Pada suatu hari Rasulullah mendengar seorang wanita sedang memaki-maki jariyah (budak) kepunyaannya.Padahal wanita itu sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan.Nabi Muhammad segera mengambil makanan dan menyodorkan padanya sambil berkata "makanlah" perempuan itu menjawab "Saya sedang berpuasa ya Rasulullah!"
Rasulullah saw kemudian mengomentari, "Bagaimana mungkin engkau mengaku berpuasa,sementara telah kau maki-maki budakmu.Puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja.Allah juga telah menjadikan puasa sebagai penghalang dari perbuatan tercela,maupun perkataan yang merusak puasa.Alangkah sedikitnya orang yang berpuasa,alangkah banyaknya orang yang menahan lapar saja."
Sepenggal kisah diatas,namun selalu aktual sepanjang masa.Dilema yang sangat jamak terjadi di setiap bulan suci tiba,dimana manusia memang sering gagal mempuasakan lidahnya.Totalitas ubudiyah yang ditampilkan pada Ramadhan sering kali tercoreng noda yang ditoleh oleh kejahatan lidah. Lidah memang tak bertulang tetapi sanggup menjadi sumber bencana kemanusiaan yang sungguh mengerikan.Benang kusut pertikaian,permukaan dan kesumat yang sangkut-menyangkut sepanjang zaman,kebanyakan berawal dari bencana lidah.Karena ia mampu menembus segala yang tidak sanggup ditembus oleh tajamnya pisau.Luka yang di hasilkan lidah lebih perih dari sayatan sembilu.Jika satu bedil meledak satu nyawa bakal melayang,tapi bila lidah yang terlampau tajam,maka orang sekampung,senegara atau bahkan sedunia yang akan sengsara dan merana.
Bencana lidah lebih dahsyat dari pada bencana alam,karena ia mampu menerobos langsung ke wilayah yang paling sensitif dari kemanusiaan kita.Pertikaian atau kemelut kusut yang meliliti bila ditelusuri sering pada keganasan lidah.Sehingga tanpa disadari kekerasan lidah telah membuat umat ini kehilangan keutuhan diri. Ramadhan sebagai kawahcandradimuka penggodokan pribadi Islam menawarkan variasi pilihan dalam hal penempaan kualitas diri,lahir maupun batin.Bukan hanya perjuangan menahan lapar dan dahaga,atau pameran ketangguhan dari aksi mogok makan.Pada level yang lebih tinggi kita dituntut bijaksana mempuasakan segenap anggota tubuh,teristimewa menahan lidah dari segala aktifitas negatifnya.
Bagi seseorang pribadi mukmin sejati lebih memilih diam,ketimbang berbicara hal-hal yang tercela dan menimbulkan malapetaka.Sebagaimana tuntunan Rasulullah dalam haditsnya,Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir,hendaklah ia mengucapkan perkataan yang baik atau ctkup diam saja (Hadits). Ironisnya,banyak orang berpuasa sekedar menutup mulut dari kemasukan makanan dan minuman.Sementara justru pada kesempatan lain mulutnya tetap menganga kala mengumbar fitnah,caci maki serta menghina orang.Ketika itu ternodalah statusnya sebagai tamu Allah di bulan suci ini,sekaligus kehilangan hak untuk merasakan nikmatnya ibadah puasa. Oleh Imam Ghazali puasa lisan disebut juga dengan puasa khusus,karena praktiknya lebih rumit ketimbang puasa perut.Disebutkan bahwa untuk mencapai derajat khusus ini ada dua perkara yang perlu dihindari:
1.Laghw yaitu perkataan atau perbuatan yang tidak ada manfaatnya,seperti ngobrol ngalor ngidul tak tentu arah,pepesan kosong,bualan penuh tipuan dan sebagainya.
2.Rafats yaitu perkataan yang keji dan kotor.
Disela waktu luang menjelang saat berbuka datang,sementara orang yang mengaku berpuasa masih suka mengobrol untuk bergunjing,mendiskusikan lawan jenis,mengorek kekurangan tetangga dan memposisikan diri seolah tanpa cacat cela.Sedikit sekali yang memilih berkumpul membicarakan hal-hal yang berguna atau memperbanyak zikir kepada Allah.
Sebaiknya di bulan suci ini bukan sekedar pelarangan pembukaan rumah makan,kafe dan tempat hiburan.Juga hendaknya dianjurkan para petulalang lidah berpuasa dari caci maki,mengorek aib lawan maupun kawan atau mengumbar janji-janji kosong.Sekaligus dikampanyekan puasa lidah,di mana suami istri tidak merasa perlu bertengkar perihal persiapan lebaran yang mungkin sangat sederhana.Termasuk bagi para penceramah yang begitu indah merangkai kata perihal amalan berguna serta kebijakasanaan.Sementara diri dan keluarganya jauh dari nilai-nilai ideal yang ia suguhkan buat jamaah. Berbahagialah orang yang menahan kelebihan bicaranya dan memberikan kelebihan hartanya.Serta celakalah orang yang sibuk dengan cacat cela orang lain sehingga membuatnya lupa dengan aib sendiri.
BERBAGI TENTANG: APLIKASI HP,APLIKASI PERANGKAT KERAS,ISLAM,KESEHATAN,MISTERI,PROMO GSM DAN LAIN-LAIN.
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Agustus 2011
RAHASIA KEISTIMEWAAN LAILATUL QADAR
Lailatul Qadar,atau malam yang agung,atau malam nan mulia itu,adalah salah satu dari malam-malam di bulan Ramadhan.Dan dalam Al- Qur'an surah 44 ayat 3,malam yang agung tersebut pula sebagai "malam yang diberkahi."
Mengapa disebut juga sebagai "malam yang diberkahi" ? sebab dari gelap terbitlah terang,dari kebodohan (jahiliya) yang muncullah kebijakan,berkat wahyu Allah yang menyorotkan cahaya tauhid dan cahaya keilmuan kesegenap peradaban alam semesta.
Malam yang agung lebih baik dari seribu bulan dalam arti lebih baik dari pada panjang umur yang tanpa makna.Saat turunnya wahyu awal yang menyadarkan nilai lurus kepada umat yang bernilai bengkok,sudah barang tentu lebih baik ketimbang 1000 bulan yang hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan keji,yang hanya ditata lewat perbuatan nista.Oleh karena itu,Lailatur Qadar yang datang di bulan Ramadhan bukanlah sekedar undian malam,yang secara untung- untungan didapatkan orang.
Lailatul Qadar adalah kesadaran plus yang akan datang pada diri manusia yang bertujuan gigih menegakkan nilai-nilai Al Qur'an,lewat tafakur luhur,lewat penambangan ilmu yang tiada jemu,lewat amal penuh iman yang tanpa bosan.Tidak mungkin Lailatul Qadar itu datang dari diri muslim yang jiwa juangnya berkeping- keping,tidak utuh,munafik,dan sekuler.Mengapa ? Sebab Lailatul Qadar adalah kesadaran semesta yang tak mungkin terusung oleh porak- porandanya keutuhan iman dan Islam.
Nilai yang sangat mulia itu tidak mungkin terusung oleh kemusliman yang keropos,yang berharga hanya kulit yang dalamnya kosong bak kepompong.Manusia yang dialiri nilai Al- Qur'an dalam debit yang cepat meloncati takaran ruang waktu biasa,adalah manusia paling bahagia.Sebab hijab kesadarannya terbuka secara semesta,dalam arti bahwa sekedarannya tak sekadar kesadaran parsial,namun sebuah kesadaran nilai yang multi pikir dan multi ras.
Dan multi pikir yang bergabung dalam multi rasa atas kesadaran manusia,tak pelak lagi dapat menjelmakan kemampuan multi pandang yang tiada sumpek,ya tentang dirinya sendiri,bahkan tentang segenap ciptaan Allah dari mulai serangga yang kecil mungil,hingga keluasan jagat raya yang tiada tara.Memang Allah itu Maha Besar,yang Kemahabesarannya tak terkuak oleh takaran pikir manusia.Pada malam Lailatul Qadar para malaikat berbondong-bondong menuju bumi yang bermelodikan tasbih,tahmid dan takbir,sambil memboyong wahyu-wahyu Allah guna menyelamatkan bumi yang penuh keresahan.
Lailatul Qadar menciptakan air kedamaian kepada jiwa yang ingin dicapai.Lantas cipratan air asihNya menyegarkan kalbu yang berbakti kepada Allah,di surau-surau,di masjid-masjid luas,atau di sajadah-sajadah wangi yang tergelar di rumah- rumah reyot.
Berkat Lailatur Qadar yang agung,bumi yang mati rohani menjadi hidup kembali.Sedangkan bumi yang nilai rohaninya telah hidup akan semakin hidup lagi.Hingga terbit fajar,malam yang mulia itu akan tetap damai,berkat ilmu yang membawa iman,berkat yang mewedar ilmu.
Para malaikat berbondong membawa kabar gembira tentang hari kemenangan bagi para pejuang kebenaran.Kemenangan akhir yang tanpa meriam besi.bukan basa-basi,yang menjelmakan kesadaran akhir.
Kesadaran akhir ialah sadar betapa kecilnya manusia di tengah alam raya ini.Tatkala bintang dan plamet sujud dalam rotasi dan orbitnya,fenomena itu merupakan ayat yang tersimak penuh syukur sehingga manusia malu andai tak sujud.
Tatkala pohon bertangkai,berdaun,berbunga,dan berbuah berkat rukuknya.alangkah malu mukmim yang sadar andai tak rukuk.Apa yang dipandang di seputarnya,dari tabiat semut hingga gajah,dari tabiat rumput hingga jati yang diberikati,dari tabiat air yang membeku,dari tabiat awan yang menurunkan hujan,bahkan dari tawon yang membingkiskan madu,sudah bukan lagi merupakan sebuah tontonan kosong.
Semuanya jadi terkesima berkat kesadaran akhir,yang membuahkan rasa kagun terhadap sang kreator para makhluk,yang kekaguman itu menjelmakan rasa syukur dan meredam kufur.Lailatul Qadar yang memahatkan rasa syukur kepada insan terpilih,syukurnya akan membuahkan amal yang amat indah,amal yang tanpa pamrih materi,amal saleh demi pengabdian terhadap Yang Maha Esa,sebagai realisasi dari rohani hidup yang menebarkan nilai kehidupan damai bagi pribadinya,sanak keluarganya,bahkan bagi masyarakat sekitarnya.
Dan bagi abdi yang berkalbu indah,tetangga adalah kerabat dekatnya,sesama muslim adalah saudara seperjuangannya,kemiskinan adalah lahan santunannya,dan para yatim piatu menjadi anak asuh yang dicintainya.
Ternyata Al-Qur'an yang mulia diwahyukan di malam Qadar yang penuh berkah itu keindahannya bukanlah sekedarsusunan kata- katanya,atau sekedar masih membacanya.namun bagi kesadaran akhir sejauh mana Al-Quran itu diamalkan.Walhasil,bagi kesadaran akhir,Qur'an yang "hidup" menjelmakan amal yang hidup,Qur'an yang indah menjelmakan amal yang indah,yang keindahannya melebihi segala yang indah.
KETIBAN SIAL KARENA MENINGGALKAN SHOLAT TARAWIH
Pada waktu itu bertepatan bulan suci Ramadhan.Kebetulan waktu saya kerja di Karawang,PT di tempatku bekerja karyawannya diharuskan dan tidak diperbolehkan tingga di luar,melainkan harus tinggal di mess yang sudah disiapkan oleh perusahaan tersebut.Sudah menjadi kebiasaan di mess,kalau bulan suci Ramadhan selalu diadakan sholat tarawih berjamaah.
Pada suatu malam,saya dan teman saya,berniat menyusun rencana untuk tidak sholat Tarawih,saya dan teman saya menelusup keluar dengan mengendarai sepeda,sampai di luar kami sangat gembira karena kami dapat melaksanakan rencana yang telah kami susun berdua.Sambil berboncengan,saya dan teman saya bersenda gurau.Tanpa kami sadari kami sudah di persimpangan jalan yang akan kami tuju.
Saya dan teman saya tambah semakin gembira karena tidak akan lama lagi kami akan sampai di tempat tujuan.Pada saat itulah arah yang berlawanan ada seorang pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor,karena saya terlalu kencang mengendarai sepeda,saya sempat bingung pemuda pengendara sepeda motor itu mau belok kanan atau kiri,karena pas di tengah-tengah jalan itu ada sebuah tugu yang cukup tinggi.Karena tidak dapat mengatasi situasi,akhirnya saya menabrak tugu itu.Tidak disangsikan lagi,sepeda yang saya kendarai jatuh dan kami berguling di aspal.Akibatnya kuku ibu jari kaki saya lepas dan lutut serta kulit teman saya pun terkelupas.Dengan bersusah payah,saya dan teman meringis menahan sakit,namun perlahan-lahan kami tetap berjalan sambil membawa sepeda yang sudah tidak beraturan lagibentuknya.
Sampai di tempat yang kami tuju,tempat saudara satu kampung saya,alangkah terkejutnya dia melihat kami yang sudah luka dan berdarah yang sejak tadi mengalir.Tanpa menunggu lama,kami langsung disuruh masuk dan membersikan luka dengan air hangat dan memberi obat luka serta perban untuk pembalut luka.Setelah beberapa bulan kemudian,Alhamdulillah kuku ibu jari saya sembuh dan tumbuh seperti sedia kala.
Pada suatu malam,saya dan teman saya,berniat menyusun rencana untuk tidak sholat Tarawih,saya dan teman saya menelusup keluar dengan mengendarai sepeda,sampai di luar kami sangat gembira karena kami dapat melaksanakan rencana yang telah kami susun berdua.Sambil berboncengan,saya dan teman saya bersenda gurau.Tanpa kami sadari kami sudah di persimpangan jalan yang akan kami tuju.
