bayangan wanita itu tidak pernah sirna dari kepalaku.Ya,bayangan seraut wajah cantik itu selalu menari-nari dalam pelupuk mataku.Aku seperti lelaki ingusan yang baru mengenal wanita cantik.Padahal,sudah begitu banyak wanita cantik yang ku kenal,bahkan kuajak kencan.Dan aku ini termasuk tipe lelaki yang cepat melupakan wanita.Sudah beberapa banyak wanita yang telah kurengkuh,serta tak terhitung wanita yang mengucapkan kata-kata sayang dan mengusapku dengan belai mesra.Mereka hanya sekilas hadir dan setelahnya akan hilang lenyap begitu saja.Tapi,untuk yang satu ini,sungguh benar-benar berbeda.Dia selalu hadir dan hadir di benakku,mengisi rongga-rongga pikiranku.Sepertinya,ada sesuatu yang sangat istimewa pada diri wanita itu. 

Lantas,apa keistimewaannya ? Apakah karena dia begitu cantik ? ah,tidak juga.Di jakarta,wanita cantik seperti dirinya,bahkan yang lebih,juga banyak yang kukenal.Lalu,apa yang membuatku begitu terpesona ? Aku sendiri bingung memikirkannya.Tapi demi Tuhan,aku begitu merindukan ingin bertemu dengannya.

Hingga acara pertemuan bisnis itu selesai,tidak ada satupun materi yang muncul dalam pikiranku.Justru yang muncul dalam benakku adalah kerinduan ingin jumpa dengan gadis yang dari kartu namanya kuketahui bernama Ratnawati itu. 

Malam itu,setelah rapat bisnis,kuturuti keinginanku untuk mendatangi kediamannya.Tak terlalu sulit untuk mencarinya.Sesampainya aku di sana terlihat Ratnawati sedang duduk di teras rumahnya.Di bawah sinar cahaya lampu dia terkejut melihat kedatanganku. 

"Wah,tak kusangka kau betul-betul memenuhi janjimu.Padahal,aku sudah hampir putus asa menunggumu !" Bibir mungilnya bergetar menggairahkan. 

Singkat cerita,malam itu aku jadi begitu akrab dengannya.Aku juga lalu mengetahui statusnya yang sudah menjanda.Menurut penuturan Ratnawami,sejak bercerai dengan suaminya dua tahun silam dia memilih hidup mandiri,menjadi ibu sekaligus menjadi ayah bagi kedua putranya.Dia menjalani hari-harinya penuh dengan perjuangan.Keuletannya membuka usaha katering,membuat kehidupannya kian mapan dan mandiri. 

Hatiku seperti dituntun sesuatu tenaga gaib yang penuh dengan sukacita,ketika dia mengutarakan keinginannya untuk mengembangkan usahanya.Dengan tanpa pikir panjang lagi aku memberi alternatif untuk pinjam dana ke bank.Awalnya dia menyetujui usulku dan minta diambilkan formulirnya,namun yang terjadi kemudian sungguh berabeda.Dia meminta pinjaman dariku.Gilanya,aku begitu mudah menjanjikan akan memberi pinjaman dengan jumlah cukup lumayan itu. 

Malam itu,jika saja aku tidak ke rumahnya,tak mungkin aku merengkuh kemesraan darinya.Dengan penuh gairah aku memeluk wanita yang baru kukenal itu.Keinginan bercumbu dengannya serasa begitu menggila.Aku lupa janji yang aku ucapkan di hadapan istriku saat sebelum berangkat bahwa aku tak akan "macam-macam" di Yogya. 

Nyatanya,malam itu aku memang seperti larut dengan pesona wajah yang cantik yang baru kukenal siang tadi itu.Dan,aku terbang dalam pelukan tubuh sintal beraroma harum semerbak. 

Perkenalanku dengan Ratnawati sungguh suatu pengalaman yang indah,namun terasa aneh.Mengapa kukatakan aneh ? Sebab sejak mengenalnya,aku kerap kali merasa seperti telah kehilangan diriku,yang kelak ku ketahui bahwa aku memang terpenjara dalam dimensi gaib.Sejak mengenalnya,dalam keseharian dan kesibukan aku selalu didera oleh kerinduan yang hadir sepanjang waktu.Aku seperti merasakan wajah wanita itu senantiasa hadir dan mendorongku untuk segera datang mengunjunginya. 

Akibatnya,sejak mengenal Ratnawati aku jadi sering bolak-balik Jakarta-Yogyakarta hanya untuk menemui wanita yang kurindukan.Kepada Hanna istriku,aku tentu saja beralasan mengurusi kegiatan bisnis.Aku merasa telah menang,sebab nyatanya Hanna menang sangat mudah kubohongi. 

Hingga tiba pada suatu malam,ketika amat cerah,bulan tampak bulat sempurna di antara taburan bintang gemintang.Aku datan ke Yogya.Waktu itu puncak malam sabtu,udara dingin November merembes membasahi arus darahku.Di sudut remang,bibirku menyapu bibirnya,melumatnya dengan penuh gairah.Lidahnya yang panas membakar jagad kelaki-lakianku.Kemudian waktu tiba-tiba seakan padam,malam mendadak membara,panas mengelupas mulus tubuhnya,bagian tubuhku seperti memasuki ruang tanpa cahaya,aku tekapar tak berdaya di bawah gaun tidur halus,diiringi irama sunyi nyanyi serangga menghias malam.Malam itu aku dan Ratna menghabiskan rindu dengan permainan asmara yang seharusnya tidak kami lakukan.Tapi,kami telah dipenjara oleh birahi,sehingga kami lupa akan batas kewajaran. Namun,apa yang kemudian terjadi sejak hubungan intim itu berlangsung ? 

Tanpa kusadari,sejak saat itu aku kian terpenjara oleh kekuatan gaib yang terus menderaku,Sebagai bukti,pikiran dan langkahku selalu mengajak kepadanya,sementara aku semakin lupa pada isteri dan anak-anakku.Wajah dan kecerian mereka telah hilang lenyap tiada bekas di hatiku.Meski aku hadir di tengah-tengah mereka,namun kehadiranku bagaikan kapas yang melayang,terasa hampa tidak ada denyut kehidupan.Ya,istri dan anak-anak yang selama ini begitu aku cintai,kita tidak berarti apa-apa bagiku.Yang ada dalam kesadaranku hanyalah Ratnawati.Ya,bila aku berada di sisi Ratna,roh kehidupan mulai menyala,gairah hidup kembali mengaliri aliran darahku.Di sana aku menemukan pelabuhan hatiku. Secara diam-diam,sifatku yang telah berubah rupanya diamati oleh istriku.Karakterku yang berubah mengundang dia untuk datang ke seorang sahabat untuk minta pendapat.Lewat Imron,sahabatku,isteriku mendapat informasi aneh yang mengatakan bahwa ternyata aku telah terbelenggu oleh kekuatan gaib yang tidak terlihat secara kasat mata. 

"Sadarlah.Mas ! Aku tahu kau begitu mencintai wanita itu.Tapi cintamu itu bukan yang sewajarnya," geragap Hanna,istriku,suatu malam ketika kami bertengkar. 
"Wanita yang mana ? Aku tidak segila itu.Kau jangan berfikir yang maca-macam ya ! Sergahku. "Aku tidak mengada-ngada,Mas ! Aku tahu belakangan kau sering bolak-balik ke Yogya bukan untuk urusan bisnis.Tapi,kau melampiaskan nafsumu dengan wanita itu bukan ?" 
Dadaku panas terbakar mendengar omongan Hanna yang begitu menusuk itu.Untunglah aku bisa menahannya.Malahan,aku membalasnya dengan tak kalah pedas. "Aku memang mencintai wanita itu.Lantas kau mau apa ? 
Mau cerai ? 
Okey,secepatnya kita urus! 
" Hanna menangis.
"Bukan itu yang kuinginkan,Mas.Walau bagaimanapun aku tak ingin rumah tangga kita hancur.Sadarlah,wanita itu bukan apa-apa bagimu.Menurut Imron,kau telah diguna-gunai oleh wanita itu." "Guna-guna ? 
Ah,persetan !" 
Aku tetap bersikukuh menepis dugaannya. Namun,tanpa sepengetahuan Hanna,aku temui Imron,sekaligus untuk menamparnya.Tapi Imron mengajakku untuk membuktikan ucapannya. 

"Supaya kau tidak marah-marah,baiklah mari sama-sama kita buktikan bahwa perempuan bernama Ratna itu telah mengguna-gunaimu," kata Imron,tenang sekali. "Bagaimana caranya ?" Tantangku. "Ajaklah aku ke rumah Ratna !" Jawab Imron. "Baiklah kalau begitu.Tapi ingat,kalau sampai tak terbukti,aku akan segera menikahi perempuan itu," Tantangku. 

Di tengah rasa penasaranku,kuajak Imron ke rumah ratna.Sebelum sampai di rumahnya Imron telah menetralisir efek gaib yang ada dalam pikiranku,yang selama ini telah menggerakkan naluri batinku dengan perasaan jiwa dari kesadaran. Senja membuka tabir yang melukiskan tentang jati diri Ratnawati sebenarnya.Dia yang mempesona,dia yang kupuja selama ini,dia yang nyaris meluluhlantakan rumah tanggaku,ternyata hanya fatamorgana yang membiuskan pandanganku,mata yang polos,jiwa yang tidak terkonsentrasi telah menyita pada satu sosok yang penuh dengan polesan magis.Sejak,begitu di pandang,terlihat pada dirinya satu jiwa menjadi dua sikap yang membuatnya bisa tampil berbeda.Di satu sisi wajahnya begitu cemerlang,di lain sisi ada juga kekuatan gaib yang menarik sukmaku untuk selalu ingat padanya. Imron hanya tersenyum melihat keterpanaanku.Dia berbisik kepadaku, 

"Bagaimana kalau kubuka jati dirinya di hadapanmu ?" 
Aku hanya mengangguk. 
Selanjutnya Imron mulai meneropong hal-hal yang terkait dengan dunia mistik pada diri Ratna,mulai dari susuk yang dipasang di sekitar wajahnya,sampai Pelet Penarik Sukma yang dicampur dalam air minum sebagai media,yang selama ini selalu kureguk.Bahkan Imron menyinggung tentang guru Spiritual Ratna yang ada di daerah pesisir Selatan. 

Ratna tertunduk malu setelah Imron membuka jati dirinya.Lama dia terdiam,lalu dari kedua kelopak matanya keluar tetesan air bening.Dengan sendu dia bercerita tentang dirinya. 

"Kejadianya sudah lama sekali.Ya,mungkin pengaruh lingkungan yang serba glamour mengakibatkan berdampak pada angan-anganku yang terlalu tinggi.Aku selalu mendambakan kemewahan dan tumpukan harta.Aku ingin mendapatkannya tanpa harus kerja.Akhirnya aku menempuh jalan pintas dengan mendatangi orang pintar dan belajar seperangkat ilmu magis darinya." 

Begitulah cerita Ratna,dia mengaku dari pertualangannya selama ini telah banyak laki-laki yang dijeratnya.dan sudah banyak pula harta benda yang terkumpul,hingga akhirnya dia berkenalan denganku,yang kemudian mampu membuka tabir kehidupannya. 

Dengan wajah menyesal Ratna berjanji akan menghilangkan prilakunya yang busuk,apalagi kalau aku bersedia menjadi suaminya,untuk membimbingnya ke jalan yang benar.Aku hanya tersenyum getir mendapat tawaran itu,mengingat pikiranku seketika terbayang pada anak-anak dan istriku. Itulah kisah asmara gaib yang aku alami.Meski Ratnawati nyaris menghancurkan hidupku,namun aku selalu berdoa semoga ratna mendapat jodoh dalam waktu yang tidak terlalu lama.Doaku memang terkabul,beberapa bulan yang silam,aku mendapat SMS darinya yang mengabarkan bahwa dia sudah menikah dengan seorang duda.Aku balik mengirim SMS dengan kalimat: 

"Pegang teguh janjimu sampai akhir nanti.Selamat menempuh hidup baru,kekasih." 
Ratna membalasnya: "Thx,doakan aku selalu setia dengan janjiku.Semoga Tuhan mempertemukan kita kembali." Tapi,aku tak pernah berharap lagi untuk bertemu.

MERAWAT BAYI SILUMAN BUAYA PUTIH

Siang itu Yayah berjalan menyusuri tepian sungai Cimandiri,dia melakukan pekerjaan ini agar dapurnya tetap berasap,terhindar dari kelaparan.

Hari itu suaminya,Sajum,memang tidak bisa turun ke laut,karena perahunya rusak.Dan untuk memperbaikinya,diperlukan waktu hingga beberapa hari.

Entah sudah beberapa puluh kali Yayah melemparkan jala kecil,dengan harapan udang-udang sungai akan bersangkutan di mata jala.Tak seekorpun udang,apalagi ikan yang telah berhasil dijaringnya.

Meskipun demikian dia tidak berputus asa,dilemparkannya lagi dan lagi jalanya.Tiba-tiba dalam jarak yang tidak jauh dari dirinya,Yayah melihat sesuatu yang menggelepar-gelepar dalam air.Seolah-olah makhluk kecil itu berusaha mengeluarkan kepalanya ke atas permukaan air sungai.Besarnya hampir sama dengan ikan lele.