Saya dan teman saya tambah semakin gembira karena tidak akan lama lagi kami akan sampai di tempat tujuan.Pada saat itulah arah yang berlawanan ada seorang pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor,karena saya terlalu kencang mengendarai sepeda,saya sempat bingung pemuda pengendara sepeda motor itu mau belok kanan atau kiri,karena pas di tengah-tengah jalan itu ada sebuah tugu yang cukup tinggi.Karena tidak dapat mengatasi situasi,akhirnya saya menabrak tugu itu.Tidak disangsikan lagi,sepeda yang saya kendarai jatuh dan kami berguling di aspal.Akibatnya kuku ibu jari kaki saya lepas dan lutut serta kulit teman saya pun terkelupas.Dengan bersusah payah,saya dan teman meringis menahan sakit,namun perlahan-lahan kami tetap berjalan sambil membawa sepeda yang sudah tidak beraturan lagibentuknya.
Sampai di tempat yang kami tuju,tempat saudara satu kampung saya,alangkah terkejutnya dia melihat kami yang sudah luka dan berdarah yang sejak tadi mengalir.Tanpa menunggu lama,kami langsung disuruh masuk dan membersikan luka dengan air hangat dan memberi obat luka serta perban untuk pembalut luka.Setelah beberapa bulan kemudian,Alhamdulillah kuku ibu jari saya sembuh dan tumbuh seperti sedia kala.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
1.MAKAN DAN MINUM DENGAN SENGAJA
Semua ulama mazhab sepakat kalau hal ini wajib di qadha.Namun,mereka berbeda pendapat dalam menetapkan kewajiban kafarah.Imam Syafi'i dan Hambali tidak mewajibkan pendapat ini yang paling banyak di gunakan,sementara Imam Hanafi mewajibkannya.Sedang bagi orang yang makan dan minum dengan atau karena lupa,maka tidak harus mengqadha dan tidak pula membayar kafarah.
2.MENGELUARKAN SPERMA
Sperma (air mani) bukan karena persetubuhan (istimna'/onani/masturbasi),baik istimna' yang diharamkan seperti mengeluarkan air mani dengan tangan sendiri maupun istimna' dengan tangan istri.Begitu juga,puasa seseorang akan batal karena mengeluarkan air mani disebabkan oleh bersentuhan,mencium,atau tidur dengan perempuan tanpa mengenakan pakaian.Semua ini diwajibkan mengqadha.Sedangkan,bersetubuh secara sengaja di siang hari itu membatalkan puasa dengan kewajiban mengqadha dan membayar kafarah.Semua ulama mazhab menyepakati hal ini.Cara membayar kafarahnya adalah:
1.Memerdekakan budak.
2.Bila hal ke 1 tidak mampu,maka diwajibkan puasa selama dua bulan berturut-turut.
3.Jika yang ke 2 tidak bisa dipenuhi,maka ia harus memberikan makan kepada enam puluh orang fakir miskin.Sistim pembayaran kafarah tersebut berdasarkan pendapat Imam Syafi'I,Namun,menurut Imam Hanafi.Namun,menurut Imam Malik,tiga bentuk kafarah itu bisa dipilih.Artinya seorang mukallaf diperbolehkan untuk memilih salah satunya sesuai kehendaknya.
3.MUNTAH DENGAN SENGAJA
Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat bahwamuntah dengan sengaja wajib mengqadha.Tetapi menurut Imam Hanafi,orang muntah itu tidak membatalkan puasa,kecuali kalau muntahnya itu memenuhi mulutnya.Sedang Imam Hambali berpendapat kalau muntah karena terpaksa itu tidak membatalkan puasa.
4.KEMASUKAN AIR BEKAS BERKUMUR
(istinsyaq) yang disyariatkan ke dalam tenggorokan.Dengan catatan berkumur atau istinsyaqnya itu dilakukan secara berlebihan.
5.MENELAN INGUS ATAU DAHAK
Yakni,ingus atau dahak yang turun dari kepala atau tenggorokan.Adapun jika ingus atau dahak itu tertelan dengan sendirinya dan tidak bisa dibuang,maka puasa seseorang itu tidak batal.
6.KEMASUKAN SESUATU KE DALAM TENGGOROKAN
Walaupun sebesar semut kecil atau kemasukan sesuatu benda yang tidak bisa dimakan seperti batu kerikil atau tanah.
7.DISUNTIK DENGAN CAIRAN
Hal ini dapat membatalkan puasa.Karena itu bagi yang disuntik diwajibkan mengqadha.Begitulah semua ulama mazhab berpendapat.
Semua ulama mazhab sepakat kalau hal ini wajib di qadha.Namun,mereka berbeda pendapat dalam menetapkan kewajiban kafarah.Imam Syafi'i dan Hambali tidak mewajibkan pendapat ini yang paling banyak di gunakan,sementara Imam Hanafi mewajibkannya.Sedang bagi orang yang makan dan minum dengan atau karena lupa,maka tidak harus mengqadha dan tidak pula membayar kafarah.
2.MENGELUARKAN SPERMA
Sperma (air mani) bukan karena persetubuhan (istimna'/onani/masturbasi),baik istimna' yang diharamkan seperti mengeluarkan air mani dengan tangan sendiri maupun istimna' dengan tangan istri.Begitu juga,puasa seseorang akan batal karena mengeluarkan air mani disebabkan oleh bersentuhan,mencium,atau tidur dengan perempuan tanpa mengenakan pakaian.Semua ini diwajibkan mengqadha.Sedangkan,bersetubuh secara sengaja di siang hari itu membatalkan puasa dengan kewajiban mengqadha dan membayar kafarah.Semua ulama mazhab menyepakati hal ini.Cara membayar kafarahnya adalah:
1.Memerdekakan budak.
2.Bila hal ke 1 tidak mampu,maka diwajibkan puasa selama dua bulan berturut-turut.
3.Jika yang ke 2 tidak bisa dipenuhi,maka ia harus memberikan makan kepada enam puluh orang fakir miskin.Sistim pembayaran kafarah tersebut berdasarkan pendapat Imam Syafi'I,Namun,menurut Imam Hanafi.Namun,menurut Imam Malik,tiga bentuk kafarah itu bisa dipilih.Artinya seorang mukallaf diperbolehkan untuk memilih salah satunya sesuai kehendaknya.
3.MUNTAH DENGAN SENGAJA
Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat bahwamuntah dengan sengaja wajib mengqadha.Tetapi menurut Imam Hanafi,orang muntah itu tidak membatalkan puasa,kecuali kalau muntahnya itu memenuhi mulutnya.Sedang Imam Hambali berpendapat kalau muntah karena terpaksa itu tidak membatalkan puasa.
4.KEMASUKAN AIR BEKAS BERKUMUR
(istinsyaq) yang disyariatkan ke dalam tenggorokan.Dengan catatan berkumur atau istinsyaqnya itu dilakukan secara berlebihan.
5.MENELAN INGUS ATAU DAHAK
Yakni,ingus atau dahak yang turun dari kepala atau tenggorokan.Adapun jika ingus atau dahak itu tertelan dengan sendirinya dan tidak bisa dibuang,maka puasa seseorang itu tidak batal.
6.KEMASUKAN SESUATU KE DALAM TENGGOROKAN
Walaupun sebesar semut kecil atau kemasukan sesuatu benda yang tidak bisa dimakan seperti batu kerikil atau tanah.
7.DISUNTIK DENGAN CAIRAN
Hal ini dapat membatalkan puasa.Karena itu bagi yang disuntik diwajibkan mengqadha.Begitulah semua ulama mazhab berpendapat.
MENYONGSONG LAILATUL QADAR DENGAN I'TIKAF
Banyak orang ingin menemukan Lailatul Qadar,malam istimewa yang dikatakan Qur'an sebagai "malam yang lebih baik dari seribu bulan." Mereka ingin menyaksikan bagaimana para malaikat dan Jibril turun ke bumi dengan izin Allah.Dengan penuh harap mereka ingin menyaksikan peristiwa yang terjadi setahun sekali itu.
Mungkinkah itu terjadi ? Menurut Nabi peristiwa itu muncul setiap bulan Ramadhan.Demikian diterangkan dalam sebuah hadist.Namun,malam ke berapa,memang tanggal 17 bulan Ramadhan karena pada malam itulah wahyu pertama diturunkan.Tapi sebagian ulama lagi mengatakan pada malam- malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.Jadi sangat memungkinkan bagi siapa pun untuk menemukan malam kemuliaan itu pada waktu-waktu tersebut.
Bagaimana cara menemukan Lailatul Qadar ? Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Siti Aisyah: Bahkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Beliau SAW mengikatkan kainnya (tidak berhubungan intim) dan menghidupkan malamnya dengan ibadah serta membangunkan keluarganya.Jelasnya pada sepuluh hari terakhir itu Rasulullah SAW beri'tikaf.
Pengertian i'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.Menurut Ibnu Rajab,i'tikaf itu memutuskan hubungan dengan selain Allah dan menghubungkan diri dengan Allah terus menerus tanpa terputus.
Prilaku i'tikaf ini diikuti oleh isteri-isteri Nabi dan juga para sahabat.Setelah Beliau wafat ibadah ini tetap mereka jalankan.Sebagai sarana untuk dapat menemukan Lailatul Qadar.Para ulama yang datang kemudian juga melalukan hal yang sama.
Karena itu siapapun yang ingin menyaksikan malam kemuliaan itu harus melakukan i'tikaf.Sebagaimana yang dilakukan Nabi,para sahabat dan ahli warisnya.Maka penting sekali memahami seluk-beluk i'tikaf.
Berikut ini uraiannya:
1.I'tikaf harus dilakukan di masjid Jami',yakni masjid yang memiliki jamaah yang besar.Hal ini agar mu'takif (orang yang beri'tikaf) tidak ketinggalan berjamaah shalat lima waktu dan sholat Jum'at.
2.I'tikaf dimulai waktu Shubuh tanggal 20 Ramadhan.Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan,Rasulullah SAW,jika i'tikaf Beliau shalat fajar (Subuh).Lalu masuk ke tempat i'tikaf.
3.Selama i'tikaf,mu'takif (orang yang beri'tikaf) harus banyak melakukan shalat sunnah,membaca Al-Qur'an dan berdzikir kepadaNya dengan mengucapkan istigfar,tasbih,tahmid,tahlil dan shalawat kepada Khanjeng Nabi SAW.
4.Syarat syah i'tikaf ada tiga macam,yaitu Islam,berakal sehat dan suci dari hadas besar (haid,nifas,melahirkan,keluar mani dan bersetubuh walau tak keluar mani).Jika seseorang mengalami hadas besar,maka terlebih dahulu harus melakukan mandi besar (junub),sebelum i'tikaf.Yaitu membasuh seluruh badan dengan air suci.Seseorang yang mengalami hadas besar bukan hanya tidak syah beri'tikaf tetapi juga dilarang tinggal di masjid walaupun tidak untuk i'tikaf.
5.I'tikaf masjid batal karena terjadi dua hal,yaitu bersetubuh dan keluar masjid tanpa udzur (halangan).Firman Allah SWT, "Janganlah kamu campur dengan isterimu sedangkan kamu i'tikaf dalam masjid. (QS.Al-Baqarah:187).
6.Keluar masjid untuk melakukan mandi atau buang hajad tidak membatalkan i'tikaf.Begitu pula keluar untuk berwudhu.
7.Termasuk kegiatan i'tikaf,membaca kitab-kitab tafsir dan menelaah kitab-kitab hadist.
8.Seseorang yang sedang beri'ktikaf tidak banyak bicara di masjid apalagi bicara masalah dunia.Namun bukan berarti harus membisu.Ketika ada orang bertanya dia harus menjawabnya.
Dengan uraian tersebut,tampaklah bahwa i'tikaf itu cukup berat.Bagi orang- orang yang sibuk rasanya sulit sekali melakukannya.Bahkan bagi para pilot,masinis,atau mereka yang mobilitasnya tinggi hampir mustahil melakukan i'tikaf.Karena mereka bekerja sesuai jadwal waktu yang ketat.Begitu juga seorang polisi lalu lintas tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya untuk melakukan i'tikaf di masjid,kecuali bila dia sedang mendapat cuti panjang.
Masalahnya sekarang apakah tanpa i'tikaf Lailatul Qadar tak dapat disaksikan ? Pada prinsipnya di mana pun orang bisa menyaksikannya,tidak harus di dalam masjid.Karena peristiwa itu disaksikan bukan dengan mata lahir tapi dengan mata batin,dengan hati nurani.
Sedangkan hati nurani tidak dapat dibatasi ruang dan waktu.Yang penting hati bisa terus berkonsentrasi.Namun tentu saja hati sangat dipengaruhi penglihatan dan pendengaran.Berkonsentrasi di tempat ramai jauh lebih sulit dibandingkan jika di tempat sepi.
Barangkali inilah pentingnya i'tikaf di masjid.Karena itu Nabi SAW,para sahabat,juga para ulama hingga kini sengaja menyediakan waktu untuk itu.Memang,menyediakan waktu untuk beri'tikaf di zaman modern seperti sekarang bukan hal mudah.Sekali lagi,kesibukan duniawi seakan menjadi suatu penghalang yang sangat besar.Terutama bagi orang yang bekerja di sebuah instansi atau perusahaan yang menuntut disiplin waktu.Gara-gara i'tikaf orang bisa dipecat.Atau gara- gara i'tikaf orang kehilangan kesempatan mendapatkan uang untuk menafkahi keluarganya.
Namun patut juga diingat bahwa Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.Jauh lebih berharga dari uang dan perak serta emas.Jadi,bila memungkinkan,sedapat mungkin berusahalah untuk melakukan i'tikaf.
Mungkinkah itu terjadi ? Menurut Nabi peristiwa itu muncul setiap bulan Ramadhan.Demikian diterangkan dalam sebuah hadist.Namun,malam ke berapa,memang tanggal 17 bulan Ramadhan karena pada malam itulah wahyu pertama diturunkan.Tapi sebagian ulama lagi mengatakan pada malam- malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.Jadi sangat memungkinkan bagi siapa pun untuk menemukan malam kemuliaan itu pada waktu-waktu tersebut.
Bagaimana cara menemukan Lailatul Qadar ? Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Siti Aisyah: Bahkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Beliau SAW mengikatkan kainnya (tidak berhubungan intim) dan menghidupkan malamnya dengan ibadah serta membangunkan keluarganya.Jelasnya pada sepuluh hari terakhir itu Rasulullah SAW beri'tikaf.
Pengertian i'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.Menurut Ibnu Rajab,i'tikaf itu memutuskan hubungan dengan selain Allah dan menghubungkan diri dengan Allah terus menerus tanpa terputus.
Prilaku i'tikaf ini diikuti oleh isteri-isteri Nabi dan juga para sahabat.Setelah Beliau wafat ibadah ini tetap mereka jalankan.Sebagai sarana untuk dapat menemukan Lailatul Qadar.Para ulama yang datang kemudian juga melalukan hal yang sama.
Karena itu siapapun yang ingin menyaksikan malam kemuliaan itu harus melakukan i'tikaf.Sebagaimana yang dilakukan Nabi,para sahabat dan ahli warisnya.Maka penting sekali memahami seluk-beluk i'tikaf.
Berikut ini uraiannya:
1.I'tikaf harus dilakukan di masjid Jami',yakni masjid yang memiliki jamaah yang besar.Hal ini agar mu'takif (orang yang beri'tikaf) tidak ketinggalan berjamaah shalat lima waktu dan sholat Jum'at.
2.I'tikaf dimulai waktu Shubuh tanggal 20 Ramadhan.Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan,Rasulullah SAW,jika i'tikaf Beliau shalat fajar (Subuh).Lalu masuk ke tempat i'tikaf.
3.Selama i'tikaf,mu'takif (orang yang beri'tikaf) harus banyak melakukan shalat sunnah,membaca Al-Qur'an dan berdzikir kepadaNya dengan mengucapkan istigfar,tasbih,tahmid,tahlil dan shalawat kepada Khanjeng Nabi SAW.
4.Syarat syah i'tikaf ada tiga macam,yaitu Islam,berakal sehat dan suci dari hadas besar (haid,nifas,melahirkan,keluar mani dan bersetubuh walau tak keluar mani).Jika seseorang mengalami hadas besar,maka terlebih dahulu harus melakukan mandi besar (junub),sebelum i'tikaf.Yaitu membasuh seluruh badan dengan air suci.Seseorang yang mengalami hadas besar bukan hanya tidak syah beri'tikaf tetapi juga dilarang tinggal di masjid walaupun tidak untuk i'tikaf.
5.I'tikaf masjid batal karena terjadi dua hal,yaitu bersetubuh dan keluar masjid tanpa udzur (halangan).Firman Allah SWT, "Janganlah kamu campur dengan isterimu sedangkan kamu i'tikaf dalam masjid. (QS.Al-Baqarah:187).
6.Keluar masjid untuk melakukan mandi atau buang hajad tidak membatalkan i'tikaf.Begitu pula keluar untuk berwudhu.
7.Termasuk kegiatan i'tikaf,membaca kitab-kitab tafsir dan menelaah kitab-kitab hadist.
8.Seseorang yang sedang beri'ktikaf tidak banyak bicara di masjid apalagi bicara masalah dunia.Namun bukan berarti harus membisu.Ketika ada orang bertanya dia harus menjawabnya.
Dengan uraian tersebut,tampaklah bahwa i'tikaf itu cukup berat.Bagi orang- orang yang sibuk rasanya sulit sekali melakukannya.Bahkan bagi para pilot,masinis,atau mereka yang mobilitasnya tinggi hampir mustahil melakukan i'tikaf.Karena mereka bekerja sesuai jadwal waktu yang ketat.Begitu juga seorang polisi lalu lintas tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya untuk melakukan i'tikaf di masjid,kecuali bila dia sedang mendapat cuti panjang.
Masalahnya sekarang apakah tanpa i'tikaf Lailatul Qadar tak dapat disaksikan ? Pada prinsipnya di mana pun orang bisa menyaksikannya,tidak harus di dalam masjid.Karena peristiwa itu disaksikan bukan dengan mata lahir tapi dengan mata batin,dengan hati nurani.
Sedangkan hati nurani tidak dapat dibatasi ruang dan waktu.Yang penting hati bisa terus berkonsentrasi.Namun tentu saja hati sangat dipengaruhi penglihatan dan pendengaran.Berkonsentrasi di tempat ramai jauh lebih sulit dibandingkan jika di tempat sepi.
Barangkali inilah pentingnya i'tikaf di masjid.Karena itu Nabi SAW,para sahabat,juga para ulama hingga kini sengaja menyediakan waktu untuk itu.Memang,menyediakan waktu untuk beri'tikaf di zaman modern seperti sekarang bukan hal mudah.Sekali lagi,kesibukan duniawi seakan menjadi suatu penghalang yang sangat besar.Terutama bagi orang yang bekerja di sebuah instansi atau perusahaan yang menuntut disiplin waktu.Gara-gara i'tikaf orang bisa dipecat.Atau gara- gara i'tikaf orang kehilangan kesempatan mendapatkan uang untuk menafkahi keluarganya.
Namun patut juga diingat bahwa Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.Jauh lebih berharga dari uang dan perak serta emas.Jadi,bila memungkinkan,sedapat mungkin berusahalah untuk melakukan i'tikaf.
Sabtu, 30 April 2011
KEDAHSYATAN SURAT YAASIIN
Surat Yaasiin yang terdiri dari 83
ayat termasuk dalam golongan Surat Makiyah,yakni ayat-ayat yang di
turunkan di Mekkah atau sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.Dan
surat ini di turunkan sesudah surat Jin.
Sebagaimana halnya arti huruf yang terdapat pada permulaan beberapa surat Al Qur'an maka arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini adalah Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal penting.Di antaranya,Allah bersumpah dengan Al-Qur'an bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar seorang Rasul yang diutusNya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka Rasul-rasul lain.
Pokok-pokok isi Surat Yaasiin meliputi:
1.Keimanan:Bukti-bukti adanya hari kebangkitan,Al-Qur'an bukanlah syair,ilmu,kekuasaan dan rahmat Allah,Surga dari sifat-sifatNya yang disediakan bagi orang-orang mu'min,mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagiNya,anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.
2.Kisah-kisah utusan Nabi Isa AS. dengan penduduk Anthakinya.
3.Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musrik,Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan,semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah,ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba-tiba,Allah menghibur hati Rasulullah SAW atas sikap kaum musyrikin yang menyakiti hatinya.
Selain Surat Al Ikhlas,Ayat Qursy dan Surat Al Waqi'ah,Surat Yaasin merupakan salah satu surat yang ucap dibaca oleh kaum muslim,terutama pada tiap-tiap malam Jum'at.Karena itu,tak ada salahnya jika kita saling mengingatkan,betapa Surat Yaasin ternyata memiliki demikian banyak faedah bagi yang membacanya.
Di dalam beberapa hadist tersurat dengan jelas tentang keutamaan Surat Yaasin.Dari Anas RA,Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati,adapun hatinya Al-Qur'an adalah Yaasin.Siapa yang membaca Yaasin,maka Allah menulis baginya dengan membacanya itu seperti membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (HR.Tirmudzi).
Dari Anas RA,Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Siapa yang masuk makrobah (makam) kemudian membaca Surat Yaasin,maka Allah meringankan siksanya ahli kubur sampai satu hari dan memberi berbagai kebajikan." (Al Hadist).
Dari Abu Huraisah RA,Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Siapa yang membaca Surat Yaasin pada malam Jum'at maka paginya ia mendapatkan amapunan." (Al Hadist)
"Siapa yang membaca Surat Yaasin dengan tulus ikhlas karena Allah,maka diampunkan baginya dosa-dosa yang lalu,maka bacakanlah pada orang-orang yang akan mati atau orang yang telah mati." (HR.Baihaqi).
Dari Aisyah RA.Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Di dalam Al-Qur'an ada surat yang dapat memberi syafaat kepada orang yang membacanya dan memberikan ampunan kepada orang yang mendengarkan.Itulah Surat Yaasin yang di dalam kitab Taurat dinamakan surat Al Mu'ammamah.Rasulullah SAW ditanya, "Yaa Rasulullah,mengapa surat Yaasin dinamakan surat Al Muammamah?"
Nabi SAW menjawab, "Ya,sebab orang yang membaca itu akan mendapat kebajikan dunia dan akan dihilangkan bencana akhirat.Dan Surat Yaasin itu juga dinamakan surat Ad Daafi'ah dan Al Qaadhiyah."
Nabi SAW ditanya, "Yaa Rasulullah,mengapa surat Yaasin dinamakan Ad Daafi'ah dan Al Qaadhiyah?" Nabi SAW menjawab, "Surat Yaasin apabila dibaca bisa menolak perkara yang jelek dan bisa mendatangkan segala hajatnya."
"Siapa yang membiasakan membaca Surat Yaasiin kemudian mati,maka ia termasuk mati syahid." (Al Hadist).
Uraikan di atas membuat kita semakin sadar akan faedah dari Surat Yaasiin.Apa lagi jika sehari-hari,kita mampu meluangkan waktu dan mau membacanya dengan ikhlas.
Sebagaimana halnya arti huruf yang terdapat pada permulaan beberapa surat Al Qur'an maka arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini adalah Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal penting.Di antaranya,Allah bersumpah dengan Al-Qur'an bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar seorang Rasul yang diutusNya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka Rasul-rasul lain.
Pokok-pokok isi Surat Yaasiin meliputi:
1.Keimanan:Bukti-bukti adanya hari kebangkitan,Al-Qur'an bukanlah syair,ilmu,kekuasaan dan rahmat Allah,Surga dari sifat-sifatNya yang disediakan bagi orang-orang mu'min,mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagiNya,anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.
2.Kisah-kisah utusan Nabi Isa AS. dengan penduduk Anthakinya.
3.Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musrik,Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan,semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah,ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba-tiba,Allah menghibur hati Rasulullah SAW atas sikap kaum musyrikin yang menyakiti hatinya.
Selain Surat Al Ikhlas,Ayat Qursy dan Surat Al Waqi'ah,Surat Yaasin merupakan salah satu surat yang ucap dibaca oleh kaum muslim,terutama pada tiap-tiap malam Jum'at.Karena itu,tak ada salahnya jika kita saling mengingatkan,betapa Surat Yaasin ternyata memiliki demikian banyak faedah bagi yang membacanya.
Di dalam beberapa hadist tersurat dengan jelas tentang keutamaan Surat Yaasin.Dari Anas RA,Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati,adapun hatinya Al-Qur'an adalah Yaasin.Siapa yang membaca Yaasin,maka Allah menulis baginya dengan membacanya itu seperti membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (HR.Tirmudzi).
Dari Anas RA,Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Siapa yang masuk makrobah (makam) kemudian membaca Surat Yaasin,maka Allah meringankan siksanya ahli kubur sampai satu hari dan memberi berbagai kebajikan." (Al Hadist).
Dari Abu Huraisah RA,Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Siapa yang membaca Surat Yaasin pada malam Jum'at maka paginya ia mendapatkan amapunan." (Al Hadist)
"Siapa yang membaca Surat Yaasin dengan tulus ikhlas karena Allah,maka diampunkan baginya dosa-dosa yang lalu,maka bacakanlah pada orang-orang yang akan mati atau orang yang telah mati." (HR.Baihaqi).
Dari Aisyah RA.Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, "Di dalam Al-Qur'an ada surat yang dapat memberi syafaat kepada orang yang membacanya dan memberikan ampunan kepada orang yang mendengarkan.Itulah Surat Yaasin yang di dalam kitab Taurat dinamakan surat Al Mu'ammamah.Rasulullah SAW ditanya, "Yaa Rasulullah,mengapa surat Yaasin dinamakan surat Al Muammamah?"
Nabi SAW menjawab, "Ya,sebab orang yang membaca itu akan mendapat kebajikan dunia dan akan dihilangkan bencana akhirat.Dan Surat Yaasin itu juga dinamakan surat Ad Daafi'ah dan Al Qaadhiyah."
Nabi SAW ditanya, "Yaa Rasulullah,mengapa surat Yaasin dinamakan Ad Daafi'ah dan Al Qaadhiyah?" Nabi SAW menjawab, "Surat Yaasin apabila dibaca bisa menolak perkara yang jelek dan bisa mendatangkan segala hajatnya."
"Siapa yang membiasakan membaca Surat Yaasiin kemudian mati,maka ia termasuk mati syahid." (Al Hadist).
Uraikan di atas membuat kita semakin sadar akan faedah dari Surat Yaasiin.Apa lagi jika sehari-hari,kita mampu meluangkan waktu dan mau membacanya dengan ikhlas.
Minggu, 13 Maret 2011
MENYINGKAP KEGAIBAN GOA JEJAK WALI
Goa Lawa atau disebut juga Goa Lawang
merupakan induk goa dari beberapa goa kecil lainnya.Di antara goa yang
menjadi anak Goa Lawa adalah Goa Angin,Goa Langgar,Goa Siwarak,Goa
Dada,Goa Lawa,dan Goa Semar.Menurut sumber team Misteri,goa-goa ini di
jaman dahulu menjadi tempat ibadah para orang suci atau wali.Hal ini
setidaknya terbukti dengan adanya ruang langgar (mushola),juga sumber
air yang disebut dengan nama Sendang Derajat yang menjadi tempat khusus
untuk berwudhu.Di samping itu masih banyak tempat-tempat religus
lainnya.Apa saja keajaiban yang ada di sana.Rosikin.SP menjelajahinya
beberapa waktu lalu.Berikut ini
laporannya...