Yayah tersentak,karena yang dilihatnya tidak mungkin seekor ikan.Sebab ada dua pasang kaki kecil yang berkayuh lucu pada sisi badannya.Warnanya putih sekali,seperti isi kelapa muda yang dikikis panjang dengan sendok.Selain itu,juga ada gerigi kecil pada punggung makhluk aneh itu.

Bersamaan dengan itu,Yayah kembali tersentak ketika tiba-tiba teringat mimpinya semalam.Ya,dia bermimpi mandi di sungai Cimandiri,kemudian melihat bayi sedang berenang bebas menuju ke arahnya.Mungkinkah ini merupakan arti dari mimpi semalam ?

Demikian pikirnya. Dengan sedikit ragu dia lalu meldmparkan kain selendangnya kepermukaan air.Selendang itu turun perlahan-lahan ke dalam air.Anehnya,si makhluk kecil putih langsung saja menghamparkan tubuhnya pada kain tersebut dengan keempat kakinya berhenti bergerak.

Yayah mengangkat kedua ujung selendang dari dalam air.Makhluk itu diam saja.Maka dengan segera dia membawa binatang aneh temuannya ke rumahnya,untuk diperlihatkan kepada Sajum.

"Wah,itu bukan ikan ! Itu anak buaya ! Sebaiknya buang lagi saja,sebab bila sudah besar dapat membahayakan kita," seru Sajum dengan nada sangat terkejut,setelah melihat makhluk kecil yang mendirikan bulu roma itu.

Ketika sajum mengucapkan kata-kata tersebut,mata si anak buaya berkedip-kedip lucu,kemudian terpejam seperti bayi kecil yang menjadi tenang setelah disusui oleh ibunya.

Karena sangat sayangnya kepada hewan lucu tersebut,Yahya tak menggubris kata-kata suaminya.Dia malah memelihara hewan itu dalam sebuah gentong yang hanya tinggal sepotong,yang biasanya digunakan untuk menampung air hujan,untuk mencuci muka ketika pagi.

Sebelumnya ke dalam gentong telah dimasukkan batu-batu,pasir,kemudian air tawar.Untuk pengamanan,Yayah memagari sekeliling bekas gentong dengan bambu-bambu yang sudah dibelah.

Hari itu juga tersebarlah kemana-mana berita tentang tertangkapnya hewan aneh oleh Yayah,sehingga berdatanganlah orang-orang ke rumah Sajum untuk melihat hewan tersebut dari dekat.

Dan setelah melihat langsung,hampir semua pengunjung mengatakan bahwa itu bukan binatang sembarangan,melainkan hewan keramat dari alam gaib.Karena itu,tak seorangpun yang berani mengganggunya.

Bahkan,tak sedikit diantara mereka yang melemparkan uang ke dalam pagar tempat gentong berada,dengan tujuan untuk berharap berkah.Uang-uang itu kemudian dikumpulkan Yayah,dan setelah dihitung,ternyata hasilnya lumayan juga.Walhasil,keluarga Sajum bisa juga mengisi perutnya.

"Nah,kang,ternyata dengan memelihara buaya yang sangat lucu itu,kita bisa memperoleh rezeki dengan jalan yang lain," kata Yayah kepada suaminya. 

Mendengar kata-kata itu,Sajum tidak memberikan jawaban.Namun dalam hatinya,dia sangat membenarkan kata-kata isterinya.

Setelah seminggu lamanya,anak buaya itu menjadi tontonan,semuanya merasa bahwa makhluk itu kelakuannya seperti bayi manusia.Apalagi kalau sedang memejam-mejamkan matanya,dan menengadahkan kepalanya yang sebesar punggung sendok makan itu ke atas.

Sementara itu dari hari ke hari warna kulit si buaya mengalami perubahan.Kalau ketika di tangkap seperti lilin yang hampir tembus cahaya,kini mirip dengan batu putih yang tidak tembus pandang.Untuk memberi makan "anaknya",setiap hari Yayah memasukkan daging udang kecil ke dalam gentong. 

Namun,entah apa sebabnya,pada suatu hari sang hewan tiba-tiba mogok makan.Bersamaan dengan itu,timbul keanehan dalam diri Yayah.Wanita yang belum pernah melahirkan itu,tiba-tiba payudaranya mengeluarkan air susu.Yayah dan suaminya saling berpandangan.Mereka merasa sangat heran,karena hal demikian belum pernah terjadi sebelumnya. 

"Mungkin ini adalah petunjuk dari gaib,bahwa hewan pemeliharaan kita harus diberi air susu saya," ujar Yayah sambil menampung air susunya dengan sebuah mangkok kecil. "Ya,mungkin juga !" Jawab  Sajum. 

Ketika Yayah mencoba memberikan air susunya kepada anak buaya itu,ternyata langsung disambut.Sang hewan mengangakan mulutnya yang kecil dan lucu,kemudian dengan perlahan-lahan menghirup isi mangkok.Begitu pekerjaan tersebut dilakukan Yayah setiap hari.Yang sangat mengherankan lagi,kedua buah dada Yayah kini semakin segar menantang.Bukan hanya itu saja ! 

Perlahan-lahan kulit tubuh Yayah berubah pula.Semakin muda,seperti ketika dia belum menikah dengan Sajum. "Saya heran,bayi makhluk aneh itu seolah-olah telah menghantarkan kau kembali seperti anak gadis," komentar Sajum suatu malam,sambil memeluk erat tubuh isterinya yang montok menggairahkan itu. Mendengar pujian Sajum,Yayah semakin mempererat pelukannya. 

Waktu terus berjalan,Pada suatu malam,tepatnya malam Jum'at Legi,Sajum bermimpi di datangi seseorang bertubuh tinggi besar,dan tangannya membawa tongkat.Orang itu turun dari salah satu gunung di Pelabuhan Ratu. "Kau telah merawat cucuku yang nakal.Kalau tidak,mungkin dia telah dibinasakan makhluk lain yang lebih besar dan jahat.Tapi sekarang sudah waktunya untuk melepaskan kembali cucuku,ke sungai Cimandiri," ujar orang itu dengan suara serak. 

Kemudian sosok misterius tersebut berubah menjadi asap yang bergumpal-gumpal,dan seterusnya raib begitu saja tanpa meninggalkan jejak,Sajum tersentak bangun.Dia melihat isterinya yang nampaknya telah bangun lebih dulu.

Anehnya,ternyata malam itu keduanya telah mengalami mimpi yang sama.Mereka berkeyakinan bahwa sosok yang datang dalam mimpi itu adalah benar-benar kakek dari sibuaya kecil peliharaan mereka,dan pesannya harus segera dilaksanakan. 

Maka akhirnya,meskipun dengan sangat berat hati,Yayah dan Sajum membawa hewan itu ke sungai Cimandiri,untuk dilepaskan kembali.Setibanya di tempat yang dimaksud,dengan sedikit ragu-ragu,Yayah mencelupkan selendangnya yang berisi bayi buaya putih. 

Ketika air mulai menggenangi selendang,makhluk tersebut tampak senang sekali,menggelinjang seolah-olah minta kebebasan penuh,lalu berenang kearah hulu sungai.Lalu emudian dia sudah tak nampak lagi dari pandangan Yayah dan Sajum. 

"Mungkin dia telah pergi kepada sosok yang tadi malam menemui kita," bisik Sajum kepada istrinya,yang sejak dari rumah tak henti-hentinya menangis.

Sejak peristiwa itu,setiap Sajum mencarilan ikan,hasilnya selalu banyak.Seolah ikan-ikan itu ada yang menggiring ke arahnya,untuk ditangkap.Sajum dan Yayah berkeyakinan bahwa hal tersebut terjadi karena dibantu oleh "anak" siluman buaya putih itu. Karena itu,setiap suaminya pulang sambil membawa hasil yang banyak,tak pernah lupa Yayah berkata, "Terima kasih anakku,kami sampai kapanpun tidak akan lupa dengan segala kebaikanmu."

Rabu, 30 Maret 2011

SIKSAAN DALAM PERKAWINAN KARENA PENGARUH GUNA-GUNA

Jangan pernah menghina atau merendahkan orang lain,Karena akibatnya bisa sangat berbahaya.Jika orang yang dihina itu merasa sakit hati dan kemudian membalas perbuatan kita,maka bisa menimbulkan bencana yang sangat besar.Kalau balasan itu dilakukan secara fisik mungkin sakitnya tidak seberapa dan bisa diobati.Tapi bagaimana bila balasan yang dilakukan dengan cara gaib,yakni mengirim teluh atau guna-guna? Mungkin sakitnya tidak akan terlihat dan sulit disembuhkan.Bahkan bisa mengakibatkan hilangnya ingatan !

Keadaan seperti itulah yang dialami Maryani.Gadis cantik kembang desa yang pernah menjadi idola banyak pemuda.Dia harus mengalami nasib tragis dipengaruhi guna-guna yang dilancarkan oleh Bejo (nama samaran),pemuda tetangga kampung yang pernah dihinanya.

Maryani dipaksa menikah dengan Bejo yang sebenarnya tidak pernah dicintainya.Bejo yang berperawakan pendek,tidak tampan,dan meski bersanding dengan Maryani yang tinggi langsing,cantik dan anak orang berada.

Banyak orang tak percaya melihat Bejo bisa bersanding dengan Maryani di pelaminan.Bahkan orang tua Maryani sendiri tidak bisa mempercayai bila puterinya justru memilih Bejo sebagai pendampingnya,dibandingkan pemuda lain yang jauh melebihi segalanya.

Tapi itulah pengaruh ilmu hitam yang begitu kuat merasuk ke dalam jiwanya.Gadis itu bersikeras dan ngotot minta dinikahkan dengan Bejo.Dia mengancam akan bunuh diri bila kedua orang tuanya tidak mengabulkan permintaannya.