Disamping banyak goa kecil dengan nama-nama tersendiri,di kedalaman Goa Lawa juga ada sebuah danau yang cukup luas sebagai tempat pemandian.Pantaslah kalau legenda menyebutkan bahwa Sunan Derajat,Sunan Gunung Jati,dan beberapa wali lainnya sering kali bertemu di tempat ini untuk menyusun dan membuat strategi menyiarkan agama Islam.Beberapa relif Ayat Kursyi pun terpampang di dinding goa.
Ada suatu keanehan yang ada di goa yang terkesan menyimpan misteri.Sebagian dinding bagian dalam goa tampak berkilauan,berwarna keemasan.Bahkan,semula team Misteri menyangka bahwa dinding goa berlapis logam mulia.Lukman,pemandu team Misteri menyangkalnya.Dan memang,dinding goa yang berwarna keemasan bukan karena berlapis emas,melainkan disebabkan oleh semacam lumut yang tak diketahui namanya.Hal tersebutlah yang hingga kini menjadi misteri.
Menurut Lukman yang juga juru kunci situsgoa-goa.Team Misteri sendiri ketika menjelajahi kedalaman goa sangat kelelahan karena banyak ruangan dan lorong yang panjang.Menurut Lukman,perjalanan menyusuri lorong Goa Lawa memang sangat menguras energi.
Salah satu goa yang dianggap paling misterius di antara kompleks goa-goa ini adalah apa yang disebut sebagai Goa angin.Tentang goa yang satu ini,Lukman menyimpan sebuah kisah yang sangat sensasional.
Menurutnya,suatu hari dia didatangi 7 orang mahasiswa dari Belanda.Kedatangan mereka dengan membawa perbekalan yang sangat lengkap,seperti tabung oksigen,makanan kaleng dalam botol kapsul yang katanya untuk menjaga stamina dan semacam bahan pengganti makan dan minum jika di suatu tempat mereka kehabisan bahan makanan.
Dengan perbekalan yang sebanyak itu,ke 7 mahasiswa itu berniat ingin menelusuri lorong Goa Angin.Tentu saja Lukman terkejut karenanya.Para mahasiswa Belanda itu ingin membuktikan sebuah artikel yang pernah dimuat beberapa media tentang kedalam Goa Angin yang menurut legenda ujungnya menembus sampai ke Gunung Jati,Cirebon.
"Mereka meminta ijin kepada saya untuk membuktikan kebenaran legenda tersebut.Tentu saja saya bingung,sebab selama ini tidak ada yang ingin berbuat nekad seperti itu." cerita Lukman.
Goa Angin memang disebutkan legenda mempunyai lorong yang menembus sampai ke Goa Gunung Jati yang terletak di belakang makam Sunan Gunung Jati.Masalahnya,apakah mungkin Goa Angin yang terletak di Desa Siwarak,Kec.Karangreja,Kab.Purbalingga itu lorongnya menembus tanah begitu dalam danjauh sampai ke Cirebon,Jawa Barat?
Sulit dibayangkan sebab jarak kedua tempat tersebut mencapai ratusan kilo,bahkan lebih.
"Karena mereka juga sudah mendapat ijin dari dinas pariwisata setempat,saya akhirnya tidak berkutik.Ya,saya membiarkan ketujuh mahasiswa itu membuktikan legenda Goa Angin tersebut," ujar Lukman lebih jauh.
Ringkas cerita,lebih sebulan kemudian Lukman kembali didatangi oleh para mahasiswa itu.Jumlah mereka masih lengkap Tujuh orang.Kedatangan mereka kali ini ingin mengucapkan terima kasih karena Lukman telah mengijinkan mereka untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa.Mereka mengaku dapat membuktikan kebenaran legenda Goa Angin.
"Menurut para mahasiswa asing tersebut,Goa Angin ujung lorongnya memang menembus sampai ke tanah Cirebon,tepatnya di sekitar Gunung Jati," tandas Lukman.
Kepada Lukman,para mahasiswa Belanda yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu mengisahkan.Bahwa mesti lorong goa semestinya gelap,tapi di sepanjang perjalanan mereka tidak kesulitan.Mereka merasa aneh karena sepanjang perjalanan seperti ada sinar yang menuntun mereka.Bahkan,tabung-tabung oksigen yang mereka bawa tidak berfungsi karena di kedalaman goa tersebut mereka dapat menghirup oksigen dengan leluasa.
"Perjalanan yang mereka tempuh mulai dari mulut Goa Angin sampai ke ujung lorong di tanah cirebon mencapai waktu sebulan lebih," tambah Lukman.
Jika cerita Lukman itu benar adanya,maka wajar saja jika di zaman lampau Sunan Gunung Jati menjadikan Goa Lawang sebagai jalur bawah tanah yangmenghubungkan dengan kediamannya.Jalur tersebut juga digunakan oleh Kanjeng Sunan dan para santrinya untuk menghindari serangan musuh,sehingga musuh melihat mereka seperti raib ditelan bumi.Padahal rombongan santri tersebut menempuh jalur bawah tanah menuju ke Purbalingga untuk menyusun kekuatan baru bersama para wali lainnya.
Menurut cerita,ada tiga wali Allah yang sering berkumpul di tempat ini.Mereka adalah Sunan Gunung Jati,Sunan Derajat,dan Sunan Kalijaga.Kendati demikian,tak jarang kesembilan wali Tanah Jawa yang akrab dengan sebutan Wali Songo juga menyambangi tempat ini untuk bemuhasabah.
Menurut Lukman,Goa Angin dipenuhi berbagai keanehan.Salah satunya,jika dia sedang ronda di goa ini,telinganya kerap mendengar banyak suara langkah kaki.Suaranya begitu jelas terdengar,tapi wujudnya tidak dapat dilihat.
"Kadang juga terdengar suara-suara seperti orang yang sedang bercakap-cakap," ungkap Lukman.Menurut penglihatan mata batinnya,suara-suara tersebut berasal dari santri-santri gaib Kanjeng Sunan Gunung Jati yang hingga sekarang masih menjadikan Goa Angin sebagai jalur bawah tanah menuju ke goa utama,yaitu Goa Lawang atau Goa Lawa.
Goa Langgar
Goa langgar atau Ruang Langgar terdapat di ruang goa utama.Luasnya sekitar 4 x 5 meter.Lokasi ini dikenal sebagai tempat "tafakur gaib".Mengapa demikian? Karena semua orang yang tafakur di tempat ini akan menangis sepanjang riyadoh.Dinding-dinding goa langgar seperti mengingatkan semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan.Mulai dosa kecil sampai dosabesar.
"Jarang yang tafakur di tempat ini tanpa menangis,"tandas Lukman.
Dikisahkan olehnya,beberapa hari sebelum kedatangan team Misteri,ada seorang pemuda asal Yogya yang minggat dari rumah dan bermaksud tidak ingin kembali kepada keluarganya.Entah bagaimana,dia kemudian sampai ke Goa Langgar,dan melakukan tafakur di sana.Setelah tafakur tiba-tiba dia menangis sejadi-jadinya.Ketika ditanyai Lukman,pemuda itu menceritakan bahwa dia telah melihat gambaran dirinya yang banyak melakukan dosa terhadap orang tuanya,terutama ibunya,pada dinding-dinding goa.Melihat kejadian tersebut si pemuda mengurungkan niatnya untuk minggat.Dia kembali pulang ke rumah orangtuanya untuk meminta maaf.
Di samping keberadaan sebuah rak buku di dinding goa sebelah kanan,yang menurut Lukman sudah ada sejak zaman dahulu kala,keanehan lain juga bisa dilihat di Goa Langgar.Ada semacam garis panjang yang terbentuk secara alami.Konon,garis ini menandakan batas suci.
Para peziarah yang mendatangi kompleks Goa Lawang kebanyakan tidak akan melewatkan Goa Langgar.Hal ini karena diyakini bahwa goa dimaksud merupakan pusat dari energi supranatural.
Lukman menuturkan kisah lainnya.Menurutnya,pernah ada seorang peziarah dari Pasuruan yang menjalani ritual di goa langgar dan mendapatkan pusaka yang sangat indah.Dikatakan indah karena orang tersebut mendapatkan sebuah keris yang dihiasi dengan beberapa butir berlian.Keris tersebut ketika disaksikan Lukman memancarkan sinar biru yang sangat indah.
"Saya yakin keris tersebut menjadibagian dari Batu Keris yang letaknya di depan Goa Langgar ini," ungkap Lukman.
Yang disebut Batu Keris oleh Lukman memang terkesan unik.Bentuknya serupa dengan cekungan di atas batu yang panjang,sehingga mengesankan bentuk sebuah keris.
Menurut Lukman,Batu Keris ditunggui khodam yang bernama Syeh Hasan Sapi'i.Khodam ini tak hanya menjaga batu keris,tapi juga Goa Langgar.
Di samping keris,ada juga peziarah yang mendapatkan tongkat pusaka.Tongkat ini sangat istimewa karena terbuat dari galih asem sungsang.
"Dulu ada juga yang mendapatkan sebuah baju safari kepunyaan Bung Karno.Kebetulan orang tersebut merupakan calon pejabat yang ada di Jawa Timur.Setelah mendapatkan baju safarinya Bung Karno,tidak lama kemudian dia mencalonkan diri menjadi pejabat dan terpilih," cerita Lukman.Memang aneh! Tapi dari kesungguhan Lukman bercerita,sepertinya dia tak bermaksud menebar sensasi.
Lukman sendiri menyimpan pengalaman lain berkaitan dengan Goa Langgar.Kisahnya,suatu ketika di hari Selasa Wage dirinya bertafakur.Dalam kekhusyukan,tiba-tiba dia terkejut dengan kemunculan suatu benda seperti buku berukuran raksasa,yang lebarnya sekitar satu meter persegi.
Belum habis rasa herannya melihat kemunculan buku tersebut,keanehan lain menyusul.Halaman-halaman buku tersebut membuka dengan sendirinya.Akhirnya,Lukman sadar bahwa buku tersebut tak lain adalah Al-Qur'an berukuran raksasa.
Setelah halaman Qur'an itu membuka sendiri,disusul dengan terdengarnya suara orang mengaji.Hampir semalam penuh Lukman terlena olehlantunan orang mengaji,yang tidak terlihat wujudnya itu.<br><br>"Saya tak akan pernah melupakan pengalaman itu," tegas Lukman.
Jelaslah,Goa Langar memang mengandung daya mistik tersendiri.Meskipun terkesan sederhana namun auranya memancar sangat kuat.Untuk menemukan Goa ini ditandai dengan melewati batu keris yang mempunyai pamor Gadung Mekarsari.
Sendang Derajat
Sumber air yang dikeramatkan ini letaknya sekitar 20 meter ke arah kanan Goa Langgar.Menurut Lukman,sendang ini mempunyai kedalaman yang tidak bisa ditebak.Dia pernah berusaha ingin membuktikan kedalamannya.Dengan galah bambu sepanjang 15 meter Lukman berusaha menyentuh dasar sendang.Nyatanya,batang bambu tersebut kurang panjang.Artinya,kedalaman sendang bisa melebihi 20 meter bahkan mungkin lebih.
Di atas tetap Sendang Derajat menetes sebuah pancuran.Lukman menyebutnya sebagai Pancuran Slamet,yang dulunya difungsikan sebagai tempat berwudhu.
Airnya sendang bening berwarna kehijauan.Dikatakan,seorang mahasiswa ITB pernah membawa sempel air sendang ini untuk diujicoba di laboratorium.Setelah diteliti,si mahasiswa memastikan bahwa air Sendang Derajat sangat ajaib.Karena terletak di dalam goa yang lembab dan tidak pernah terkena sinar matahari,air sendang hanya memiliki kandungan bakteri sekitar 0,1%.Ini menunjukkan bahwa air Sendang Derajat dapat dianggap steril.
Tak heran kalau air sendang mempunyai banyak khasiat.Sudah beribu-ribu orang yang membuktikan keampuhannya.Sesuai dengan namanya,siapa yang mandi atau minum air Sendang Derajat makaakan mendapat energi baru di dalam tubuhnya.Dia akan lebih disegani yang akhirnya membawa keberuntungan.Misalnya saja untuk jabatan atau karir.
Di samping itu juga berdaya khasiat menyembuhkan berbagai penyakit yang sifatnya fisik maupun psikis.Namun demikian di arena sendang ini pengunjung tidak diperkenankan untuk berkata-kata jorok.Juga tidak diperbolehkan bercanda.
Menurut Lukman,Sendang Derajat di jaga oleh putri kembar anak ghaib Prabu Siliwangi.Mereka adalah Endang Murdaningrum dan Endang Mudaningsih.Putri kembar berparas cantik ini menjadi dayang gaib yang menjaga segala air yang ada dalam goa keramat ini.
Di dalam Goa Lawang terdapat beberapa sumber mata air yang mempunyai nilai sakral.Di samping Pancuran Slamet dan Sendang Drajat,juga ada sebuah danau di dalam goa,yang luasnya berkisar antara 10x20 meter.Danau ini posisinya memanjang,terhimpit dinding goa.
Konon,air danau ini tidak dapat digunakan sembarangan karena memiliki energi gaib yang tinggi.Pernah ada seorang pemuda nekad mandi di danau ini.Apa yang terjadi? Pemuda ini tiba-tiba mengalami demam tinggi.Beberapa lama kemudian tubuhnya ditumbuhi sisik yang berkilat seperti perak.
"Sisik tersebut mirip sekali sisik ular," tegas Lukman.
Pemuda itu agaknya mendapatkan kutukan dari penghuni gaib danau."Setelah digelar ritual khusus untuk meminta maaf,syukurlah pemuda itu tertolong,"
Sanggar Panembahan
Relung goa yang disebut sebagai Sanggar Panembahan ini diyakini sebagai bagian dari ruang agung tempat pertemuan parawali.Dinding-dinding goa di Sanggar Panembahan dihiasi dengan relief berupa Ayat Kursyi,yang sebagian sudah tertutup lumut.
Di zaman para wali,Sanggar Panembahan digunakan oleh para santri sebagai ruang tunggu jika mereka ingin menghadap para wali,terutama Sunan Gunung Jati yang biasa berkhalwat di ruang utama,yang disebut juga Ruang Agung.Di samping itu,Sanggar Panembahan juga di gunakan untuk tafakur para santri.
Dikatakan,jika seorang santri sudah menyelesaikan belajarnya maka sebelum meninggalkan pesantren di goa ini,mereka diharuskan tafakur dan menunggu ilham dari Allah untuk di tempatkan di suatu daerah berdasarkan ilham tersebut.
"Jadi perintah tersebut bukan dari Sunan Gunung Jati.Bahasa gampangnya tempat ini digunakan untuk mencari wisik,"
Sanggar Panembahan memiliki ruang yang hampir bersambungan dengan Ruang Agung.Ketika team Misteri memasuki ruangan ini,Misteri sempat berdecak kagum.Bagaimana tidak? Ruang ini begitu besar.Tingginya mencapai 20 meter dengan luas yang mengagumkan,yakni 100 x 40 meter.Batu-batu sebesar meja tertata sangat apik.Jumlahnya ada sembilan.Mungkin ini sesuai dengan jumlah Wali Songo.Menurut Lukman,para wali sampai saat ini masih menggunakan ruangan ini untuk pertemuan gaib.
"Saya pernah melihat mereka 2 kali."Karena besarnya ruang ini,hingga terkesan gelap dan angker.Beberapa batu menyerupai meja tadi sudah tidak lagi utuh.Mungkin akibat lapuk dimakan usia dan suhu yang sesekali berubah sangat dingin.
Team Misteri mendeteksi bahwa di Sanggar Panembahan initerdapat energi metafisik yang sangat besar.Ini terbukti dengan aura yang memancar di sana yang didominasi warna hijau dan biru.
Bukti fisik dari keanehan relung goa ini dialami oleh salah satu material liputan yang dibawa team Misteri.USB MP3 Player sebuah alat perekam canggih yang selalu menyertai team Misteri dalam peliputan tidak berfungsi.Meskipun fiturnya menunjukkan karakteristik berfungsi,namun tidak ada suara yang terekam di dalamnya.Ini sangat aneh! Karena alat yang beroperasi dengan hardisk tersebut memiliki ketajaman menyadap suara yang tidak dapat diragukan.
Lukman sendiri pernah mengalami peristiwa gaib di ruang pertemuan agung ini.Dia mengaku dipergoki sosok yang memberinya tasbih terbuat dari batu alam.Hal ini terjadi ketika dia tengah bertafakur di sana.
"Di tempat ini juga sering terdengar suara beberapa orang yang berbicara seperti layaknya sedang rapat,tapi sama sekali tidak ada orangnya.Juga kerap terengar ratusan langkah kaki yang begitu jelas."
Ketika team Misteri memastikan kegaiban Sanggar Panembahan dengan mendayagunakan indra keenam,barulah diketahui bahwa ruang ini sampai saat ini memang masih digunakan oleh komunitas Jin Muslim untuk acara keagamaan mereka.Di antara Jin Muslim tersebut masih banyak yang berasal dari sisa murid-murid Sunan Gunung Jati.Wallahu'alamu Bissawab!
Disamping banyak goa kecil dengan nama-nama tersendiri,di kedalaman Goa Lawa juga ada sebuah danau yang cukup luas sebagai tempat pemandian.Pantaslah kalau legenda menyebutkan bahwa Sunan Derajat,Sunan Gunung Jati,dan beberapa wali lainnya sering kali bertemu di tempat ini untuk menyusun dan membuat strategi menyiarkan agama Islam.Beberapa relif Ayat Kursyi pun terpampang di dinding goa.
Ada suatu keanehan yang ada di goa yang terkesan menyimpan misteri.Sebagian dinding bagian dalam goa tampak berkilauan,berwarna keemasan.Bahkan,semula team Misteri menyangka bahwa dinding goa berlapis logam mulia.Lukman,pemandu team Misteri menyangkalnya.Dan memang,dinding goa yang berwarna keemasan bukan karena berlapis emas,melainkan disebabkan oleh semacam lumut yang tak diketahui namanya.Hal tersebutlah yang hingga kini menjadi misteri.
Menurut Lukman yang juga juru kunci situsgoa-goa.Team Misteri sendiri ketika menjelajahi kedalaman goa sangat kelelahan karena banyak ruangan dan lorong yang panjang.Menurut Lukman,perjalanan menyusuri lorong Goa Lawa memang sangat menguras energi.
Salah satu goa yang dianggap paling misterius di antara kompleks goa-goa ini adalah apa yang disebut sebagai Goa angin.Tentang goa yang satu ini,Lukman menyimpan sebuah kisah yang sangat sensasional.
Menurutnya,suatu hari dia didatangi 7 orang mahasiswa dari Belanda.Kedatangan mereka dengan membawa perbekalan yang sangat lengkap,seperti tabung oksigen,makanan kaleng dalam botol kapsul yang katanya untuk menjaga stamina dan semacam bahan pengganti makan dan minum jika di suatu tempat mereka kehabisan bahan makanan.
Dengan perbekalan yang sebanyak itu,ke 7 mahasiswa itu berniat ingin menelusuri lorong Goa Angin.Tentu saja Lukman terkejut karenanya.Para mahasiswa Belanda itu ingin membuktikan sebuah artikel yang pernah dimuat beberapa media tentang kedalam Goa Angin yang menurut legenda ujungnya menembus sampai ke Gunung Jati,Cirebon.
"Mereka meminta ijin kepada saya untuk membuktikan kebenaran legenda tersebut.Tentu saja saya bingung,sebab selama ini tidak ada yang ingin berbuat nekad seperti itu." cerita Lukman.
Goa Angin memang disebutkan legenda mempunyai lorong yang menembus sampai ke Goa Gunung Jati yang terletak di belakang makam Sunan Gunung Jati.Masalahnya,apakah mungkin Goa Angin yang terletak di Desa Siwarak,Kec.Karangreja,Kab.Purbalingga itu lorongnya menembus tanah begitu dalam danjauh sampai ke Cirebon,Jawa Barat?
Sulit dibayangkan sebab jarak kedua tempat tersebut mencapai ratusan kilo,bahkan lebih.
"Karena mereka juga sudah mendapat ijin dari dinas pariwisata setempat,saya akhirnya tidak berkutik.Ya,saya membiarkan ketujuh mahasiswa itu membuktikan legenda Goa Angin tersebut," ujar Lukman lebih jauh.
Ringkas cerita,lebih sebulan kemudian Lukman kembali didatangi oleh para mahasiswa itu.Jumlah mereka masih lengkap Tujuh orang.Kedatangan mereka kali ini ingin mengucapkan terima kasih karena Lukman telah mengijinkan mereka untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa.Mereka mengaku dapat membuktikan kebenaran legenda Goa Angin.
"Menurut para mahasiswa asing tersebut,Goa Angin ujung lorongnya memang menembus sampai ke tanah Cirebon,tepatnya di sekitar Gunung Jati," tandas Lukman.
Kepada Lukman,para mahasiswa Belanda yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu mengisahkan.Bahwa mesti lorong goa semestinya gelap,tapi di sepanjang perjalanan mereka tidak kesulitan.Mereka merasa aneh karena sepanjang perjalanan seperti ada sinar yang menuntun mereka.Bahkan,tabung-tabung oksigen yang mereka bawa tidak berfungsi karena di kedalaman goa tersebut mereka dapat menghirup oksigen dengan leluasa.
"Perjalanan yang mereka tempuh mulai dari mulut Goa Angin sampai ke ujung lorong di tanah cirebon mencapai waktu sebulan lebih," tambah Lukman.
Jika cerita Lukman itu benar adanya,maka wajar saja jika di zaman lampau Sunan Gunung Jati menjadikan Goa Lawang sebagai jalur bawah tanah yangmenghubungkan dengan kediamannya.Jalur tersebut juga digunakan oleh Kanjeng Sunan dan para santrinya untuk menghindari serangan musuh,sehingga musuh melihat mereka seperti raib ditelan bumi.Padahal rombongan santri tersebut menempuh jalur bawah tanah menuju ke Purbalingga untuk menyusun kekuatan baru bersama para wali lainnya.
Menurut cerita,ada tiga wali Allah yang sering berkumpul di tempat ini.Mereka adalah Sunan Gunung Jati,Sunan Derajat,dan Sunan Kalijaga.Kendati demikian,tak jarang kesembilan wali Tanah Jawa yang akrab dengan sebutan Wali Songo juga menyambangi tempat ini untuk bemuhasabah.
Menurut Lukman,Goa Angin dipenuhi berbagai keanehan.Salah satunya,jika dia sedang ronda di goa ini,telinganya kerap mendengar banyak suara langkah kaki.Suaranya begitu jelas terdengar,tapi wujudnya tidak dapat dilihat.
"Kadang juga terdengar suara-suara seperti orang yang sedang bercakap-cakap," ungkap Lukman.Menurut penglihatan mata batinnya,suara-suara tersebut berasal dari santri-santri gaib Kanjeng Sunan Gunung Jati yang hingga sekarang masih menjadikan Goa Angin sebagai jalur bawah tanah menuju ke goa utama,yaitu Goa Lawang atau Goa Lawa.
Goa Langgar
Goa langgar atau Ruang Langgar terdapat di ruang goa utama.Luasnya sekitar 4 x 5 meter.Lokasi ini dikenal sebagai tempat "tafakur gaib".Mengapa demikian? Karena semua orang yang tafakur di tempat ini akan menangis sepanjang riyadoh.Dinding-dinding goa langgar seperti mengingatkan semua perbuatan dosa yang pernah dilakukan.Mulai dosa kecil sampai dosabesar.
"Jarang yang tafakur di tempat ini tanpa menangis,"tandas Lukman.
Dikisahkan olehnya,beberapa hari sebelum kedatangan team Misteri,ada seorang pemuda asal Yogya yang minggat dari rumah dan bermaksud tidak ingin kembali kepada keluarganya.Entah bagaimana,dia kemudian sampai ke Goa Langgar,dan melakukan tafakur di sana.Setelah tafakur tiba-tiba dia menangis sejadi-jadinya.Ketika ditanyai Lukman,pemuda itu menceritakan bahwa dia telah melihat gambaran dirinya yang banyak melakukan dosa terhadap orang tuanya,terutama ibunya,pada dinding-dinding goa.Melihat kejadian tersebut si pemuda mengurungkan niatnya untuk minggat.Dia kembali pulang ke rumah orangtuanya untuk meminta maaf.
Di samping keberadaan sebuah rak buku di dinding goa sebelah kanan,yang menurut Lukman sudah ada sejak zaman dahulu kala,keanehan lain juga bisa dilihat di Goa Langgar.Ada semacam garis panjang yang terbentuk secara alami.Konon,garis ini menandakan batas suci.
Para peziarah yang mendatangi kompleks Goa Lawang kebanyakan tidak akan melewatkan Goa Langgar.Hal ini karena diyakini bahwa goa dimaksud merupakan pusat dari energi supranatural.
Lukman menuturkan kisah lainnya.Menurutnya,pernah ada seorang peziarah dari Pasuruan yang menjalani ritual di goa langgar dan mendapatkan pusaka yang sangat indah.Dikatakan indah karena orang tersebut mendapatkan sebuah keris yang dihiasi dengan beberapa butir berlian.Keris tersebut ketika disaksikan Lukman memancarkan sinar biru yang sangat indah.
"Saya yakin keris tersebut menjadibagian dari Batu Keris yang letaknya di depan Goa Langgar ini," ungkap Lukman.
Yang disebut Batu Keris oleh Lukman memang terkesan unik.Bentuknya serupa dengan cekungan di atas batu yang panjang,sehingga mengesankan bentuk sebuah keris.
Menurut Lukman,Batu Keris ditunggui khodam yang bernama Syeh Hasan Sapi'i.Khodam ini tak hanya menjaga batu keris,tapi juga Goa Langgar.
Di samping keris,ada juga peziarah yang mendapatkan tongkat pusaka.Tongkat ini sangat istimewa karena terbuat dari galih asem sungsang.
"Dulu ada juga yang mendapatkan sebuah baju safari kepunyaan Bung Karno.Kebetulan orang tersebut merupakan calon pejabat yang ada di Jawa Timur.Setelah mendapatkan baju safarinya Bung Karno,tidak lama kemudian dia mencalonkan diri menjadi pejabat dan terpilih," cerita Lukman.Memang aneh! Tapi dari kesungguhan Lukman bercerita,sepertinya dia tak bermaksud menebar sensasi.
Lukman sendiri menyimpan pengalaman lain berkaitan dengan Goa Langgar.Kisahnya,suatu ketika di hari Selasa Wage dirinya bertafakur.Dalam kekhusyukan,tiba-tiba dia terkejut dengan kemunculan suatu benda seperti buku berukuran raksasa,yang lebarnya sekitar satu meter persegi.
Belum habis rasa herannya melihat kemunculan buku tersebut,keanehan lain menyusul.Halaman-halaman buku tersebut membuka dengan sendirinya.Akhirnya,Lukman sadar bahwa buku tersebut tak lain adalah Al-Qur'an berukuran raksasa.