Tak ingin melihat anaknya bertindak
nekad,akhirnya mereka mengabulkan permintaan Maryani.Tapi meski mereka memberi restu,bukan berarti mereka menerima begitu saja Bejo sebagai menantu.Mereka curiga pada bejo bahwa tidak menutup kemungkinan dia telah melakukan cara-cara licik untuk menjerat Maryani,Tapi sulit sekali membuktikan kecurigaan ini.
Karena penasaran,kedua orang tua Maryani lalu mencari bantuan kepada paranormal atau orang pintar.Maksudnya,untuk mengetahui apakah benar Bejo menggunakan kekuatan ilmu hitam guna memperdaya anak gadis mereka.
Melalui penerawangan gaib,paranormal yang dimintai bantuan itu menyatakan bahwa Maryani memang telah guna-guna.Hanya sayangnya dia tidak bisa mendeteksi dengan cara apa Bejo menggunakan ilmu guna-guna itu.
Si paranormal juga tidak sanggup membebaskan guna-guna yang dikirim Bejo.Alasannya,dia khawatir akan berakibat buruk pada Maryani sendiri.Gadis itu bisa berubah tidak waras karena tak kuat menanggung siksaan batin.
Mendengar kesimpulan dari paranormal,hati kedua orang tua Maryani kelu dan prihatin.Mereka tak tahu,apa yang harus diperbuat.
Dengan sangat terpaksa,akhirnya pernikahan Bejo dan Maryani dilangsungkan.Dengan hati hancur dan perih,orangtua Maryani menyaksikan perhelatan yang dilangsungkan di rumahnya.Air mata kesedihan tak hentinya mengucur dari kedua mata mereka,terutama Ibunda Maryani yang paling sedih.Yang membuat perasaan mereka hancur berkeping-keping saat melihat Maryani tampak selalu tersenyum riang.Seolah dia sangat menikmati kebahagian.Gadisitu tidak sadar bila jiwanya telah dikuasai oleh pengaruh guna-guna.
Bejo sendiri terlihat seperti orang yang mabuk kemenangan.Dia selalu sumringah dan tersenyum bahagia setiap kali menyalami tamu undangan.Bahkan,dengan noraknya dia ikut berjoget di atas panggung yang memeriahkan pesta pernikahan itu.Tanpa rasa malu dia menjawil penyanyi wanita.Anehnya,melihat tingkah Bejo itu Maryani tidak marah atau cemburu.Dia malah tertawa geli,seolah ada yang lucu.
Begitulah,tragedi kehidupan yang menimpa Maryani berlanjut hingga ke dalam biduk rumah tangganya.Karena dari semula Bejo menikahi Maryani hanya dilandasi rasa dendam atas perbuatan Maryani yang pernah menghinanya,maka Bejo pun memperlakukan Maryani tak ubahnya seperti mainan.
Dia menjadikan Maryani hanya sebagai objek pelampiasan nafsu syahwat dan budaknya di rumah.Bejo juga tak segan bertindak keras kepada Maryani jika wanita itu berbuat salah atau tidak berkenan di hatinya.
Anehnya,meski di perlakukan dengan buruk oleh suaminya,Maryani hanya diam saja.Dia memang merintih kesakitan dan menangis meraung-raung jika Bejo telah bertindak kasar padanya,namun setelah itu dia akan bersikap manis kembali kepada sang suami.
Maryani tidak pernah berniat untuk pergi atau kabur dari rumah.Para tetangga kiri dan kanan rumahnya merasa heran dengan sikap Maryani.Hampir setiap hari mereka mendengar caci maki Bejo kepada isterinya,juga jerit tangis Maryani yang dihajar oleh suaminya,tapi maryani sepertinya pasrah saja.Mereka pun tidakberani ikut campur tangan dengan persoalan keluarga Bejo.
Jika dilihat sekilas kondisi Maryani normal-normal saja.Saat bergaul dan berbicara dengan orang-orang di sekitarnya dia menampakkan sikap yang wajar.Perilakunya pun tampak biasa.Hanya saja,jika ada orang yang membicarakan tentang suaminya apalagi menjelek-jelekkannya,dia akan marah.Dia akan membela suaminya.
Hal ini pernah dialami sendiri oleh Salmiyah,ibu kandung Maryani.Hari itu,Salmiyah mendatangi rumah maryani.Hatinya sedih mendengar gunjingan orang-orang tentang perlakuan buruk Bejo kepada anak gadisnya.
Sebagai ibu yang telah melahirkannya,Salmiyah tidak tega membiarkan puterinya diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.Salmiyah berniat membujuk Maryani untuk pulang ke rumah orang tuanya dan bercerai dari Bejo.Kebetulan hari itu Bejo tidak ada di rumah,sehingga Salmiyah bisa mengutarakan uneg-unegnya kepada Maryani dengan leluasa.
"Hati ibu sedih mendengar cerita dari orang-orang tentang perlakuan suamimu yang kasar kepadamu Mar.Apa tidak sebaiknya kamu pulang saja kf rumah ibu ?" Ujar Salmiyah dengan hati-hati.
"Ah,omongan orang jangan di dengar Bu.Mereka cuma mengarang cerita.Aku tidak pernah dikasari sama Mas Bejo" Kata Maryani membantah tuduhan ibunya.
"Tapi,Ibu dengar kalian berdua sering ribut di rumah.Betulkan itu ?"
"Ya,namanya rumah tangga ribut-ribut kecil kan biasa Bu !"
"Tapi perlakuan Bejo terhadapmu sudah tidak biasa lagi Nak.Perlakuan suamimu yang suka memukul dan menghajar kamu hingga tubuhmu lembam-lembab itu bukankeributan kecil lagi,itu sudah penganiayaan namanya !" 
"Sudahlah,ibu kenapa mencampuri urusan rumah tangga saya.Biar pun Mas Bejo tiap hari memukuli saya kalau sayanya tidak apa-apa,kenapa mesti di permasalahkan.Maunya ibu apa sih ?"
"Ibu ingin kamu bercerai dengan bejo !" padam mendengar keinginan ibunya.Matanya melotot tajam,bahkan berubah merah menyala.Dengan nada setenga mengancam dia bicara pada ibunya.
"Ibu jangan sembarangan bicara.Saya tidak mau bercerai dari Mas Bejo,saya mencintainya.Sebaiknya ibu pergi dari rumah ini.Pergi..!"
Hati Salmiyah remuk redam mendengar ucapan puterinya yang melengking tajam,mengusirnya pergi.Salmiyah akhirnya pulang ke rumah sambil bercucuran air mata.Dia lalu menceritakan kejadian yang menimpanya kepada suami dan anak-anaknya yang lain.
Keluarga itu jadi gusar dan dilanda keanehan.Salah seorang saudara Maryani bahkan berniat melabrak rumah Maryani untuk menghajar adiknya,tapi segera ditahan oleh sang ayah.Mardi,sang ayah meminta keluarga untuk tenang.
"Kita jangan terpancing amarah.Ingat,apa yang terjadi pada Maryani telah dipengaruhi oleh suaminya.Ya,persisnya oleh guna-guna yang dilancarkan Bejo,"ujarnya,mengingatkan.
"Tapi sampai kapan kita bersikap diam seperti ini,Pak? Kasihan Maryani jika terus dibiarkan dalam pengaruh ilmu pelet suaminya!" kata Dirman,kakak dari Maryani.
"Lebih baik kita ganti mengirim teluh atau santet sama Bejo,Pak.Biar laki-laki brengsek itu mampus sekalian !"Cetus saudaranya yang lain mengusulkan.
"Jangan ! Sebagai orang beriman
kakinya.Bejo tersenyum penuh kemenangan.Tak puas dengan adegan tak wajar itu,Bejo lalu menyuruh Maryani mengambil roti yang dilemparkannya ke lantai.Bukan mengambil sewajarnya,tapi Maryani diminta mengambil dengan mulutnya.Maryani menuruti saja perintah Bejo.
Hadi Mardi jadi geram bukan main menyaksikan puterinya diperlakukan tak ubahnya seperti anjing.Dia ingin menampar wajah Bejo yang telah merendahkan martabat anaknya itu.Untunglah,dia bisa menahan diri. Mardi akhirnya pulang ke rumah sambil membawa kehancuran hatinya.Dia lalu berunding dengan keluarganya,apa yang sebaiknya mereka lakukan.Mardi sendiri tak tega membiarkan puterinya terus berada dalam pengaruh Bejo.
"Kasian sekali maryani.Kalau keadaan ini kita biarkan,maka dia akan menderita sepanjang hidupnya,"gumam Mardi. Mereka lalu mengambil keputusan untuk mencari pertolongan pada orang pintar. Mereka lalu mengambil keputusan untuk mencari pertolongan pada orang pintar.Mereka mencari-cari informasi tentang orang pintar yang mampu melenyapkan guna-guna Bejo.
Akhirnya,Mardi dan keluarganya bertemu dengan seorang Kyai yang berilmu agama tinggi,serta memiliki kemampuan supranatural.Dengan ikhlas,Kyai ini bersedia membantu Mardi.Tapi untuk memudahkan pengobatan yang akan dilakukan secara syariah melalui jalan ruqyah tersebut.dia minta dipertemukan dengan Maryani.Tentu saja hal ini harus dilalukan tanpa sepengetahuan Bejo.
Dengan akal bulusnya,Mardi menyuruh salah seorang anaknya menjemput Maryani dengan alasan ibunya sakit.Beruntung sekali kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan,nanti kita ikut berdosa,Biar nanti aku bicarakan secara baik-baik dengan Bejo.Aku ingin tahu,apa maunya dia !"
Kata Mardi secara bijak. Tak ada yang membantah ucapan Mardi.Laki-laki yang sudah mulai tua itu lalu mendatangi rumah Maryani.Kebetulan saat itu Bejo ada di rumah bersama isterinya.
Tanpa basa-basi lagi Mardi mengutarakan keprihatinannya kepada Bejo yang telah bertindak kasar pada isteri yang notabene adalah puterinya.Mardi tidak terima bila Bejo bersikap buruk seperti itu.Apalagi Bejo dulu pernah berjanji akan memperlakukan Maryani dengan baik.Tapi nyatanya Bejo mengingkari janji itu.
"Jika kamu masih bersikap begitu pada anakku,lebih baik kamu ceraikan saja dia.Aku tidak mau hidupnya tersia-sia !" Ujar Mardi dengan marah.
"Bapak jangan sembarang bicara.Maryani itu mencintai saya.Dia tidak mungkin mau kuceraikan.Bukan begitu Maryani ?" Kata bejo dengan takut.Dia menatap isterinya,seolah takut.Maryani yang dimintai pendapatnya hanya mengangguk.
"Tapi kau telah memperlakukannya dengan buruk !" Desak Mardi.
"Siapa bilang,Pak.Saya tidak memperlakukannya dengan buruk.Maryani sendiri yang dasarnya sangat mencintai saya dan mau melakukan apa saja untuk saya.Ibarat kata,dia disuruh menyembah dan mencium kaki saya,dia pasti mau.Coba lihat kalau Bapak tidak percaya !.Ayo Maryani,cium kaki saya !" ujar Bejo agak tegas.
Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya,Maryani menurut saja.Dia lalu berjongkok di bawah kaki suaminya dan mencium ujung
kakinya.Bejo tersenyum penuh kemenangan.Tak puas dengan adegan tak wajar itu,Bejo lalu menyuruh Maryani mengambil roti yang dilemparkannya ke lantai.Bukan mengambil sewajarnya,tapi Maryani diminta mengambil dengan mulutnya.Maryani menuruti saja perintah Bejo.
Hadi Mardi jadi geram bukan main menyaksikan puterinya diperlakukan tak ubahnya seperti anjing.Dia ingin menampar wajah Bejo yang telah merendahkan martabat anaknya itu.Untunglah,dia bisa menahan diri. Mardi akhirnya pulang ke rumah sambil membawa kehancuran hatinya.Dia lalu berunding dengan keluarganya,apa yang sebaiknya mereka lakukan.Mardi sendiri tak tega membiarkan puterinya terus berada dalam pengaruh Bejo.
"Kasian sekali maryani.Kalau keadaan ini kita biarkan,maka dia akan menderita sepanjang hidupnya,"gumam Mardi. Mereka lalu mengambil keputusan untuk mencari pertolongan pada orang pintar. Mereka lalu mengambil keputusan untuk mencari pertolongan pada orang pintar.Mereka mencari-cari informasi tentang orang pintar yang mampu melenyapkan guna-guna Bejo.
Akhirnya,Mardi dan keluarganya bertemu dengan seorang Kyai yang berilmu agama tinggi,serta memiliki kemampuan supranatural.Dengan ikhlas,Kyai ini bersedia membantu Mardi.Tapi untuk memudahkan pengobatan yang akan dilakukan secara syariah melalui jalan ruqyah tersebut.dia minta dipertemukan dengan Maryani.Tentu saja hal ini harus dilalukan tanpa sepengetahuan Bejo.
Dengan akal bulusnya,Mardi menyuruh salah seorang anaknya menjemput Maryani dengan alasan ibunya sakit.Beruntung sekali ketika itu Bejo tidak ada di rumah,sehingga Maryani bisa "diculik". Ringkas cerita,setelah dihadapkan pada pak Kyi,dan dideteksi secara batin,akhirnya diketahui apa yang telah terjadi pada Maryani.
"Rupanya dalam diri Nak Maryani ini telah ditanamkan sesosok jin kafir yang sangat jahat untuk terus menguasai jiwanya !" Demikian penjelasan Kyai.
"Lantas,apa yang harus dilakukan untuk membebaskan anak saya dari pengaruh Jin Kafir itu Pak Kyi ?
Terus terang hati saya sedih melihat keadaannya.Kata paranormal yang pernah kami minta bantuan,jika guna-guna itu dilepaskan bisa berakibat pada ketidakwarasan anak saya.Benarkah demikian Pak kyai ?" Tanya Mardi.
"Ya,jika dilakukan tidak dengan cara syariah bisa berakibat fatal.Misalnya,menarik jin kafir itu dengan jalan mempertarungkan dengan jin bawaan orang lain.Hal itu justru akan berakibat buruk.Mereka justru bisa bersatu dan menimbulkan kekuatan besar.
Pada dasarnya jin dan setan adalah makhluk yang lemah.Mereka akan ketakutan bila kita bacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.Mereka menjadi kuat dan besar,karena kepercayaan kita pada mereka.Jadi untuk menghilangkan pengaruh jin kafir itu kita cukup memperbanyak amalan dzikir dan ibadah shalat.Insya Allah,jin jahat itu akan sirna.Mudah-mudahan cara yang saya lakukan ini tidak akan berakibat buruk pada Nak Maryani." Tutur Kyai lebih jauh menerangkan.

Mardi dan keluarganya merasa lebih tenang mendengarnya.Mereka merasa mantap untuk mengobati Maryani dengan bantuan Kyai tersebut. Selanjutnya,Maryani melakukan pengobatan sebara syariah melalui metode ruqyah.Mulanya Maryani berontak dan tidak mau,tapi akhirnya bersedia.Wanita itu terlihat seperti orang linglung setelah diobati.Ketika diceritakan apa yang telah terjadi padanya,dia pun menangis tersedu-sedu.Dia tak mau kembali ke rumahnya lagi dan hidup bersama Bejo yang tidak dicintainya.

Tapi demi proses penyembuhan yang masih harus dilakukan beberapa kali,Maryani disarankan untuk kembali ke rumahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan suaminya.Hanya saja Maryani harus mulai rajin Sholat dan membaca ayat suci Al-Qur'an untuk menangkal gangguan jin kafir itu.Karena jin itu sewaktu-waktu bisa kembali merasuki jiwanya.
Maryani menuruti saran Kyai yang cukup kharismatik itu.Begitulah,setelah melakukan beberapa kali pengobatan,akhirnya Maryani dinyatakan bebas dari pengaruh guna-guna. Maryani sendiri kemudian mengambil keputusan tegas menggugat cerai suaminya.Dengan bukti-bukti perlakuan Bejo yang suka bertindak kasar padanya dan tidak pernah memberinya nafkah dengan semestinya,akhirnya Maryani berhasil bercerai dengan suaminya.
Bejo sendiri tidak bisa berbuat banyak.Dia sudah berusaha menahan Maryani dengan mendatang dukun yang dulu pernah membantunya,tapi kali ini sang dukun menolak karena mengetahui diri Maryani sudah dibentengi oleh keimanan yang kuat.Sangat sulit menguasai jiwa orang yang bergantung kepada Allah.
Entah apakah ini yang disebut karma,setelah bercerai dari isterinya,hidup Bejo berubah drastis.Laki-laki berperawakan pendek dan berwajah jelek itu memiliki perilaku aneh.Dia sering terlihat menjerit-jerit ketakutan,seperti ada yang mengganggunya.
Menurut keterangan orang yang tahu tentang hal ini,konon Bejo disiksa oleh jin kafir yang pernah dikirimnya pada Maryani.Ibarat kata pepatah: Siapa menabur angin dia akan menuai badai. Ya,perbuatan zalim akan kembali kepada pelakunya.Semoga apa yang terjadi pada Bejo menjadi pelajaran berharga buat kita semua.Wallahu'allam !