Setelah halaman Qur'an itu membuka sendiri,disusul dengan terdengarnya suara orang mengaji.Hampir semalam penuh Lukman terlena olehlantunan orang mengaji,yang tidak terlihat wujudnya itu.<br><br>"Saya tak akan pernah melupakan pengalaman itu," tegas Lukman.
Jelaslah,Goa Langar memang mengandung daya mistik tersendiri.Meskipun terkesan sederhana namun auranya memancar sangat kuat.Untuk menemukan Goa ini ditandai dengan melewati batu keris yang mempunyai pamor Gadung Mekarsari.
Sendang Derajat
Sumber air yang dikeramatkan ini letaknya sekitar 20 meter ke arah kanan Goa Langgar.Menurut Lukman,sendang ini mempunyai kedalaman yang tidak bisa ditebak.Dia pernah berusaha ingin membuktikan kedalamannya.Dengan galah bambu sepanjang 15 meter Lukman berusaha menyentuh dasar sendang.Nyatanya,batang bambu tersebut kurang panjang.Artinya,kedalaman sendang bisa melebihi 20 meter bahkan mungkin lebih.
Di atas tetap Sendang Derajat menetes sebuah pancuran.Lukman menyebutnya sebagai Pancuran Slamet,yang dulunya difungsikan sebagai tempat berwudhu.
Airnya sendang bening berwarna kehijauan.Dikatakan,seorang mahasiswa ITB pernah membawa sempel air sendang ini untuk diujicoba di laboratorium.Setelah diteliti,si mahasiswa memastikan bahwa air Sendang Derajat sangat ajaib.Karena terletak di dalam goa yang lembab dan tidak pernah terkena sinar matahari,air sendang hanya memiliki kandungan bakteri sekitar 0,1%.Ini menunjukkan bahwa air Sendang Derajat dapat dianggap steril.
Tak heran kalau air sendang mempunyai banyak khasiat.Sudah beribu-ribu orang yang membuktikan keampuhannya.Sesuai dengan namanya,siapa yang mandi atau minum air Sendang Derajat makaakan mendapat energi baru di dalam tubuhnya.Dia akan lebih disegani yang akhirnya membawa keberuntungan.Misalnya saja untuk jabatan atau karir.
Di samping itu juga berdaya khasiat menyembuhkan berbagai penyakit yang sifatnya fisik maupun psikis.Namun demikian di arena sendang ini pengunjung tidak diperkenankan untuk berkata-kata jorok.Juga tidak diperbolehkan bercanda.
Menurut Lukman,Sendang Derajat di jaga oleh putri kembar anak ghaib Prabu Siliwangi.Mereka adalah Endang Murdaningrum dan Endang Mudaningsih.Putri kembar berparas cantik ini menjadi dayang gaib yang menjaga segala air yang ada dalam goa keramat ini.
Di dalam Goa Lawang terdapat beberapa sumber mata air yang mempunyai nilai sakral.Di samping Pancuran Slamet dan Sendang Drajat,juga ada sebuah danau di dalam goa,yang luasnya berkisar antara 10x20 meter.Danau ini posisinya memanjang,terhimpit dinding goa.
Konon,air danau ini tidak dapat digunakan sembarangan karena memiliki energi gaib yang tinggi.Pernah ada seorang pemuda nekad mandi di danau ini.Apa yang terjadi? Pemuda ini tiba-tiba mengalami demam tinggi.Beberapa lama kemudian tubuhnya ditumbuhi sisik yang berkilat seperti perak.
"Sisik tersebut mirip sekali sisik ular," tegas Lukman.
Pemuda itu agaknya mendapatkan kutukan dari penghuni gaib danau."Setelah digelar ritual khusus untuk meminta maaf,syukurlah pemuda itu tertolong,"
Sanggar Panembahan
Relung goa yang disebut sebagai Sanggar Panembahan ini diyakini sebagai bagian dari ruang agung tempat pertemuan parawali.Dinding-dinding goa di Sanggar Panembahan dihiasi dengan relief berupa Ayat Kursyi,yang sebagian sudah tertutup lumut.
Di zaman para wali,Sanggar Panembahan digunakan oleh para santri sebagai ruang tunggu jika mereka ingin menghadap para wali,terutama Sunan Gunung Jati yang biasa berkhalwat di ruang utama,yang disebut juga Ruang Agung.Di samping itu,Sanggar Panembahan juga di gunakan untuk tafakur para santri.
Dikatakan,jika seorang santri sudah menyelesaikan belajarnya maka sebelum meninggalkan pesantren di goa ini,mereka diharuskan tafakur dan menunggu ilham dari Allah untuk di tempatkan di suatu daerah berdasarkan ilham tersebut.
"Jadi perintah tersebut bukan dari Sunan Gunung Jati.Bahasa gampangnya tempat ini digunakan untuk mencari wisik,"
Sanggar Panembahan memiliki ruang yang hampir bersambungan dengan Ruang Agung.Ketika team Misteri memasuki ruangan ini,Misteri sempat berdecak kagum.Bagaimana tidak? Ruang ini begitu besar.Tingginya mencapai 20 meter dengan luas yang mengagumkan,yakni 100 x 40 meter.Batu-batu sebesar meja tertata sangat apik.Jumlahnya ada sembilan.Mungkin ini sesuai dengan jumlah Wali Songo.Menurut Lukman,para wali sampai saat ini masih menggunakan ruangan ini untuk pertemuan gaib.
"Saya pernah melihat mereka 2 kali."Karena besarnya ruang ini,hingga terkesan gelap dan angker.Beberapa batu menyerupai meja tadi sudah tidak lagi utuh.Mungkin akibat lapuk dimakan usia dan suhu yang sesekali berubah sangat dingin.
Team Misteri mendeteksi bahwa di Sanggar Panembahan initerdapat energi metafisik yang sangat besar.Ini terbukti dengan aura yang memancar di sana yang didominasi warna hijau dan biru.
Bukti fisik dari keanehan relung goa ini dialami oleh salah satu material liputan yang dibawa team Misteri.USB MP3 Player sebuah alat perekam canggih yang selalu menyertai team Misteri dalam peliputan tidak berfungsi.Meskipun fiturnya menunjukkan karakteristik berfungsi,namun tidak ada suara yang terekam di dalamnya.Ini sangat aneh! Karena alat yang beroperasi dengan hardisk tersebut memiliki ketajaman menyadap suara yang tidak dapat diragukan.
Lukman sendiri pernah mengalami peristiwa gaib di ruang pertemuan agung ini.Dia mengaku dipergoki sosok yang memberinya tasbih terbuat dari batu alam.Hal ini terjadi ketika dia tengah bertafakur di sana.
"Di tempat ini juga sering terdengar suara beberapa orang yang berbicara seperti layaknya sedang rapat,tapi sama sekali tidak ada orangnya.Juga kerap terengar ratusan langkah kaki yang begitu jelas."
Ketika team Misteri memastikan kegaiban Sanggar Panembahan dengan mendayagunakan indra keenam,barulah diketahui bahwa ruang ini sampai saat ini memang masih digunakan oleh komunitas Jin Muslim untuk acara keagamaan mereka.Di antara Jin Muslim tersebut masih banyak yang berasal dari sisa murid-murid Sunan Gunung Jati.Wallahu'alamu Bissawab!
Senin, 28 Februari 2011
MIMPI ORANG-ORANG SHALIH
Kisah berikut ini diriwayatka dari
Abbas bin Abdul Muthalib.Katanya, "Aku bersaudara dan telah bersahabat
dengan Abu Lahab.Ketika dia mati sedangkan kala itu Allah telah
memberikan padaku tentang keadaannya yang membuat aku merasa bersedih
dan berduka cita.Setahun kemudian setelah kematiannya,aku memohon kepada
Allah agar dia diperlihatkan padaku dalam mimpi.Lalu aku melihatnya
dalam mimpi bahwa dia sedang dibakar oleh api.Akupun bertanya padanya
tentang keadaannya.Lalu Abu Lahab menjawab, "Aku berada dalam neraka
dengan mendapatkan siksaan sepanjang siang dan malam dan tidak
diringankan padaku kecuali pada malam senin."
"Mengapa begitu?" tanyaku (Sayidina Abbas)
Abu Lahab menjawab, "Ketika Muhammad SAW dilahirkan pada malam itu,Umaimah datang dan membawa kabar gembira padaku bahwa Aminah binti Wahab telah melahirkan (bayi) Muhammad,dan akupun merasa gembira dengan kelahiran beliau,sehingga karena kegembiraanku itu aku membebaskan hamba sahaya perempuanku.Oleh sebab inilah Allah SWT memberikan ganjaran padaku dengan dihindarkanNya azab dariku setiap malam Senin."
Tentang mimpi orang-orang shalih lainnya,Manshur bin Ismail menceritakan, "Aku pernah melihat Abdullah Al Bazzar dalam mimpi,lalu aku bertanya padanya,Dia menjawab, "Allah telah membawaku kehadapanNya dan telah mengampuni seluruh dosa yang telah aku akui kecuali satu dosa,karena aku merasa malu untuk mengatakannya.Oleh karenanya Allah menegakkan aku dalam keringat,sehingga meleleh daging wajahku."
Aku bertanya padanya,"Dosa apakah itu?"
Dia menjawab, "Aku pernah melihat seorang pemuda tampan,sehingga aku terpesona dengan ketampanannya.Maka aku malu kepada Allah untuk menyebut kelakuan itu."
Sementara itu,Shalih bin Basyir pada saat kesempatan bertutur, "Aku pernah melihat Atna bin Salma dalam mimpiku,lalu aku berkata padanya, "Semoga Allah memberikan rahmat padamu karena kamu telah banyak mengalami kesusahan di dunia." Dia (Atha) berjata, "Demi Allah,sungguh Dia telah memberiku kesenangan yang abadi."
Laku aku bertanya, "Berada pada tingkat berapakah engkau?"
Dia menjawab, "Aku bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dari golongan para Nabi,Shiddiqin,Syuhada,dan Shalihi,dan merekalah sebaik kawan."
Yazid bin Madz'ur berkata, "Aku pernah melihat al Auza'i dalam mimpiku,lalu aku bertanya, 'Wahai Abu Amr,tunjukan padaku suatu amalan yang dengannya aku dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT!" Al Auza'i menjawab, "Aku belum melihat derajat orang yang lebih tinggi dari pada derajat para ulama,kemudian derajat orang-orang yang banyak mengalami kesusahan."
Diceritakan bahwa ketika usia Yazid sudah sangat tua,dia sering sekali menangis sehingga kedua matanya menjadi buta.
Ibnu Uyainah berkata, "Aku pernah melihat saudara lelakiku dalam mimpi,lalu aku bertanya, 'Wahai saudaraku,apa yang dilakukan Allah padamu?" Dia menjawab, "Semua dosaku yang telah kumintakan ampunanNya.Sedangkan dosa yang tidak kumintakan ampunanNya,Dia tidak mengampuninya."
Ali ath Thalha berkata, "Aku pernah melihat seorang wanita yang tidak serupa dengan wanita-wanita di dunia.Lalu aku bertanya, "Siapakah engkau?" Wanita itu memjawab, "Aku adalah bidadari." Kemudian aku berkata padanya,Menikahlah denganku!" Bidadari itu memjawab, "Lamarlah aku pada pemilikku,dan berilah aku maskawin!" Aku bertanya, "Apakah maskawinnya?" Bidadari itu menjawab, "Tahanlah hawa nafsumu dari segala yang membahayakan!"
Kata Ibrahim bin Ishaq al Harbi, "Aku pernah mimpi melihat Zubaidah dalam tidurku.lalu aku bertanya, "Apakah yang telah dilakukan Allah padamu?" Zubaidah menjawab, "Allah telah mengampuniku." Aku bertanya lagi padanya, "Bagaimana tentang perbelanjaan yang telah engkau keluarkan pada waktu perjalanan ke Mekah?" Zubaidah menjawab, "Adapun perbelanjaan yang telah aku keluarkan pada waktu perjalanan ke Mekkah,semua itu telah sampai kepada pemiliknya,yaitu Allah SWT.Dan Dia telah mengampuni aku karena niatku."
Abu Bakar Kattani berkata, "Aku pernah bermimpi melihat seorang pemuda yang tampak olehku belum ada pemuda yang lebih tampan darinya.Lalu aku bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia menjawab, "Di setiap hati yang berduka cita (karena Allah)." Kemudian aku melihat ke arah lain,maka tampak olehku seorang wanita hitam.Lalu aku bertanya, "Siapakah kamu?" Dia menjawab, "Aku adalah sakit."Aku bertanya lagi, "Di manakah tempatmu?" Dia menjawab, "Di setiap tempat hati yang selalu riang dan angkuh." Lalu aku bangun,dan aku berjanji pada diriku bahwa tidak akan tertawa kecuali terpaksa."
Abu Said Al Kharraz menceritakan, "Aku pernah bermimpi melihat iblis seakan-akan sedang menyerangku,lalu aku mengambil tongkat untuk mengusirnya,tapi dia tidak takut padaku.Tiba-tiba ada yang membisiki padaku, "Iblis tidak takut pada tongkat itu,tapi dia takut pada hati yang bercahaya (yakni yang selalu berbuat baik dan berzikir kepada Allah)."
Ibnu Uyainah berkata, "Aku pernah bermimpi tentang Sufyan ats Tsauri yang pernah aku melihatnya berada dalam surga,dia terbang dari satu pohon ke pohon lain sambil berkata, "Untuk yang demikian ini hendaknya orang-orang beramal." Aku pun berkata padanya, 'Berilah aku wasiat! "Dia menjawab, "Kurangilah mengetahui tentang manusia"
Seseorang mengatakan, "Pada malam kematian Dawud ath Thai,aku bermimpi melihat cahaya yang terang benderang,dan aku melihat para malaikat ada yang naik dan turun.Kemudian aku bertanya pada mereka, "Malam apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah malam kematian Dawud ath Thai,sungguh surga telah dihiasi untuk menyambut kedatangan rohnya."
Rabi bin Sulaiman berkata, "Aku bermimpi melihat Imam Syafi'i RA.setelah ke wafatannya,lalu aku bertanya, "Hai Abu Abdullah,apakah yang dilakukan Allah padamu?" Imam Syafi'i menjawab, "Allah telah mendudukkan aku pada kursi yang terbuat dari emas yang ditaburi intan permata."
Salah seorang sahabat Hasan Bashri pernah memimpikan Hasan Bashri pada waktu wafatnya,dan dia mendengar ada yang berseru, "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh,keluarga Ibrahim,dan keluarga Imran di atas dunia ini (Qs.Ali Imran ayat 33),dan Allah telah memilih Hasan Basri di antara orang-orang yang hidup pada zamannya."
Imam Syafi'i RA.berkata, "Beberapa hari aku menghadapi suatu urusan yang amat sulit dan membuatku susah,dan tidak ada yang dapat membereskannya selain Allah.Keesokan harinya aku pernah bermimpi ada seorang yang datang padaku sambil berkata, "Hai Muhammad bin Idris,bacalah: "Allahumma innii laa amliku linafsiy naf'an wa laa dhor ron wa laa mawtan walaa hayaatan wa laa nasyuuron wa laa astathii'u an aakhudza illa maa a'thoytany wa laa atqoo illaa maa wa qoytany Allahumma fawaf fiqniy lima tu hibbu wa tardloo minal qowli wal amali fii'aafiyatin."
Artinya:"Ya Allah,sesungguhnya aku tidak mempunyai kekuasaan atas diriku baik berupa yang bermanfaat,yang membahayakan,kematian,kehidupan maupun ketika kembali ke akhirat.Dan aku tidak kuasa mengambil kecuali apa yang telah Engkau berikan padaku,juga aku tidak memiliki ketaqwaan yang telah Engkau berikan padaku.Ya Allah,berikanlah taufiq padaku terhadap sesuatu yang Engkau sukai dan Engkau ridhai,baik berupa ucapan ataupun perbuatan yang mendatangkan afiat (keselamatan)."
Ketika shubuh tiba,aku membaca doa itu,dan menjelang siang Allah telah memberikan padaku apa yang telah aku minta serta memberi kemudahan padaku dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang telah menimpaku.Karena itu bacalah oleh kalian doa ini dan jangan melalaikannya."
Sebenarnya banyak sekali kisah tentang orang-orang shalih yang pernah bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW.Yang telah di tulis oleh Imam Ghozali RA.Begitu juga kisah tentang mimpinya orang-orang shalih dari kalangan para sahabat maupun para tabiin.Semoga kisah-kisah di atas bermanfaat bagi kita semua.
"Mengapa begitu?" tanyaku (Sayidina Abbas)
Abu Lahab menjawab, "Ketika Muhammad SAW dilahirkan pada malam itu,Umaimah datang dan membawa kabar gembira padaku bahwa Aminah binti Wahab telah melahirkan (bayi) Muhammad,dan akupun merasa gembira dengan kelahiran beliau,sehingga karena kegembiraanku itu aku membebaskan hamba sahaya perempuanku.Oleh sebab inilah Allah SWT memberikan ganjaran padaku dengan dihindarkanNya azab dariku setiap malam Senin."
Tentang mimpi orang-orang shalih lainnya,Manshur bin Ismail menceritakan, "Aku pernah melihat Abdullah Al Bazzar dalam mimpi,lalu aku bertanya padanya,Dia menjawab, "Allah telah membawaku kehadapanNya dan telah mengampuni seluruh dosa yang telah aku akui kecuali satu dosa,karena aku merasa malu untuk mengatakannya.Oleh karenanya Allah menegakkan aku dalam keringat,sehingga meleleh daging wajahku."
Aku bertanya padanya,"Dosa apakah itu?"
Dia menjawab, "Aku pernah melihat seorang pemuda tampan,sehingga aku terpesona dengan ketampanannya.Maka aku malu kepada Allah untuk menyebut kelakuan itu."
Sementara itu,Shalih bin Basyir pada saat kesempatan bertutur, "Aku pernah melihat Atna bin Salma dalam mimpiku,lalu aku berkata padanya, "Semoga Allah memberikan rahmat padamu karena kamu telah banyak mengalami kesusahan di dunia." Dia (Atha) berjata, "Demi Allah,sungguh Dia telah memberiku kesenangan yang abadi."
Laku aku bertanya, "Berada pada tingkat berapakah engkau?"
Dia menjawab, "Aku bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dari golongan para Nabi,Shiddiqin,Syuhada,dan Shalihi,dan merekalah sebaik kawan."
Yazid bin Madz'ur berkata, "Aku pernah melihat al Auza'i dalam mimpiku,lalu aku bertanya, 'Wahai Abu Amr,tunjukan padaku suatu amalan yang dengannya aku dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT!" Al Auza'i menjawab, "Aku belum melihat derajat orang yang lebih tinggi dari pada derajat para ulama,kemudian derajat orang-orang yang banyak mengalami kesusahan."
Diceritakan bahwa ketika usia Yazid sudah sangat tua,dia sering sekali menangis sehingga kedua matanya menjadi buta.
Ibnu Uyainah berkata, "Aku pernah melihat saudara lelakiku dalam mimpi,lalu aku bertanya, 'Wahai saudaraku,apa yang dilakukan Allah padamu?" Dia menjawab, "Semua dosaku yang telah kumintakan ampunanNya.Sedangkan dosa yang tidak kumintakan ampunanNya,Dia tidak mengampuninya."
Ali ath Thalha berkata, "Aku pernah melihat seorang wanita yang tidak serupa dengan wanita-wanita di dunia.Lalu aku bertanya, "Siapakah engkau?" Wanita itu memjawab, "Aku adalah bidadari." Kemudian aku berkata padanya,Menikahlah denganku!" Bidadari itu memjawab, "Lamarlah aku pada pemilikku,dan berilah aku maskawin!" Aku bertanya, "Apakah maskawinnya?" Bidadari itu menjawab, "Tahanlah hawa nafsumu dari segala yang membahayakan!"
Kata Ibrahim bin Ishaq al Harbi, "Aku pernah mimpi melihat Zubaidah dalam tidurku.lalu aku bertanya, "Apakah yang telah dilakukan Allah padamu?" Zubaidah menjawab, "Allah telah mengampuniku." Aku bertanya lagi padanya, "Bagaimana tentang perbelanjaan yang telah engkau keluarkan pada waktu perjalanan ke Mekah?" Zubaidah menjawab, "Adapun perbelanjaan yang telah aku keluarkan pada waktu perjalanan ke Mekkah,semua itu telah sampai kepada pemiliknya,yaitu Allah SWT.Dan Dia telah mengampuni aku karena niatku."
Abu Bakar Kattani berkata, "Aku pernah bermimpi melihat seorang pemuda yang tampak olehku belum ada pemuda yang lebih tampan darinya.Lalu aku bertanya padanya, "Siapakah engkau?" Dia menjawab, "Di setiap hati yang berduka cita (karena Allah)." Kemudian aku melihat ke arah lain,maka tampak olehku seorang wanita hitam.Lalu aku bertanya, "Siapakah kamu?" Dia menjawab, "Aku adalah sakit."Aku bertanya lagi, "Di manakah tempatmu?" Dia menjawab, "Di setiap tempat hati yang selalu riang dan angkuh." Lalu aku bangun,dan aku berjanji pada diriku bahwa tidak akan tertawa kecuali terpaksa."
Abu Said Al Kharraz menceritakan, "Aku pernah bermimpi melihat iblis seakan-akan sedang menyerangku,lalu aku mengambil tongkat untuk mengusirnya,tapi dia tidak takut padaku.Tiba-tiba ada yang membisiki padaku, "Iblis tidak takut pada tongkat itu,tapi dia takut pada hati yang bercahaya (yakni yang selalu berbuat baik dan berzikir kepada Allah)."
Ibnu Uyainah berkata, "Aku pernah bermimpi tentang Sufyan ats Tsauri yang pernah aku melihatnya berada dalam surga,dia terbang dari satu pohon ke pohon lain sambil berkata, "Untuk yang demikian ini hendaknya orang-orang beramal." Aku pun berkata padanya, 'Berilah aku wasiat! "Dia menjawab, "Kurangilah mengetahui tentang manusia"
Seseorang mengatakan, "Pada malam kematian Dawud ath Thai,aku bermimpi melihat cahaya yang terang benderang,dan aku melihat para malaikat ada yang naik dan turun.Kemudian aku bertanya pada mereka, "Malam apakah ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah malam kematian Dawud ath Thai,sungguh surga telah dihiasi untuk menyambut kedatangan rohnya."
Rabi bin Sulaiman berkata, "Aku bermimpi melihat Imam Syafi'i RA.setelah ke wafatannya,lalu aku bertanya, "Hai Abu Abdullah,apakah yang dilakukan Allah padamu?" Imam Syafi'i menjawab, "Allah telah mendudukkan aku pada kursi yang terbuat dari emas yang ditaburi intan permata."
Salah seorang sahabat Hasan Bashri pernah memimpikan Hasan Bashri pada waktu wafatnya,dan dia mendengar ada yang berseru, "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh,keluarga Ibrahim,dan keluarga Imran di atas dunia ini (Qs.Ali Imran ayat 33),dan Allah telah memilih Hasan Basri di antara orang-orang yang hidup pada zamannya."
Imam Syafi'i RA.berkata, "Beberapa hari aku menghadapi suatu urusan yang amat sulit dan membuatku susah,dan tidak ada yang dapat membereskannya selain Allah.Keesokan harinya aku pernah bermimpi ada seorang yang datang padaku sambil berkata, "Hai Muhammad bin Idris,bacalah: "Allahumma innii laa amliku linafsiy naf'an wa laa dhor ron wa laa mawtan walaa hayaatan wa laa nasyuuron wa laa astathii'u an aakhudza illa maa a'thoytany wa laa atqoo illaa maa wa qoytany Allahumma fawaf fiqniy lima tu hibbu wa tardloo minal qowli wal amali fii'aafiyatin."
Artinya:"Ya Allah,sesungguhnya aku tidak mempunyai kekuasaan atas diriku baik berupa yang bermanfaat,yang membahayakan,kematian,kehidupan maupun ketika kembali ke akhirat.Dan aku tidak kuasa mengambil kecuali apa yang telah Engkau berikan padaku,juga aku tidak memiliki ketaqwaan yang telah Engkau berikan padaku.Ya Allah,berikanlah taufiq padaku terhadap sesuatu yang Engkau sukai dan Engkau ridhai,baik berupa ucapan ataupun perbuatan yang mendatangkan afiat (keselamatan)."
Ketika shubuh tiba,aku membaca doa itu,dan menjelang siang Allah telah memberikan padaku apa yang telah aku minta serta memberi kemudahan padaku dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang telah menimpaku.Karena itu bacalah oleh kalian doa ini dan jangan melalaikannya."
Sebenarnya banyak sekali kisah tentang orang-orang shalih yang pernah bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW.Yang telah di tulis oleh Imam Ghozali RA.Begitu juga kisah tentang mimpinya orang-orang shalih dari kalangan para sahabat maupun para tabiin.Semoga kisah-kisah di atas bermanfaat bagi kita semua.
Jumat, 04 Februari 2011
TASAUF DALAM PANDANGAN HUSIN BIN MANSUR AL-HALLAJ
Banyak terjadi kontroversi mengenai
ajaran sufi besar yang satu ini.Selain beratus ulama Fiqih yang
menentang,beratus pula yang membela ajarannya.
Jika membuka kembali riwayat hidup Al-Hallaj,tak pelak kita akan membuka pertentangan yang hebat di antara ulama Fiqih dengan ulama Tasauf.Pendeknya,terjadi pergaulatan yang hebat antara ulama ahli lahir dengan ulama ahli batin.
Dia dilahirkan di negeri Baidhaa,salah satu kota kecil di Persia pada 244 H (858M),dan ketika menginjak dewasa mukim di kota Wasith,dekat Baghdad.Di usia 16 tahun Al-Mughits Al-Hasan bin Mansur bin Muhammad All-Tusturi,yang kala itu bermukim di negeri Ahwaaz.Dan selama dua tahun Hallaj menimba ilmu pada tokoh ini.
Setelah itu,pada 264 H dia belajar kepada 'Amar Al-Makki,dia banyak menyerap sikap,sifat dan tingkah laku seorang sufi.Tidak mengherankan jika banyak pakar sufisme menyebutkan bahwa di kota inilah batin Al-Hallaj mulai mendekati kematangan,hingga kemudian membentuk sosoknya yang penuh dengan kotroversi.
Walau kala itu usia Al-Hallaj masih 20 tahun,namun pandangan dan sikapnya yang terpuji membuatnya sangat disukai oleh banyak orang suci yang lain.Pada 878 M dia menuju Baghdad untuk belajar kepada Al-Junaid.Sesudah bertemu dengan Al-Junaid,dia pun mengembara dari satu negeri ke negeri lain guna menambah pengetahuan dan pengalamannya dalam ilmu Tasauf.
Dalam semua perjalanan dan pengembaraannya serta pertemuan dengan ahli-ahli shufiyah yang besar-besar itu,telah memunculkan pribadi dan pandangan hidupnya sendiri,sehingga Ketika usianya mencapai 53 tahun namanya telah menjadi buah bibir di kalangan ahli Fiqih.Hal ini disebabkan karena perkataan-perkataannya yang ganjil,dan pandangan Tasaufnya yang berbeda dari yang lain.Bahkan,ketika itu seorang ulama Fiqih terkenal,Ibnu Daud Al-Isfahani mengeluarkan fatwa untuk membantah dan memberantas fahamnya.Al-Isfahani terkenal sebagai penganut faham Mazhab Zahiri (mazhab yang lebih radikal dari keempat mazhab Fiqih,yang hanya mementingkan zahir nash belaka).