Minggu, 13 Maret 2011

SANTET TALI POCONG PENYEBAB SAKIT LIVER

Ardiyan,sebutlah begitu,seorang pengusaha
muda diam-diam menaruh hati pada gadis,yang bekerja sebagai perawat di
salah satu rumah sakit swasta.Tetapi apa yang terjadi? Cintanya bertepuk
sebelah tangan.Si gadis telah menjatuhkan pilihannya kepada pemuda
lain.

Kendati Ratnasari,demikian nama gadis itu,menolak secara halus
cintanya,tapi Ardiayan tak bisa menerima kenyataan pahit ini.Dia
berusaha membujuk Ratna untuk meninggalkan pemuda itu.Tapi,Ratna tipe
gadis setia.Walau kelimpahan materi dijanjikan Ardian,namun dia tetap
pada cinta pertamanya.

Sikap Ratna membuat Ardian kesal,marah dan dendam.Suasana hati yang
sedemikian membuat setan mudah menguasainya.Dengan kata-kata kasar,suatu
hari dia mengancam Ratna. "Engkau bisa menolak segala kebaikanku.Tapi
ingat,keluargamu telah banyak berhutang budi padaku.Engkau benar-benar
wanita yang egois dan tak tahu diri.Kau telah menolakku.Tapi aku janji
akan membuatmu bertekuk lutut mengharapkan balasan cintaku.Ingat itu!"

Ratnawati hanya membisu.Dia enggan menggubris,kendati pemuda itu sudah
membawa nama keluarganya.

Ardiyan pergi dengan membawa luka hati yang perih.Dia benar-benar tak
sadar jika cinta memerlukan keserasian dua hati yang saling mengasihi.

Dengan penuh kebencian,Ardian mengambil kain tali pocong peninggalan
gurunya.Menurut tutur yang berkembang di perguruan kanuraga tempat
Ardiyan penah belajar,kain itu didapatkan oleh sang guru dengan cara
menggali kuburan dari seorang yang mati bunuh diri.Cara mengambilnya pun
tidak sembarangan.Penggalian
hanya
boleh dilakukan pada malam Jum'at Kliwon,di saat purnama penuh.Tanpa
alat apapun !

Dengan ritual sesat Ardiayan memperdaya Ratnasari,Malam itu di dalam
kamar khusus,sebuah boneka ilalang diikat tangannya,dan langsung
digantung diatas pedupaan yang tak putus-putusnya menyemburkan
asap.Seiring dengan itu,mulutnya komat-kamit membaca mantra.

Apa yang terjadi? Ratnasari yang kala itu tengah tertidur tiba-tiba
bermimpi.Dia melihat seekor ular kobra di bawah tempat tidurnya.Ular itu
mendesis-desis dengan ganas seolah ingin menunjukkan
keperkasaannya.Ular itu mendadak ingin mematuk betisnya.Untung,Ratna
sempat menyelamatkan diri dengan melompat ke atas meja.

Namun,baru saja akan mengatur nafasnya,tiba-tiba tangannya terasa diikat
dan tubuhnya terasa digantung.Di saat panik,kembali dia dikejutkan
dengan jatuhnya tali pocong yang menimpa tubuhnya.Bersamaan dengan dia
terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.

Beberapa hari setelah mimpi itu,Ratnawati jatuh sakit.Kian hari
penyakitnya bertambah parah.Oleh dokter,dia disarankan untuk rawat
inap.Aneh,tanpa sebab yang jelas,dia tiba-tiba mengidap sakit liver yang
akut.

Dua hari setelah dirawat,tepat pukul 18.00 WIB,tiba-tiba Ratna merasakan
seluruh tubuhnya ditusuki ribuan jarum.Tulang belakangnya terasa
sakit,sementara lehernya seolah tercekik,bahkan kepalanya pusing berat.

Team Misteri yang mengenal Ratnawati dari kakaknya,ketika turut membesuk
sore itu berusaha memberikan pengobatan dengan Tenaga Dalam.Usaha ini
memang berhasil,tapi hanya
sesaat.Tak
lama kemudian penyakit Ratnawati kambuh lagi,bahkan lebih parah dari
sebelumnya.

Yakin ada yang tak beres pada sakit Ratnawati,team Misteri menyarankan
Andi,kakaknya untuk meminta bantuan kepada seorang paranormal.

"Semuanya dimulai dari dirinya,khususnya dari pikirannya.Maka
penanganannya adalah memulihkan terlebih dahulu pikirannya," jawab si
Paranormal saat kami menceritaka kondisi Ratnawati.

Tak lama setelah itu,si Paranormal menyerahkan beberapa syarat yang
harus di pendam di depan rumah keluarga Ratnawati.Selain itu,dia juga
meminta kepada semua orang yang ada di rumah itu untuk sama-sama berdoa
demi kebaikan Ratnawati yang saat itu masih tergolek di rumah sakit.

Ketika keluarga itu sedang melakukan sholat malam (Tahajjud) sesuai
dengan petunjuk si Paranormal,tiba-tiba dari atas genting rumah terengar
suara ledakan yang teramat keras.Namun,mereka terus melafazkan dzikir
guna memohon pertolongan dari Allah SWT.

Malam kedua saat keluarga yang sudah aqil baligh sholat malam lagi,walau
terjadi ledakan kembali,tetapi tidaklah sekeras malam pertama.Karena
mengajak team Misteri untuk menemui Paranormal yang tak berkenan disebut
identitasnya itu.Kami kembali menceritakan apa-apa yang telah terjadi.

"Bersyukurlah,karena sebentar lagi adikmu akan sembuh.Bukanlah oleh
dokter dia juga sudah diperbolehkan pulang?" kata si Paranormal yang
disambut dengan anggukan Andi.

Ratnawati kini telah sembuh.Dari surat yang dikirim Ardiyan padanya,dia
tahu pemuda itu yang membuatnya sakit dengan
guna-guna.

"Saya tahu dia sangat mencintaiku.Tapi bukanlah cinta tak bisa dipaksa?"

Rabu, 05 Januari 2011

TERJERAT MAHAR 100 HARI

Saat menikah dahulu,usiaku memang sudah tidak muda lagi.Aku menikah dalam usia 41 tahun,sedangkan suamiku jauh lebih muda,baru 26 tahun.Karena kondisi ini tak heran kalau selama ini aku selalu menerima gunjingan dari orang-orang di sekitarku.Memang ada yang menyatakan rasa kagumnya.Namun lebih banyak yang bernada sinis dan mencemooh diriku.

"Si Ratna (Nama samaran) itu pasti memakai ilmu pelet.Dia telah mengguna-gunai Martono.Kalau tidak,mana mungkin Martono sampai tergila-gila pada perawatan tua seperti dirinya."

Kata-kata itulah yang sering kudengar,tetapi aku tidak pernah mencoba untuk menyindirnya.Aku memilih diam,meskipun terasa begitu menyakitkan.Aku sama sekali tidak mau menanggapinya.Mengapa? Karena apa yang mereka tuduhkan pada diriku itu memang benar adanya.Ya,aku mendapatkan Martono yang kini resmi menjadi suamiku itu karena ilmu pengasih yang selama ini kuamalkan.

Sungguh,tidak pernah terlintas dalam benakku sebelumnya kalau aku sampai nekad menempuh jalan sesat ini.Sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga,aku memang dibesarkan dengan limpahan harta dan kasih sayang yang berlebihan.Kedua orang tuaku begitu memanjakan aku.

Saat remaja aku tenggelam dalam kehidupan yang penuh hura-hura.Aku hidup dalam gelimang kemewahan karena ayahku adalah seorang pejabat tinggi yang memiliki kekuasaan.Apa yang tidak di dapat orang lain,kami dengan mudah mendapatkannya.

Soal pacar? Pemuda mana yang tidak tertarik padaku? Karena aku memang boleh dikatakan cukup cantik.Lantas ditambah dengan
penampilanku,maka dengan mudahnya aku menahlukkan Pria.

Tak terhitung beberapa banyak lelaki yang sakit hati akibat ulahku.Sungguh,sebenarnya jauh dalam lubuk hatiku tak ada niatku untuk berbuat begitu.Tetapi aku sendiri tidak tahu mengapa hal itu aku lakukan.Barangkali karena keadaanku dan adanya kesempatan.Entahlah,aku sendiri merasa bingung.

Mungkin saat itu aku belum memiliki perasaan cinta.Karena kuakui kalau saat itu aku tak pernah merasakan perasaan kasih,perasaan cinta.Karena kuakui kalau saat itu aku tak pernah merasakan perasaan kasih,perasaan kagum terhadap Pria.Aku merasa biasa-biasa saja dalam menghadapi setiap Pria yang mendekatiku.

Pernah ada seorang pemuda yang begitu tergila-gila padaku.Namanya Rudi.Dia adalah seorang pengusaha muda yang memiliki reputasi baik.Dia begitu sering mendekatiku.Untuk menarik simpatiku dia tidak hanya baik pada diriku,tetapi juga pada kedua orang tuaku.

Aku dan Rudi memang sering jalan bersama-sama.Setiap ada pesta dia selalu mengajakku dan memperkenalkanku pada keluarganya sebagai pacarnya.Kiranya Rudi begitu serius padaku,hingga pada suatu hari dia datang bersama kedua orang tuanya untuk melamarku.

Tetapi itulah,seperti kukatakan tadi.Mungkin saat itu aku belum memiliki perasaan cinta terhadap Pria.Dengan berat hati lamaran Rudi kutolak.Aku sendiri tidak tahu bagaimana hancurnya perasaan Rudi.Sedangkan kedua orangtuaku tidak bisa berbuat banyak karena mereka menyerahkan keputusan padaku.

"Aku benar-benar tidak mengerti apa maumu Ratna.Selama ini kau
meresponku.Kau begitu baik padaku.Tak pernah menolak setiap ajakanku.Kedua orang tuamu begitu baik padaku.Tetapi kenapa kau menolak lamaranku?" Papar Rudi ketika seminggu setelah peristiwa itu dia menelponku.

"Maafkan aku,Rudi.Kuakui aku memang suka padamu,tetapi terus terang aku tidak pernah merasa mencintaimu.Apalah artinya sebuah perkawinan jika tidak dilandasi perasaan cinta," jawabku,apa adanya.

Sejak peristiwa itu,Rudi tak pernah muncul lagi di hadapanku.Aku tahu dia sakit hati akibat penolakan lamarannya itu.Aku sendiri mencoba untuk melupakannya.

Hampir setengah tahun lamanya aku tak bertemu dengan Rudi.Sampai suatu hari dia datang dengan menggandeng seorang gadis cantik dan memperkenalkannya padaku sebagai isterinya.Saat itupun perasaanku biasa-biasa saja.Sedikitpun aku tak merasa cemburu.

Rudi bukan satu-satunya lelaki yang jadi kobanku.Masih ada beberapa orang yang merasa pernah ku kecewakan.Aku tidak mau lebih menyakiti hati mereka karena kesombonganku.

Sombong! Ya,kata itulah yang pantas kuterima saat itu.Saat itu aku memang telah menjelma menjadi wanita yang sombong karena keberadaanku dan kecantikanku.

Tetapi itulah,akibat kesombonganku kini aku menerima karmanya.Kukatakan karma karena dulu banyak lelaki datang padaku selalu kutolak,kini saat umurku sudah kepala 4,tak ada seorangpun lelaki yang sudi atau tertarik padaku.Mereka sepertinya enggan untuk melirikku,apalagi sampai bertegur sapa,Aku tak tahu mengapa ini terjadi.Yang pasti,sejak memasuki usia kepala 3,ibarat sebuah barang
dagangan,pasaranku memang mulai sepi.Mungkinkah karena aku sudah tidak menarik lagi? Ah,tidak! Aku merasa tetap cantik dan menarik.Atau mungkin ada sesuatu menimpa diriku? Ya,misalnya saja ada seseorang yang "menggantung jodohku"

Bisa saja hal yang terakhir itu memang telah terjadi.Tapi,aku tak bisa menduga siapa yang melakukannya,juga dengan cara apa orang itu melakukannya.Semua ini bagiku adalah misteri.

Sampai suatu ketika,aku mengenal pemuda sederhana dan murah senyum itu.Ya,dialah Martono.Perkenalanku dengan Martono sesungguhnya juga bukan kehendakku.Karena aku yang sudah resmi menerima panggilan perawan tua,saat itu rasanya sudah tidak punya niat lagi untuk berhubungan dengan Pria.Tetapi Marni,sahabat karibku itulah yang memaksaku.Dia mempertemukanku dengan seorang pemuda yang katanya baru pulang dari Malaysia.Mulanya aku merasa ragu.Kalau dulu aku yang melecehkan lelaki,kini aku jadi takut kalau lelaki yang akan melecehkan aku.

"Jangan kuatir Ratna.Martono bukan tipe lelaki yang suka menghina perempuan.Kau masih cantik.Aku yakin dia akan tertarik padamu,"bujuk Marni.

Karena Marni selalu memaksaku,maka akhirnya aku mengalah.Tak kusangka,perkenalan dengan Martono menimbulkan kesan tersendiri di hatiku.Ada getaran aneh kurasakan saat kami berjabat tangan.Setelah itu entah mengapa aku selalu teringat padanya.

Aneh,perasaan ini belum pernah kualami selama ini.Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Entahlah! Tetapi di balik semua ada perasaan cemas muncul dihatiku,karena aku menyadari siapa diriku.
Usiaku sudah 41 tahun,sedangkan Martono masih muda sekali.Ya,dia tak pantas beristeri seperti aku.Dia jauh lebih pantas menikah dengan gadis perawan usia 20-an.

Aku berusaha keras untuk melupakan Martono.Namun,aku tak dapat membohongi diriku sendiri.Aku benar-benar tak sanggup membohongi perasaanku.Meskipun begitu aku coba menahan diri,karena setahuku sikap Martono terhadapku biasa-biasa saja.Aku tidak melihat kesan bahwa dia menyukai diriku.Apalagi jatuh cinta padaku.

Ketika aku tengah berusaha keras melupakan Martono,lagi-lagi Marni datang padaku. "Aku tahu kau begitu ngebet padanya.Akuilah Ratna,supaya aku bisa membantumu.Sebagai sahabat,aku tak mau kau begini terus.Kau harus mempunyai masa depan yang lebih pasti.Kau harus segera menikah."

"Entahlah.Aku sendiri bingung dengan keadaan diriku,Marni!"

Marni tersenyum.Dia seakan dapat membaca isi hatiku.

"Aku tahu,melihat keadaanmu tak mungkin Marto no jatuh hati padamu.Tetapi percayalah padaku Ratna,bahwa di dunia ini tidak ada hal yang mustahil."

Lagi-lagi aku mengerutkan kening.Aku semakin bingung ke mana arah pembicaraan Marni sebenarnya.Marni menatapku,lalu dia bertanya lagi.

"Jujurlah padaku,apakah kau benar-benar menyukai Martono?"

Seolah tanpa sadar aku mengangguk.Kulihat wajah Marni jadi cerah.

"Nah,begitu dong.Kalau kau mau aku akan membantumu mendapatkan pemuda idamanmu itu," katanya seraya menepuk pipiku.

"Maksudmu?"Tanyaku.

"Kebetulan aku kenal seorang dukun yang manjur.Kalau kau mau maka aku akan membawamu ke sana," kata Marni
lagi.

Astaga! Aku terkejut sekali mendengar ucapan sahabatku itu.Kenapa mesti pakai dukun segala? Apakah sudah tidak ada jalan lain? Marni seperti dapat membaca isi hatiku sambil tersenyum dia berkata lirih.

"Aku tahu kau merasa takut dan ragu.Tetapi Ratna,kurasa cuma dengan cara inilah kau bisa mendapatkan Martono!" Marni berusaha meyakinkan diriku.

Ku terdiam,aku benar-benar bimbang.Tak tahu apa yang harus kuperbuat.Tetapi Marni terus menerus merayuku hingga akhirnya aku menyerah dan mengikuti sarannya itu.

Pada hari yang telah kami tentukan,kami berdua pergi ke tempat dukun itu.Sesampainya di sana Marni menceritakan maksud kedatangan kami.Mbah Sukur,demikian nama dukun itu manggut-manggut tanda mengerti.Kemudian diapun menyebut persyaratan yang dimintanya.

Ringkas cerita,entah iblis dari mana yang telah membisik di telingaku hingga aku dengan begitu saja menyetujui permintaan dukun itu.Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya,aku pun mengikuti ritual yang diperintahkan oleh Mbah Sukur.Tanpa merasa risih aku membuka seluruh pakaianku di hadapan lelaki setengah baya itu.Kemudian sekujur tubuhku dimandikan dengan seember air tujuh rupa yang sudah disiapkan sebelumnya.

Setelah itu,dibiarkannya aku dalam keadaan tanpa busana dalam waktu yang cukup lama.Maksudnya supaya air kembang itu menyerap ke dalam tubuhku.Yang membuat aku merasa heran,Mbah Sukur tidak bereaksi apa-apa melihat tubuhku yang bugil di hadapannya.Padahal pada saat itu di dalam ruangan itu cuma kami berdua karena Marni menunggu di
luar.

Selang satu jam kemudian barulah aku disuruhnya kembali mengenakan pakaian.Setelah itu aku diberinya sebuah kendi yang berisi air yang sebelumnya telah diberi ramuan dan jampi-jampi khusus.

"Dengan meminum air kendi ini kelak wajahmu akan tampak selalu awet muda.Kecantikanmu akan bertambah.Jangan lupa,kau berikan juga air dalam kendi ini pada suamimu agar dia selalu bergairah setiap kali menggaulimu,"kata Mbah Sukur seraya menyerahkan kendi itu padaku.

"Oya,satu hal yang tidak boleh kau lupakan,bahwasanya ilmu yang kuberikan padamu sifatnya sementara.Jadi setiap 100 hari kau harus datang membawa penajamnya.Ingat Ratna,kau tidak boleh lalai sekalipun.Karena jika kau lalai maka ilmu itu akan luntur dengan sendirinya.Hal tersebut bakan berakibat buruk bagimu," Pesan Mbah Sukur sebelum aku diperbolehkan keluar dari kamarnya.

Aku sempat terkejut mendengarnya.Walaupun diliputi perasaan ragu dan bimbang,karena sudah merasa kepalang basah,maka aku menyanggupi saja.

Setelah mendapatkan ilmu dari dukun ini,semua petunjuk Mbah Sukur aku jalani dengan seksama.Termasuk harus telanjang di kamar saat melapalkan mantera yang diberikannya.Dan hasilnya memang nyata sekali.

Setelah dua kali aku minum air kendi pemberian Mbai Sukur itu terjadilah perubahan pada diriku.Aku merasa tubuhku sangat ringan.Wajahku tampak bertambah cantik dan berseri-seri.Karena itu tidak heran,dalam waktu singkat akupun berhasil menahlukkan Martono hingga akhirnya kami menikah secara resmi lewat sebuah pesta pernikahan yang sederhana
namun meriah.Keluarga dan kedua orangtuaku tentu saja merasa sangat senang,karena aku yang sudah dijuluki perawan tua bisa mendapatkan suami seorang lelaki muda yang gagah dan tampan.

Setelah melihat buktinya,aku merasa yakin akan keampuhan ilmu yang diberikan Mbah Sukur padaku.Keyakinan ini juga kian bertambah manakala tanpa sepengetahuan Martono aku memberinya minum air kendi itu.Hasilnya luar biasa,Martono semakin sayang padaku.Dalam urusan tempat tidur dia begitu bergairah sekali,sehingga aku sendiri nyaris kewalahan menghadapinya.Pokoknya,saat itu kami merasa bahagia sekali.

Tidak ada pekerjaan yang tidak mengandung resiko.Apalagi sebuah pekerjaan yang tidak diridhoi Tuhan.Kenyataan inilah yang kemudian menimpaku.

Sejak awal aku memang sudah menyadari bahwa langkah yang kutempuh telah sesat.Tetapi saat itu akal sehatku telah dikalahkan oleh ambisiku.Mungkin,hal tersebut terjadi salah satunya karena aku ingin menunjukkan pada orang di sekitarku kalau aku si perawan tua ini masih mampu mendapatkan seorang suami.Yang kubanggakan saat itu bahwasanya suamiku seorang lelaki muda yang tampan.Aku sama sekali tidak perduli kalau aku telah mendapatkan Martono dari hasil guna-guna atau memakai ilmu pelet.Persetan dengan semua itu.Yang penting aku bisa bahagia.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.Kini aku terjebak di dalam jaring-jaring setan yang dijeratkan oleh Mbah Sukur.Perjanjian yang kusepakati dulu itu telah membelenggu hidupku.Ya,selama ini,diam-diam dan tanpa sepengetahuan suamiku,setiap 100
hari aku selalu menemui Mbah Sukur untuk menyerahkan mahar berupa cincin emas seberat 2 gram,kembang tujuh rupa dan uang tunai seratus ribu rupiah.

Tak hanya itu, masih ditambah lagi dengan harus menjalankan ritual yang kini kurasakan begitu menjijikkan.Aku harus telanjang di depan lelaki yang bukan mukhrimku itu.Dan yang membuat aku semakin tersiksa,Mbah Sukur yang dulu hanya diam tanpa ekpresi saat melihat tubuhku yang telanjang,kini selalu menyetubuhiku setiap kali aku datang kepadanya setiap 100 hari sekali.Aku tidak berani menolak karena dukun laknat itu selalu mengancamku.

"Kalau kau berani melapor pada yang berwajib itu sama artinya kau membuka aibmu sendiri.Karena kalau aku sampai masuk penjara maka aku akan menarik semua aji pengasihan yang melekat di tubuhmu.Dan kalau itu kulakukan maka tubuhmu akan jadi keriput seperti nenek sihir.Kalau sudah begini suamimu pasti akan jijik melihat dirimu dan akan lari meninggalkanmu.Camkan itu baik-baik!"

Ancaman itulah yang membuatku takut.Aku telah kena buah simalakama.Kini aku benar-benar bingung tak tahu apa yang harus kuperbuat.Haruskah persekutuan sesat ini terus kulakukan.Tetapi sampai kapan?

Kiranya pembaca dapat membantu mencarikan solusinya.Setidaknya dapat mengambil hikmah dari langkah sesat yang telah aku tempuh.

Kamis, 30 Desember 2010

SANG PUTERI KORBAN ILMU KUYANG IBU KANDUNGAN

Keluarga Ibu Patma dan Pak Burhan merupakan contoh keluarga yang rukun,bahagia dan sejahtera di kampungnya.Setidaknya ini menurut pandangan mata masyarakat sekitar.Sebagai pelengkap kebahagiaan,keluarga ini dikarunia seorang puteri cantik yang telah berusia ABG atau 17san.Sementara itu,seorang puterinya lagi mengikuti suaminya tinggal di Sumatera.

Walau dengan ekonomi yang berkecukupan,namun gaya hidup mereka tetap sederhana dan tidak suka memamerkan kekayaannya.Tapi untuk kedermawanan maupun kesosialan,mereka tidak perlu diragukan lagi.Apalagi demi kemajuan desa maupun syiar agama.

Namun,manusia memang tidaklah memiliki sifat yang sempurna.Di balik kelebihan seseorang pasti di sisi lain ada pula kekurangannya.Karenanya,kita harus pandai-pandai menimbang dan menerima segala kekurangan tersebut jika terus saja berlangsung maka bisa saja berakibat fatal bagi keutuhan sebuah keluarga.

Bu Patma memang tergolong isteri yang agak pemalas,terutama dalam hal melayani maupun menyiapkan makanan untuk keluarganya.Sifat malasnya ini dimulai sejak puluhan tahun silam,yaitu sejak dia sakit-sakitan.

Tapi tentunya sekarang ini Ibu Patma pada sehat wal afiat.Karena semestinya dia bisa membuang kebiasaan buruknya itu.Sayangnya,sudah hampir 9 tahun ini Pak Burhanlah yang banyak berperan urusan kerja di dapur.Tapi untunglah sejak beberapa tahun belakang ini kerjadapurnya dibantu puterinya yang sudah beranjak dewasa itu.Azizah,namanya.

Rasanya tidak kurang,Pak Burhan pun sudah sering menasehati isterinya itu,namun
nasehat itu hanya dituruti pada sementara waktu saja.Lama-lama rupanya kesabaran Pak Burhan pun ada batasnya.Dia kesal juga melihat kebiasaan isterinya yang enggan menyiapkan makan untuk keluarga.Pikiran Burhan pun sudah mulai limbung dan terkadang terbesit pula dalam hatinya untuk menikah lagi.

Suatu hari sekitar pukul 11.30,Pak Burhan iseng pergi ke warung yang ada di kampungnya untuk minum teh.Hampir setengah jam dia ngobrol dengan beberapa warga lain yang kebetulan siang itu juga nongkrong di sana.

Ketika tengah asyiknya ngobrol,tiba-tiba saja cuaca berubah mendung pertanda akan turun hujan.Semua teman ngobrol Pak Burhan satu demi satu pada pulang,dan tinggallah Pak Burhan sendiri nongkrong di warung milik Maryam itu.

"Tolong Dik Maryam rebuskan sebungkus super mie,sudah lapar nih!" Pinta Pak Burhan ketika hujan mulai turun.

"Lho,memangnya Mas Burhan gak mau makan di rumah.Jam-jam segini biasanya isteri Mas kan sudah menyiapkan makan siang," kata Maryam.

"Huh,boro-boro Dik Maryam.Malah kalau saya pulang sekarang,saya pula yang di suruh memasak!"

"Lho,apa benar begitu Mas?" Tanya Maryam keheranan.

"Iya,selama ini sayalah yang banyak berperan di dapur."

"Kalau begitu Mas Burhan cari saja isteri baru.Orang seperti Mas ini pasti gampang cari isteri.Tinggal bilang saja,pasti pada banyak wanita yang antri.Eh,maaf,bicara saya ngelantur!"

"Ah,tidak apa-apa.Perkataan Dik Maryam juga ada benarnya."Pada malam harinya,Pak Burhan berpikir lagi tentang pembicaraannya dengan Maryam.Dia menyadari kalau
bicaranya tadi siang itu lepas kontrol,sampai-sampai membuka kejelekan isterinya sendiri.Tapi jika dipikir-pikir lagi.kata-kata Maryam itu Pak Burhan pun tidur sambil berkhayal.

"Si Maryam itu kan janda muda,kecantikannya juga setara dengan isteri saya,seksi lagi." Tiba-tiba pikiran ini muncul di dalam benaknya.Berulang kali khayalan ini muncul,sampai akhirnya Pak Burhan nekad melamar Maryam.Anehnya,Maryam juga menerimanya meski dia harus berstatus sebagai isteri kedua.

Mendengar berita pernikahan suaminya,tentu saja Ibu Patma bagai disambar petir di siang bolong.Sebentar-bentar duduk,sebentar-bentar berdiri.Dia seperti orang bingung dan linglung.Begitu terus selama berjam-jam.Hatinya jengkel,panas bagai bara api,bercampur geram dan murka.Kalau saja ketika itu ada Maryam di hadapannya,pastilah tubuhnya akan dia cabik-cabik.

Karena tidak sabar lagi,akhirnya Ibu Patma dengan wajah marah dan geram bermaksud mendatangi dan akan melabrak Maryam.Namun baru saja mau membuka pintu,Pak Burhan juga sudah berada di depan pintu.Maka Pak Burhanlah yang menjadi sasaran kemarahan dan amukan isterinya yang kalap.Bukan hanya perang mulut saja yang seru,tapi dibarengi pula dengan cakar-cakaran.Untunglah ketika itu orang tua Ibu Patma cepat datang memisahkan dan sekalian mendamaikan.

Pak Burhan bersikeras untuk tidak menceraikan isterinya yang baru seminggu dinikahinya.Bahkan,dia lebih suka kehilangan isteri tuanya.Sementara itu,Ibu Patma tidak mau bercerai,tapi juga tidak mau dimadu.Inilah problemnya.

Akhirnya,walau
dengan berat hati Ibu Patma terpaksa menuruti nasihat orang tuanya.Tidak ada perceraian,tapi Pak Burhan tetap boleh beristeri dua,dengan catatan harus adil.Kendati keputusan tersebut sudah disetujui bersama,namun Ibu Patma dalam benaknya tetap saja tidak akan menerima keberadaan Maryam,isteri muda suaminya Ya,dia hanya berpura-pura baik di mulut,namun jauh dalam lubuk hatinya dia sangat membenci dan mendendam kepada Maryam,walau sampai kapanpun.Bahkan dia berjanji dalam hati akan selalu berusaha dengan jalan atau cara apapun untuk menyingkirkan Maryam dari suaminya,bahkan kalau perlu melenyapkannya dari dunia ini.

Rupanya,Ibu Patma tidak main-main.Terbukti dengan kenekatannya meminta bantuan orang pintar untuk membunuh Maryam dengan cara gaib.Entah berapa juta biaya yang dikeluarkan Ibu Patma demi untuk menyingkirkan Maryam.

Tak hanya itu,entah berapa sudah orang-orang pintar atau dukun yang didatanginya.Tapi yang jelas,Maryam tetap tidak bergeming dan masih segar bugar.Bahkan,melalui perang gaib yang dikirim,sang dukunpun tidak mengena dan tidak berhasil melumpuhkan Maryam.Padahal Maryam orangnya biasa-biasa saja,tidak punya ilmu penangkis yang khusus.Hanya saja Maryam adalah seorang yang taat beribadah atau salehah.

Bu Patma semakin geram dan tidak mempan oleh berbagai ilmu hitam yang dikirim dukun-dukun suruhannya.Namun dia tak mau menyerah,apalagi sampai habis akal.Masih ada jalan yang ditempuh,meski untuk mempelajari ilmu itu dia akan menjadi seorang yang musrik.

Ya,suatu hari Ibu Patma pergi
ke suatu daerah terpencil dipedalaman Kalimantan.Di situ dia berguru untuk mempelajari sebuah ilmu hitam yang bagi masyarakat Kalimantan dikenal dengan nama Ilmu Kunyang.Dengan ilmu langka ini,Ibu Patma berharap selain dapat menjinak kan suaminya,juga dapat sebagai jalan halus untuk membinasakan Maryam pada saat tertentu.

Berkat kegigihan sekaligus kenekatannya,Ibu Patma memang sukses mempelajari sekaligus menguasai Ilmu Kuyang.Bahkan,pelan namun pasti,Pak Burhan tampaknya sudah mulai dipengaruhi Ilmu Kunyang yang dimiliki isterinya.Buktinya,Pak Burhan sudah mulai berlaku tidak adil terhadap isteri mudanya.Sebagai contoh,biasanya dia menggilir isterinya setiap 3 hari.Kini isteri mudanya hanya mendapat giliran 2 hari saja.Sedang isteri tua mendapat jatah 3 sampai 5 hari.

Mendapat perlakuan tidak adil ini,Maryam hanya diam saja.Dia sadar kalau selama ini telah merebut suami orang.Namun malangnya,lama-kelamaan Maryam hanya mendapat jatah 1 hari saja untuk bersama suaminya.Kendati demikian,lagi-lagi Maryam menunjukkan kesabaran dan sifat bijaksananya.

Sebenarnya,Pak Burhan juga sangat sadar,bahwa dia sudah berbuat tidak adil terhadap isteri mudanya.Sejujurnya,wanita seperti Maryam inilah yang dia dambakan sebagai isteri yang ideal.Tapi entah kenapa kalau dia sedang berada bersama isteri tuanya,seakan dia tidak ingat lagi untuk pergi ke isteri mudanya.

Pak Burhan juga tidak tahu persis penyebabnya.Yang jelas dia semakin sayang dan menurut saja apa yang dikatakan Ibu Patma.Bahkan seakan dia tidak punya
nyali untuk membantahnya.

Melihat perubahan suaminya,tentu saja Ibu Patma gembira bukan main.Namun demikian hatinya belum puas juga kalau belum melihat Maryam sengsara atau binasa.Jadi jelas tujuan utama Ibu Patma belum lagi sukses,tapi dia tetap menunggu waktunya.Dia akan menunggu pada saat Maryam akan melahirkan bayinya,karena kebetulan Maryam tengah mengandung anak hasil hubungannya dengan Pak Burhan.

Pada saat melahirkan itulah Maryam bisa dibinasakan dengan menggunakan Ilmu Kuyang miliknya.Ibu Patma akan menghabisi Maryam dengan cara menghisap darahnya hingga habis.Karena seperti diketahui,darah wanita melahirkan adalah makanan istimewa bagi seorang yang menjadi Kuyang.

Karena Ibu Patma sudah berubah menjadi Kuyang,maka dia bisa terbang walau hanya berupa potongan kepala dan isi perutnya saja.Sementara anggota tubuh dari pundak tangan hingga kaki terpisah.Tapi jika selesai operasi pada malam hari,maka bagian kepala dan isi perutnya tadi masuk atau tersambung seperti semula.Itulah kehebatan Kuyang.

Suatu hari,Bu Patma sangat jengkel dan bertambah geram,karena mendengar kabar bahwa Maryam berangkat ke pulau Jawa untuk menengok ayahnya yang sedang sakit.Jengkel,karena belum sempat melihat Maryam sengsara atau binasa.Tapi di sisi lain Ibu Patma juga bisa terhibur sedikit,karena suaminya tetap bersamanya dan terpisah dari Maryam walau untuk sementara waktu.

Bersamaan kepergiaan Maryam ke pulau Jawa,Farida,puteri Ibu Patma yang tinggal di Sumatera datang bersama suaminya.Kedatangan Farida membuatnya
sangat terhibur,sehingga untuk sementara waktu Ibu Patma lupa akan Maryam yang sangat di bencinya itu.Kini dia hanya melampiaskan kerinduan dan kebahagiaannya dengan Farida,beserta cucunya yang masih balita.

Karena sangat gembira dan bahagianya,Ibu Patma tidak menyadari kalau Farida,putrinya sedang hamil tua,dan sebentar lagi akan melahirkan.Bahkan dia juga lupa kalau dirinya memiliki ilmu Kuyang,yang tentunya hal ini bisa merupakan bencana besar bagi Farida.

Suatu malam,Farida merasakan perutnya mulai sakit-sakitan,tapi sifatnya hanya kadang-kadang saja.Sehingga untuk sementara Farida tidak perlu membangunkan Ibunya.Namun,ketika jarum jam menunjukkan pukul 24.00 tepat,rasa sakit yang dialami Farida pun semakin bertambah dan menjadi-jadi.Hal ini jelas pertanda bahwa tidak lama lagi dia akan melahirkan.Akhirnya,semua penghuni rumahpun dibangunkan oleh suami Farida.

Suami Farida pun segera menjemput Bidan Puskesmas.Sedan Ibu Patma mendampingi puterinya yang lagi kesakitan.Sesekali juga dia mengusap-usap kandungan Farida sambil memintanya agar bersabar.

Farida tampak gelisah dan tidak tenang untuk menanti kelahiran bayinya.Sementara bidan bersalin yang ditunggu juga belum datang.

Sementara itu,suatu keanehan tiba-tiba menyerang otak Ibu Patma.Dia mencium sebuah aroma wangi yang sangat menggiurkan.Selera dan dahaganya pun mendadak berontak dan semakin menjadi-jadi.Bahkan,dari hidungnya sudah terdengar suara mendengus-dengus.Keanehan ini semakin dahsyat lagi ketika di sela kedua paha Farida mengalirkan
darah segar.

Bagai kesetanan,tanpa sadar sama sekali,Ibu Patma menyeruduk ke arah selangkangan Farida.Lalu dengan buasnya dia menghisap darah yang mengalir dari kewanitaan Farida.Sementara itu,Farida mengerang kesakitan,namun tak ada seorangpun yang bisa menolongnya.

Tak berapa lama datanglah Bidan bersama suami Farida.Dan dengan segera Bidan pun menghampiri Farida,untuk membantu proses persalinan.Namun,apa yang terjadi? Kondisi tubuh Farida tampak kaku dan terkulai.Dengan berat hati,akhirnya Bidan pun menyatakan bahwa nyawa Farida dan bayi dalam kandungannya tidak bisa ditolong lagi.Farida sudah meninggal dunia,karena kehabisan darah.

Seluruh keluarga tersentak kaget dan histeris.Suara tangispun memecah kesunyian malam.Terlebih lagi Ibu Patma.Dia menangis sambil memeluk tubuh puterinya yang sudah tak bernyawa lagi.Dia menangis sambil memeluk tubuh puterinya yang sudah tak bernyawa lagi.Dia sadar sepenuhnya bahwa kematian puterinya itu adalah akibat perbuatannya sendiri yang mempunyai Ilmu Kuyang.

Apa boleh buat,penyesalan tak akan mengembalikan Farida untuk hidup kembali.Farida mati sahid,Sementara Ibu Patma hidup bergelimang dalam dosa.

ARWAH GENTAYANGAN YANG MINTA PULANG

Peristiwa yang sangat menghebohkan ini terjadi di sebuah desa di wilayah Kabupaten Wonogiri,beberapa waktu yang lalu.Meski sudah cukup lama kejadiannya,namun jika mengingatnya orang-orang di desa itu jadi ngeri.Mungkin juga bagi Pembaca yang mengikuti kisahnya berikut ini.

Ketika itu,warga desa dimaksud diteror oleh kehadiran arwah gentayangan.Sang arwah hampir setiap malam mengetuk pintu-pintu rumah penduduk.Namun dari kejadian ini akhirnya warga menjadi tahu,telah terjadi kesalahan dalam menguburkan jenazah dimaksud.

Kejadian ini bermula ketika Masroni (nama samaran),hendak berangkat merantau ke Jakarta.Sebagaimana pemuda-pemuda lainnya di desa itu,Masroni ingin mengadu nasib di Ibu Kota.Hanya dengan berbekal ijazah SMP,Masroni berangkat ke Jakarta menggunakan angkutan bus.Sebelum berangkat,kedua orangtuanya memberikan banyak wejangan.

"Hati-hati ya,Le.Di kota itu keadaannya tidak sama dengan di desa.Jangan mudah terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu orang.Cari pekerjaan yang halal,jangan jadi pencuri atau maling!" Demikian ujar Saroji,ayahnya.

"Kalau bawa uang juga hati-hati.Di kota banyak copet dan jambret!" Sambung emaknya.

Masroni hanya mengangguk-angguk mendengar semua nasihat orangtuanya.Akhirnya dia dilepas oleh kedua orangtuanya dengan deraian air mata.Maklumlah,baru kali ini Masroni pergi jauh dari orangtua.Namun begitu,Saroji dan isterinya berusaha untuk tetap tabah.Mereka mendoakan anaknya agar diberi keselamatan.

Malangnya,baru sehari Masroni pergi,tiba-tiba keesokan harinya datang
kabar bahwa Masroni meninggal karena kecelakaan.Dia tewas terlindas truk di daerah semarang.Berita ini disampaikan langsung oleh petugas kepolisian yang menangani kasus kecelakaan itu.Mereka mengetahui alamat Masroni dari dompet yang ada di saku celananya.Di dalam dompet it u terdapat KTP dan tanda pengenal Masroni lainnya.Bahkan uang yang dibawanya dari rumah masih utuh.

Mendengar kabar tragis ini,kontan saja kedua orang tua Masroni shock bukan main.Emaknya menjerit histeris dan langsung jatuh pingsan.Sementara Saroji terduduk lemas,tak mampu lagi berdiri.Anak laki-laki yang menjadi tumpuan harapan mereka telah tiada.

Karena jenazah Masroni masih berada di rumah sakit yang ada di Semarang,maka polisi mengajak salah seorang keluarga Masroni untuk mengambilnya sekaligus untuk proses administrasi.Sarijan,adik Saroji di utus oleh keluarga besar untuk mengambil jenazah Masroni.Ketika sampai di rumah sakit bersangkutan,Sarijan dibawa ke kamar mayat.Dia diberi kesempatan menengok jenazah Masroni yang sudah dimandikan dan ditutupi kain kafan.

Berhubung kondisi mayat Masroni yang terluka cukup parah,kepalanya remuk tak berbentuk,membuat Sarijan tidak bisa mengenalinya lagi.Sarijan pun tak bisa melihatnya lama-lama,karena hatinya miris,ditambah rasa takut.Tapi dia meyakini mayat laki-laki itu adalah keponakannya.Lagi pula,dari bukti dompet yang ditemukan polisi sudah jelas bahwa mayat itu adalah jenazah Masroni.

Setelah menyelesaikbn administrasi,jenazah Masroni dibawa ke kampung halamannya dengan menggunakan
mobil ambulans.Sesampai di rumah jenazah Masroni yang sudah dimandikan,dikafani dan dimasukkan dalam peti mati di rumah sakit langsung diletakkan di tengah ruangan.Mengingat kondisi jenazah yang sangat parah,tidak seorang pun diperkenankan melihatnya.Bahkan orang tua Masroni hanya diberikan kesempatan melihat sekilas saja melalui celah peti mati.Karena dikhawatirkan akan menimbulkan shock berat.Mereka hanya tinggal mensholatinya saja.

Tanpa menunggu waktu lama,jenazah Masroni kemudian dikuburkan di pemakaman desa.Satu persatu pelayat yang mengantar kepergian Masroni akibat kecelakaan masih belangsung di tengah warga kampung.Mereka tampaknya masih dibuat kaget dan tak percaya bila Masroni begitu cepat pergi.

Mulai malam sejak kematian Masroni hingga malam ke tujuh,di rumah Saroji diadakan acara tahlilan.Warga kampung banyak yang datang untuk mengikuti tahlilan.Mereka tidak takut dan tidak diliputi perasaan apa-apa,karena bagi mereka sudah hal biasa menghadapi acara kematian.

Tapi ketika menginjak malam ketiga sejak kematian masroni,terjadi sebuah peristiwa yang sangat menghebohkan.Beberapa warga di kampung itu mengaku ditemui arwah Masroni.Bahkan,Saroji mengalami kejadian yang amat menyeramkan.Dia didatangi arwah anaknya.

Malam itu,setelah usai tahlilan,beberapa warga sudah pada pulang.Soroji lalu menutup pintu dan jendela.Isteri dan dua anaknya yang lain sudah berangkat tidur di kamar.

Tidak seperti biasanya perasaan Saroji malam itu tidak enak.Dia tidak bisa memejamkan matanya untuk tidur.Dia
lalu duduk-duduk di ruang tengah sambil mengisap rokok lintingan.

Tiba-tiba,terdengar suara ketukan pintu depan.Saroji pun kaget.Dia merasa aneh,karena tengah malam begini ada yang datang bertamu.Tapi mungkin itu orang yang tadi ikut tahlilan dan barangnya ketinggalan,pikirnya.

Tanpa menaruh prasangka apa-apa,Saroji lalu beranjak ke depan untuk membukakan pintu.Sebelum membuka pintu,Saroji sempat menanyai orang yang di luar.
"Sampeyan siapa?"
"Aku,Pak.Aku mau pulang..!" Jawab satu suara.

Saroji mengerutkan alisnya.Dia merasakan ada yang aneh dari nada suara orang di luar.Karena penasaran,dia segera membuka pintu.Betapa kagetnya dia melihat sosok pocongan yang hanya memperlihatkan separo raut wajahnya.Akibatnya,dia tak mampu berkata-kata,karena lidahnya terasa kelu.Seluruh sendi tulangnya seakan mau copot.Sebelum dia jatuh pingsan,sempat terdengar ucapan pocongan itu,"Tolong pak.Antarkan aku pulang.Aku tidak mau disini..."

Ketika Saroji siuman,dia sudah mendapati dirinya berada di atas pembaringan dikerubuti isteri dan anaknya.Mereka terlihat sangat cemas.Mereka bertanya padanya,apa yang sebenarnya terjadi sampai dirinya pingsan di depan pintu.

Saroji enggan menceritakan apa yang telah menimpa dirinya,karena dia khawatir isterinya bakal tambah shock bila tahu dirinya semalam di datangi arwah Masroni.Demi menjaga perasaan keluarganya,Saroji tidak menceritakan hal sebenarnya.Dia mengaku kelelahan karena tidak pernah istirahat.

Tapi rupanya kejadian seperti malam itu bukan dirinya sendiri yang
mengalaminya.Beberapa warga lainnya yang tinggal di kampung itu juga mengaku telah didatangi arwah Masroni.

Modus yang digunakan oleh arwah Masroni hampir sama,yakni mengetuk pintu-pintu rumah warga.Dalam keadaan masih memakai kain kafan yang membungkus tubuhnya,Masroni merintih dan meratap.Dia meminta dirinya dipulangkan.

Kontan saja peristiwa ini membuat seisi desa jadi heboh.Kabar tentang arwah penasaran Masroni tersebar kemana-mana.Warga desa jadi takut untuk keluar rumah pada malam hari.Mereka tidak berani membukakan pintu bila ada yang mengetuk.Mereka benar-benar dicekam kengerian dan ketakutan.

Kondisi ini tentu saja membuat sedih keluarga Saroji.Mereka tak mengerti,kenapa arwah Masroni jadi penasaran dan mengganggu warga desa.Padahal seumur hidupnya Masroni tidak pernah berbuat cacat cela.Dia juga anak yang rajin bekerja.

Apakah karena dia mati dalam keadaan tragis,telindas ban truk,sehingga arwahnya menjadi tidak tenang,demikian pikir Saroji.Suasana menegangkan dan mencekam yang menyelimuti warga desa mencapai puncaknya tatkala pagi yang masih berselimut kabut.Masroni muncul di jalan desa.Dia berjalan sambil menenteng tas ransel menuju ke rumahnya.Banyak warga yang tercengang dan lari ketakutan.Mereka bersembunyi di dalam rumah masing-masing.

Sikap para tetangga yang tampak ketakutan melihat kehadirannya itu membuat Masroni jadi heran.Sesampai di rumah,Masroni juga menghadapi hal sama.Orang tua dan saudara-saudaranya tampak ketakutan.Mereka berteriak-teriak meminta pergi.
"Ayo,pergi! Jangan
ganggu kami!" seru Saroji,ketakutan.

"Lho,Pak,Bu! Ada apa ini sebenarnya? Kenapa semua orang jadi ketakutan melihat saya? Saya ini Masroni,Pak.Saya baru datang dari Jakarta," tegas anak muda itu.

"Kamu buka Masroni,kamu arwah gentayangan! Masroni,kamu arwah gentayangan! Masroni anakku sudah mati," kata Saroji.

"Astaghfirullah,Pak! Omongan macam apa ini? Saya benar-benar Masroni,anak Bapak.Coba Bapak perhatikan baik-baik,aku masih menginjak tanah.Lagi pula mana ada hantu gentayangan di hari yang sudah terang begini?"

Karena ucapan Masroni begitu meyakinkan,kedua orang tua itu baru sadar.Orang yang berdiri dihadapan mereka benar-benar Masroni.Mereka lalu menghambur memeluk Masroni dan menangis.Mereka senang,karena Masroni ternyata belum mati.

Masroni merasa bingung dengan kejadian ini.Setelah tangis kedua orang tuanya reda,mereka baru bisa menceritakan apa yang telah terjadi.Masroni mendengarkan dengan seksama cerita orang tuanya sambil sesekali tampak terperangah.

"Wah,pantas semua orang takut melihat saya.Rupanya saya dikira sudah mati.Padahal semua itu tidak benar!" Cetus Masroni agak geli.

"Kalau begitu,siapa mayat yang pernah kami kuburkan itu?" Tanya Saroji,seperti menggumam.

"Yah,mungkin ini ada kaitannya dengan kejadian yang saya alami,Pak.hari itu,sewaktu saya berangkat ke Jakarta menggunakan bus dan berhenti di daerah Semarang,saya turun sebentar untuk mencari makanan.Tiba-tiba ada orang yang menyenggol saya.Waktu itu saya tidak sadar.Baru ketika saya naik kembali ke dalam bus dan
melanjutkan perjalanan saya baru tahu dompet saya kecopetan.Saya yakin dompet itu dicopet orang yang menyenggol saya waktu berhenti di Semarang.Kemungkinan korban kecelakaan yang dikira mayat saya,ya si pencopet itu," jelas Masroni sambil mengingat-ingat.

"Kenapa kamu tidak memberitahukan kepada kami kalau kamu masih hidup? Setidaknya kamu kan bisa kirim kabar kalau sudah sampai di Jakarta?"

"Ya,saya mana tahu dengan kejadian di sini,Pak.Begitu sampai di Jakarta saya langsung ke rumah Paklik Hadi.Saya lalu menceritakan kejadian yang saya alami.Oleh Paklik saya disuruh tinggal sementara di rumahnya.Tapi entah kenapa,saya merasakan ada firasat aneh.Sepertinya ada yang membisikan saya untuk segera kembali ke kampung lagi.Soalnya semua uang yang saya bawa benar-benar ludes diambil oleh si pencopet.Saya tidak mau membebani Paklik kalau hanya hidup menumpang.Saya lalu nekad pinjam uang sama Paklik dan membeli tiket pulang ke kampung.Niat saya mau minta sangu lagi sama Bapak.E...tidak tahunya di sini telah terjadi kehebohan!"

Mendengar penuturan Masroni,hati Saroji dan isterinya merasa lega.Mereka bersyukur karena Masroni masih hidup.Kemudian perasaan mereka jadi kecut karena masih menyimpan persoalan dengan mayat asing yang telah mereka kuburkan.

"Lalu,bagaimana dengan mayat tak dikenal yang kita kuburkan itu? Kalau tidak segera diatasi,nanti arwahnya akan terus gentayangan mengganggu warga desa?" Cetus Saroji cemas.

"Begini saja,Pak.Kita minta saran pada orang pintar yang mengetahui masalah seperti ini,"
usul Masroni.

Semua setuju.Mereka lalu menemui seorang Kyai di daerah itu yang sangat dihormati.Oleh Kyai disarankan untuk mengadakan propesi ulang dalam menguburkan jenazah orang tak di kenal itu.Ini harus dilakukan karena sebelumnya mayat itu di atas namakan orang yang masih hidup.

Disamping itu,harus dicari keluarga si mayat untuk mendapatkan keridhoan.Jika dimungkinkan,jenazah orang yang tak dikenal itu bisa dipindahkan ke tempat yang dikehendaki keluarganya.Kalau keluarga ikhlas jenazahnya tetap dikubur ditempat itu,pemindahan tak perlu dilakukan.

Soal mencari keluarga mayat tak dikenal itu diserahkan kepada polisi.Dan tampaknya tak begitu sulit bagi polisi mencari keluarga mayat tak dikenal itu.Seperti pengakuan Masroni bahwa dompetnya dicopet,polisi lalu menelusuri jejak sang pencopet.Mereka punya data tentang para pelaku kriminal di setiap daerah.Akhirnya,keluarga si pencopet ditemukan.Nama pencopet malang itu adalah Juned.Keluarga Juned mengaku sudah lebih seminggu Juned tidak pulang kerumah.

Setelah dicocokkan dengan data forensik di laboraturium,diketahui bahwa mayat tak dikenal itu adalah Juned.Atas keinginan pihak keluarga kuburan Juned lalu dipindahkan ke kampung halamannya.

Begitulah.Sejak makam juned dipindahkan,arwah gentayangan itu tidak pernah lagi muncul dan mengganggu warga desa.

MEMBURU KUNTILANAK DI BUKIT SETAN

Jika ada yang menyebut nama kuntilanak atau Puntikanak tentu saja hampir semua orang tahu.Dia adalah sosok makhluk halus berwujud perempuan cantik,berambut panjang menjurai sampai ke tumit dan kerap muncul dengan tawa menyeramkan.

Ada juga yang menyebut Kuntilanak dengan nama Sundel Bolong.Kata "bolong" ini disebabkan karena konon pada bagian punggung makhluk ini berlubang.

Berbagai versi cerita tentang Kuntilanak atau Sundel Bolong dari masa ke masa selalu menjadi bahan pembicaraan.Salah satunya seperti diceritakan oleh Junasin.Pada suatu malam,masyarakat Atd.ll Sei Alim perkebunan Sei Dadap,Kecamatan Air Batu,Asahan,Sumut,pernah digegerkan oleh kehadiran seorang perempuan cantik yang tak dikenal dan misterius.

Malam itu kebetulan ada tontonan keyboard (organ tunggal) dalam acara pesta.Sudah kebiasaan,apabila ada tontonan,banyak orang yang mencari rezki dengan berjualan,termasuk Junasin yang sehari-harinya berjualan es doger.Malangnya,karena malam itu hujan gerimis,sudah tentu pembeli menjadi berkurang.Ketika Junasin sedang menghitung uang yang diperolehnya malam itu,tiba-tiba datang seorang perempuan cantik berkerudung putih mendekatinya.

"Bang Jun,masih ada dogernya?"
Pemempuan itu bertanya.

"Oh,kau rupanya,Tik!"
Ujar Junasin yang mengenal perempuan itu bernama Sartik.

"Aku haus Bang.Tolong esnya ya!"
Junasin tidak menjawab.Segera dia menuangkan es doger ke gelas dan menyodorkannya kepada Sartik.Dalam hatinya,lumayanlah dapat tambahan uang bayaran satu gelas.

"Satu lagi Bang!"
Sartik meminta
tambahan satu gelas,dua gelas,bahkan tiga gelas.

Junasin mulai heran.Mengapa Sartik begitu kehausan? "Ah,masa bodoh,yang penting es laku," pikirnya dalam hati.Tapi Junasin merasakan bulu kuduknya mulai berdiri.Angin malam tiba-tiba meniupkan aroma wewangian menusuk jantung.

"Lagi Bang Jun!" Pinta gadis itu lagi setelah menghabiskan es doger sebanyak 5 gelas.

Kali ini Junasin agak gugup melayani Sartik.Sudah lima gelas Sartik minum es doger,tapi mengapa masih minta lagi? Jangan-jangan.

Belum sempat Junasin meneruskan kecurigaannya,tiba-tiba Sartik tertawa terkekeh-kekeh,lalu terbang dan menghilang Karuan saja Junasin hampir jatuh pingsan karena ternyata perempuan yang mirip Sartik itu adalah Kuntilanak alias Sundel Bolong.

"Kuntilanak...Kuntilanak..." Teriak Junasin sambil berniat lari,Malangnya,dia terpeleset tanah licin dan jatuh.Ternyata,es doger yang diminum perempuan jelmaan Kuntilanak itu berserakan di tanah.

Penonton keyboard di kampung itu berhamburan mendengar teriakan Junasin.Ada beberapa orang yang menemuinya dan menanyakan apa yang terjadi.Tapi penjual es doger itu sudah jatuh pingsan.Junasin digotong masuk ke rumah salah seorang warga.Setelah siuman,dia menceritakan pengalaman yang baru saja menimpanya.

Ketika ditanya kemana perginya Kuntilanak itu,Junasin yang sudah lama hidup menduga menduda mengatakan,dia melihat makhluk itu terbang ke Bukit Setan.Bagi masyarakat Perkebunan Sei Dadap,nama Bukit Setan tidak asing lagi karena lokasinya antara Pondok Sei Alim (pondok perumahan buruh)
dengan Pondok Kulon.Bukit ini konon memang dihuni oleh makhluk-makhluk halus.

Dulunya,Bukit Setan ini bernama Bukit Daboru yang artinya Bukit Perempuan.Menurut penuturan seorang Datuk (sebutan bagi paranormal setempat) yang bernama Datuk Muda Subuh,Pondok Kulon pada zaman Belanda masih termasuk areal HGU PTPN III Sei Dadap dengan tanaman Karet.Bukit ini dihuni oleh makhluk halus yang semtanya berwujud perempuan cantik.

Berubahnya nama Bukit Daboru menjadi Bukit Setan berawal dari sebuah kisah Ketika Perkebunan Sei Dadap dikuasai Belanda,pernah terjadi peristiwa hilangnya 21 buruh di kawasan bukit itu,yang tidak diketahui rimbanya.Otoritas belanda ketika itu memerintahkan petugas keamanan untuk mencari para buruh tersebut,namun para petugas itu tersesat dan akhirnya turut raib.Mereka tak pernah kembali.

Akhirnya,otoritas perkebunan memanggil Datuk Muda Subuh untuk melihat dan mengupayakan agar mereka yang hilang di Bukit Daboru dapat ditemukan.Namun,Datuk Muda Subuh hanya dapat menggelengkan kepala.Setelah dia menemui Ratu Bukit Daboru bernama mayang Menjurai,ternyata 12 orang buruh (semuanya laki-laki) sudah dijodohkan dengan penghuni Bukit Daboru itu.Beberapa orang yang lain sudah dijadikan pengawal istana oleh ratu tersebut.

Sejak kejadian itulah masyarakat menyebut bukit tersebut dengan nama Bukit Setan,hingga sekarang.

Selang beberapa waktu,kejadian yang menimpa Junasin terulang kembali.Kali ini dialami Marjohan,penduduk Sei Alim Hasak,tidak jauh dari Afdeling ll Pondok Sei Alim.Ketika pada
malam hari dia bersepeda dari Pondok Miri Sei Dadap,pulang ke rumahnya di Sei Alim Hasak.

Dari pondok Miri Emplasmen kebun Sei Dadap melalui jalan Pondok Kulon,terus ke pondok Sei Alim menuju rumahnya di Sei Alim Hasak.Malam itu sebenarnya bulan bersinar terang,namun karena di kiri-kanan jalan adalah tanaman karet,maka suasana begitu lengang.

Di pertengahan jalan,antara Pondok Kulon dan Pondok Sei Alim,tiba-tiba Marjohan melihat sosok manusia tergeletak di bibir pagar jembatan beton.Dia berhenti sejenak dan berpikir,mungkin orang tersebut sakit,atau menjadi korban kejahatan.Marjohan menyandarkan sepedanya di bibir benteng jalan,lalu mendekati orang itu pelan-pelan.

Ternyata seorang wanita ! Marjohan menunduk ingin melihat lebih jelas siapa gerangan perempuan itu sebenarnya.Bersamaan dengan itu,tiba-tiba dia mencium bau harum dari tubuh wanita itu.Akan tetapi belum sempat dia berpikir macam-macam,tiba-tiba perempuan itu bergerak dan duduk.

Sekilas dilihatnya perempuan itu tersenyum.Tapi Marjohan tak mengenalinya.Ketika dalam keremangan malam dia melihat gigi perempuan itu seperti bertaring,maka tubuh Marjohan langsung menggigil.

Ia segera berlari dan mengayuh sepedanya kencang-kencang.Namun,Marjohan lebih terkejut lagi ketika merasakan sepedanya semakin berat.Bahkan,bau harum yang aneh itu tercium semakin dekat di belakangnya.

Ternyata,perempuan yang sebenarnya adalah Sundel Bolong atau Kuntilanak itu sudah berada di boncengannya sambil tertawa terkekeh-kekeh.Sudah tentu Marjohan hampir mati
mati ketakutan.Lututnya seakan copot menggenjot pedal sepeda,akan tetapi sepedanya seakan-akan tak mau berjalan.

Marjohan terus menggenjot sepedanya dengan tenaga yang masih tersisa.Akhirya,karena tak sadar ada tikungan di depannya,sepedanya menggelinding terus hingga masuk ke parit.Setelah itu Marjohan tak ingat apa-apa lagi.

Seperti biasa,beberapa buruh Afdeling ll Sei Alim,berangkat ke arena pekerjaan pagi-pagi sekali.Namun mereka terpaksa menghentikan sepedanya karena melihat Marjohan tergelak di parit.

Pagi yang sejuk menjadi gempar. "Marjohan mati...Marjohan mati ! " Teriak Suryadi,pekerja yang pertama kali melihat Marjohan.

Orang-orang segera berkerumun melihatnya.Mandor besar Pardi yang juga turut melihat,menempelkan telinganya ke dada Marjohan. "Masih ada nafasnya kok ! " Ujarnya.

Lalu dia memerintahkan buruh lainnya mengangkat Marjohan dan membawa ke rumahnya.Marjohan akhirnya siuman dan menceritakan apa yang telah menimpanya.

Dengan dua kejadian tersebut,warga Pondok Sei Alim tidak berani lagi pergi pada malam hari ke Pondok Kulon atau sebaliknya.Sementara itu,tanpa basa-basi,mandor besar Pardi menyampaikan hajat minta tolong kepada Lebai Ajib untuk mengusir kuntilanak dari bukit Setan.Sukurlah,Lebai Ajib bersedia tapi dengan beberapa syarat.Antara lain,dia minta sehelai kain lepas (kain untuk menggendong bayi),sepeda baru yang ada berkonya (lampu),dan minyak duyung.Perburuan dilaksanakan pada malam bulan purnama penuh.

Pada malam yang telah ditentukan,Lebai Ajib meminta agar warga
Pondok Sei Alim berkumpul membuat api unggun di halaman rumah yang agak luas.Perburuan Kuntilanak di Bukit Setan akan segera dimulai.

Dengan membawa kain lepas dan minyak duyung,Lebai Ajib dari Mesjid mengayuh sepeda barunya tepat pukul sepuluh malam,karena dia harus sampai di Bukit Setan pas pukul dua belas tengah malam.

Awan cukup cerah,sehingga bulan purnama penuh terlihat cukup jelas.Sementara itu,warga Pondok Sei Alim sudah menyiapkan api unggung di halaman rumah mandor besar Pardi,sambil menunggu hasil kerja Lebai Ajib dengan perasaan harap-harap cemas.

Walaupun usianya sudah mengarah senja,namun Lebai Ajib masih terlihat kekar dan mampu mengendarai sepeda sejauh 8Km menuju Bukit Setan.Dari Mesjid dia mengayuh sepeda melewati Pondok Jati,Sei Dadap Kedai Muka,Emplasmen Sei Dadap,terus ke Pondok Kulon,kemudian belok kiri menuju arah Pondok Sei Alim.

Sinar bulan purnama penuh tidak dapat langsung menembus jalan karena terlindung celah daun-daun karet yang rimbun.Setelah mendekati kawasan Bukit Setan,Lebai Ajib mulai menyiapkan peralatannya.Kain lepas diselendangkan di kedua bahunya setelah terlebih dahulu diolesi minyak duyung yang telah diisi dengan doa pembelenggu setan.

Dia mengurangi kecepatan sepedanya.Tak lama kemudian,seekor burung malam menyambar kepalanya.Namun Lebai Ajib tenang saja.Dalam hatinya berkata, "Lekaslah kau muncul perempuan sundel ! "

Benar saja,begitu Lebai Ajib mencium bau harum,Kuntilanak itu muncul.Dengan mengenakan gaun berwarna putih,pakai kerudung yang juga berwarna
putih.Perempuan sundel itu duduk di sebuah pokok pohon karet.

"Bang,mau kemana?" Kuntilanak itu bertanya.

Lebai Ajib menjawab. "Mau ke kuburan Pondok Sei Alim,kamu ngapain di sini?" Lebai Abib balik bertanya.Sementara di dalam hatinya di berkata,"Kena kau sekali ini."

"Sama,aku juga mau kesana.Boleh aku ikut denganmu Bang?"

"Ayolah,mari kubonceng!" Ajak Lebai Ajib.

Tanpa bicara lagi,perempuan itu langsung naik di boncengan.Lebai Ajib tak buang waktu.Cepat-cepat dia menyilangkan selendang kain ke badan perempuan itu,lalu mengikatkan ke badannya dengan disimpul mati sekuat-kuatnya,lalu menggenjot sepedanya sekencang mungkin.

Kuburan Sei Alim sebenarnya masih jauh,yaitu perbatasan Dusun Binjai Manis.Satu-satunya jalan adalah melintasi depan rumah mandor besar Pardi.Cara inilah yang akan dilakukan Lebai Ajib.Dia akan membawa Kuntilanak itu melewati rumah mandor besar Pardi.

Melihat ada kobaran api unggun dari kejauhan,perempuan itu meminta agar diturunkan di tikungan yang sunyi.

"Aku turun disini saja Bang!" Pinta perempuan itu,agak panik.

Namun Lebai Ajib seolah-olah tak mendengarkannya.Dia malah mempercepat sepedanya menuju halaman rumah mandor besar Pardi.Perempuan yang di boncengnya itu meronta-ronta sambil mencakar-cakar muka Lebai Ajib.Tapi tak diperdulikannya.Kuntilanak itupun tak bisa melepaskan diri karena sudah di ikat sangat kencang.

"Bang mandor..! Bang mandor..! Ini dia Kuntilanaknya dibelakangku.Cepat tangkap.!" teriak Lebai Ajib.Sambil terengah-engah dia turun dari sepedanya.

Mandor
Pardi dan warga yang sudah ramai ingin melihat Kuntilanak sama-sama bengong.Memang ada sesuatu yang di bonceng Lebai Ajib.Tapi mereka bertanya-tanya, "Kok kuntilanaknya kecil ya?"

Lebai Ajib sendiri heran mengapa para warga hanya diam saja, "Apa lagi yang ditunggu? Lihatlah ini yang kubawa," ujarnya sambil melepaskan kain gendongannya.

Anehnya,perempuan itu sudah berubah menjadi seekor Musang Bulan yang sudah mati.Semua terkejut,tapi mandor Pardi dan warga Pondok Sei Alim percaya bahwa Lebai Ajib telah berhasil menangkap Kuntilanak walaupun kenyataannya dia hanya membawa bangkai Musang Bulan.Setidaknya,muka Lebai Ajib yang masih berdarah dan terdapat luka bekas cakaran,adalah bukti bahwa dia sungguh-sungguh dengan usahanya.

Mandor besar pardi mendekati Lebai Ajib. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan Bapak menangkap Kuntilanak itu,walaupun dalam kenyataannya hanya membawa bangkai Musang.Lalu kita apakan bangkai Musang ini?" ujarnya.

Lebai Ajib yang sedikit malu,meminta maaf karena tidak berhasil membawa Kuntilanak dalam wujudnya yang asli."Kalau begitu,bangkai Musang ini kita bakar saja.Mari kita bacakan ayat Kursyi bersama-sama dan niatkan dalam hati,bahwa kita tidak membakar Musang,akan tetapi membakar Kuntilanak!" Kata Lebai Ajib.

Bangkai Musang Bulan dilemparkan ke tengah api unggun yang sedang menyala.Warga yang menyaksikan ada yang muntah mencium bau anyir yang keluar dari bangkai Musang yang hangus terbakar.Namun,tiba-tiba mereka mendengar suara menjerit-jerit kesakitan dan lenyap.

"
Berarti Kuntilanak itu merubah dirinya menjadi bangkai Musang." Kata mandor besar Pardi.Yang lainnya mengangguk-angguk tanda percaya.