Dalam banyak pengembaraannya itu,Hallaj terus melakukan khotbah dari satu daerah ke daerah yang lain.Inti dari khotbah itu menekankan agar tiap manusia menemukan Allah dalam dirinya,dalam jiwanya,hingga seorang tidak tertarik untuk berpaling ke persoalan keduniawian.Dari sinilah dia memperoleh gelar atau julukan Al-Hallaj Al-Asrar yang berarti Permintal Hati Nurani.
Di dalam pengajarannya,Al-Hallaj banyak menggunakan bentuk syair atau prosa dengan susunan isi yang mendalam dan kebanyakan mencakup tiga hal:
1.Hulul,yaitu Ketuhanan (Lahut) yang menjelma ke dalam diri Insan (Nasut).
2.Alhaqiqatul Muhammadiya,yaitu Nur Muhammad sebagai asal-usul segala kejadian amal perbuatan dan ilmu pengetahuan.Dan dengan perantaraannyalah seluruh alam ini dijadikan.
3.Kesatuan segala Agama.
Bagi Al-Hallaj,Hulul adalah dasar pendiriannya.Tuhan mungkin menjelma ke dalam Insan,laksana bersatunya api dengan besi diwaktu saat panasnya.Apabila si Insan telah sanggup memfanakan dirinya ke dalam Tuhan dengan pensucian Roh,maka di kala itu segala perbuatan dan ibarat Insani menjadi perbuatan dan ibarat Tuhan,Allah SWT.
Bagaimana pula dengan sifat persatuan itu? Menurut apa yang dikatakan Al-Hallaj,tak ubahnya sebagai persatuan antara khamar dengan air.Atau ibarat persatuan antara api dengan besi di saat dibakar hingga memerah.Sehingga apabila tersinggung salah satu,maka tersinggung pula yang lainnya.Dari sinilah awal perkataan: "Anal Haqq" yang amat terkenal dan menimbulkan banyak kontroversi.
Berikut ini adalah nukilan dari sekian banyak syair sufi karya Al-Hallaj:
Sayalah orang yang saya rindui,
Dan orang yang saya rindui ialah saya,
Kami dua jiwa bersatu di satu badan,
Kalau engkau lihat aku engkau lihat dia.
Bila engkau lihat Dia,terlihat engkaulah Kami.
Atau syairnya berikut ini:
Telah bercampur rohMu dengan rohku,
Laksana bercampurnya khamar dengan air yang jernih,
Bila menyentuh akanMu sesuatu,
Tersentuhlah Aku,
Sebab itu,Engkau adalah aku,dalam segala hal.
Dua nukilan tersebut di atas menjelaskan dengan gamblang akan dasar kepercayaan Al-Hallaj (sufinya) tentang persatuan di antara Asyik dan Ma'syuk.
Dan perlu dicatat,mula pertama Al-Hallaj-lah yang menyatakan bahwasanya kejadian alam ini pada mulanya ialah dari Haqiqatul Muhammadiyah,atau lazim disebut dengan Nur Muhammad.Dengan kata lain,Nur Muhammad merupakan asal dari segala kejadian.Menurut perkataan Al-Hallaj,Nabi Muhammad itu terjadi dengan dua rupa.Pertama rupa yang Qadim dan Azali.Dengan kata lain,beliau telah terjadi sebelum terjadinya seluruh yang ada.Sedang yang kedua adalah wujudnya sebagai manusia,seorang Rasul dan Nabi yang diutus Tuhan.
Pendek kata,cahaya segala ke Nabi-an bersumber dari Nur Muhammad.Tidaklah ada suatu cahaya yang lebih bercahaya dan lebih nyata,atau yang lebih qadim dari pada yang qadim,yang mendahului cahaya Muhammad yang mulia itu.
Bahkan,segala yang diketahui hanyalah setetes dari pada lautan ilmunya.Atau,segala nikmat juga hanyalah satu piala dari aliran sungainya,dan suatu zaman,hanyalah sesaat kecil dari masanya yang jauh.
Dalam hal kejadian dialah yang awal,sedang dalam hal kenabian dialah yang akhir,Al-Haqq adalah dengan dia,dan dengan dialah hakikat.Pendeknya, menurut Al-Hallaj,Nur Muhammad merupakan pusat kesatuan alam,dan pusat kesatuan nubuwwat segala Nabi.Dan nabi-nabi itu nubuwwatnya,ataupun dirinya hanyalah sebagian saja dari pada cahaya Nur Muhammad.Atau,segala macam ilmu,hikmat,dan nubuwwat adalah pancaran belaka dari sinarnya.
Sedang tentang kesatuan segala agama,Al-Hallaj berpendapat,segala agama adalah agama Allah.Dalam artian,semua tujuan akhirnya menuju kepada Allah.Orang memilih suatu agama atau lahir dalam satu agama bukanlah atas kehendaknya,tetapi dikehendaki olehNya.Pendirian ini disandarkannya kepada ketentuan (takdir) yang telah ditentukan oleh Allah.Baginya tak perlu adanya perselisihan antar agama,tetapi perdalamlah pegangan dalam agama masing-masing.
Dari ketiga macam pendirian itu,Al-Hallaj mendapat penolakan dari para ulama ahli Fiqih.Dia dianggap telah melanggar batas-batas ketentuan agama yang telah ditentukan oleh para ulama itu.
Kalimatnya: "Anal Haqq", Akulah Kebenaran itu! Telah mampu mengguncang jagad spritualisme,juga banyak digugat tokoh dari zaman ke zaman,hingga menimbulkan perdebatan yang tak pernah putus sampai sekarang.
Secara fisik ucapan itu memang mudah ditafsirkan sebagai ungkapan kemungkaran.Tetapi,secara hakikat,kebenaran hakiki takkan dimiliki makhluk.Karena secara fitnah manusia adalah sebagai penerima.Sedangkan pemilik kebenaran mutlak adalah Allah semata.
Dakwah Al-Hallaj inilah yang menimbulkan suka cita dan kebencian.Yang suka langsung menyatakan diri sebagai pengikutnya,di antaranya adalah kaum Sunni dan sebagian orang-orang Kristen yang menjadi pejabat di negeri Baghdad.
Sedangkan mereka yang benci adalah kaum Mu'tazillah dan Syi'ah.Kelompok terakhir inilah yang terus-menerus melakukan penentangan.Beragam fitnah pun dilancarkan untuk membendung pengaruh ajarannya.Ucapan Al-Hallaj dijadikan sebagai senjata untuk menyudutkan dirinya.
Para penentang Al-Hallaj berusaha keras mencari cara untuk mengobarkan emosi massa,dan mereka menemukan cara dengan menghubungkan nama Al-Hallaj dengan kelompok Qomarithiyah,salah satu kelompok ekstrim yang dibenci masyarakat Islam ketika itu.Pasalnya,gerakan ini pernah menyerbu Mekkah,dan membunuh ummat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji.Dan bahkan mengambil Hajar Aswad yang disunnahkan itu.
Fitnah keji itu pun berbuah.Al-Hallaj akhirnya dikecam.Dia diadili,kemudian di penjara sebelum akhirnya divonis sebagai pendurhaka.Akhirnya dalam tahun 309 H (921 M) diadakan persidangan ulama di bawah naungan kerajaan Bani Abbas,Khalifah Al-Muktadirbillah.Dan pada tanggal 18 Zulkaidah 309 H,jatuhlah hukuman atas Al-Hallaj.Pada hari keputusan hukum dikeluarkan,banyak kaum Sufizah yang menyaksikan,di antarnya Abu Bakar Al-Syilbi dan Abil Hasan Al-Wassithi.Sementara yang mengantar ketempat hukuman adalah kepala polisi yang bernama Muhammad bin Abdul Samad.
Di depan pintu kematiannya,Al-Hallaj tetap tegar.Dia pun masih mengucapkan syair-syair ajarannya yang punya pengaruh besar terhadap banyak muridnya yang berkerumun di bawah kayu palang penyiksaannya.Abu Harst,algojo yang ditugaskan mengesekusi pun menjalankan tugasnya.Dia mulai mematahkan kedua tangan dan kedua kaki Al-Hallaj.Namun Al-Hajaj tidak mengeluh kesakitan.walau sedikitpun.Dengan tenangnya dia kemudian berkata, "Tuan-tuan telah menjalankan peraturan yang pantas atas orang-orang yang disangka melanggar undang-undang.Memang siapa yang dipandang melanggar undang-undang syari'at patut dihukum."
Melihat ketegaran Al-Hallaj,dengan sikap yang kejam dan mengerikan,Abu Harst,sang algojo menampar muka Al-Hallaj dengan pangkal pedang.Akibatnya,memancarkan darah segar dari hidung Al-Hallaj yang pecah.
Dalam keadaan tak sadarkan diri Al-Hallaj dipakukan di tiang palang,menyerupai palang yang disediakan kaum Yahudi untuk Nabi Isa.Setelah sadarkan diri,dengan muka penuh darah dan luka mengalirkan darah bekas pemakuan,salah seorang muridnya meminta fatwa terakhir dari guru besarnya.
"Berikan penjelasan yang lebih kongkret,wahai guru.Apa katamu yang akhir tentang arti tasauf!"
Dengan suara terputus Al-Hallaj pun menjawab: "Yang engkau saksikan inilah semudah-mudah dari arti tasauf."
Demikian pandangan Al-Hallaj tentang arti sebenarnya dari tasauf,dia rela mengorbankan dirinya demi apa yang dia yakini kebenarannya.Dan hanya dalam hitungan hari,sosok orang suci ini sirna.Anggota badannya dipotong-potong,lehernya pun di penggal.Kemudian dikumpulkan dan dibakar,dan abunya dihanyutkan ke sungai Tigris.Jasadnya menyatu dengan tanah,melalui alur sungai yang terpecah menjadi dua,Efrat dan Furat.
Jika membuka kembali riwayat hidup Al-Hallaj,tak pelak kita akan membuka pertentangan yang hebat di antara ulama Fiqih dengan ulama Tasauf.Pendeknya,terjadi pergaulatan yang hebat antara ulama ahli lahir dengan ulama ahli batin.
Dia dilahirkan di negeri Baidhaa,salah satu kota kecil di Persia pada 244 H (858M),dan ketika menginjak dewasa mukim di kota Wasith,dekat Baghdad.Di usia 16 tahun Al-Mughits Al-Hasan bin Mansur bin Muhammad All-Tusturi,yang kala itu bermukim di negeri Ahwaaz.Dan selama dua tahun Hallaj menimba ilmu pada tokoh ini.
Setelah itu,pada 264 H dia belajar kepada 'Amar Al-Makki,dia banyak menyerap sikap,sifat dan tingkah laku seorang sufi.Tidak mengherankan jika banyak pakar sufisme menyebutkan bahwa di kota inilah batin Al-Hallaj mulai mendekati kematangan,hingga kemudian membentuk sosoknya yang penuh dengan kotroversi.
Walau kala itu usia Al-Hallaj masih 20 tahun,namun pandangan dan sikapnya yang terpuji membuatnya sangat disukai oleh banyak orang suci yang lain.Pada 878 M dia menuju Baghdad untuk belajar kepada Al-Junaid.Sesudah bertemu dengan Al-Junaid,dia pun mengembara dari satu negeri ke negeri lain guna menambah pengetahuan dan pengalamannya dalam ilmu Tasauf.
Dalam semua perjalanan dan pengembaraannya serta pertemuan dengan ahli-ahli shufiyah yang besar-besar itu,telah memunculkan pribadi dan pandangan hidupnya sendiri,sehingga Ketika usianya mencapai 53 tahun namanya telah menjadi buah bibir di kalangan ahli Fiqih.Hal ini disebabkan karena perkataan-perkataannya yang ganjil,dan pandangan Tasaufnya yang berbeda dari yang lain.Bahkan,ketika itu seorang ulama Fiqih terkenal,Ibnu Daud Al-Isfahani mengeluarkan fatwa untuk membantah dan memberantas fahamnya.Al-Isfahani terkenal sebagai penganut faham Mazhab Zahiri (mazhab yang lebih radikal dari keempat mazhab Fiqih,yang hanya mementingkan zahir nash belaka).
Dalam banyak pengembaraannya itu,Hallaj terus melakukan khotbah dari satu daerah ke daerah yang lain.Inti dari khotbah itu menekankan agar tiap manusia menemukan Allah dalam dirinya,dalam jiwanya,hingga seorang tidak tertarik untuk berpaling ke persoalan keduniawian.Dari sinilah dia memperoleh gelar atau julukan Al-Hallaj Al-Asrar yang berarti Permintal Hati Nurani.
Di dalam pengajarannya,Al-Hallaj banyak menggunakan bentuk syair atau prosa dengan susunan isi yang mendalam dan kebanyakan mencakup tiga hal:
1.Hulul,yaitu Ketuhanan (Lahut) yang menjelma ke dalam diri Insan (Nasut).
2.Alhaqiqatul Muhammadiya,yaitu Nur Muhammad sebagai asal-usul segala kejadian amal perbuatan dan ilmu pengetahuan.Dan dengan perantaraannyalah seluruh alam ini dijadikan.
3.Kesatuan segala Agama.
Bagi Al-Hallaj,Hulul adalah dasar pendiriannya.Tuhan mungkin menjelma ke dalam Insan,laksana bersatunya api dengan besi diwaktu saat panasnya.Apabila si Insan telah sanggup memfanakan dirinya ke dalam Tuhan dengan pensucian Roh,maka di kala itu segala perbuatan dan ibarat Insani menjadi perbuatan dan ibarat Tuhan,Allah SWT.
Bagaimana pula dengan sifat persatuan itu? Menurut apa yang dikatakan Al-Hallaj,tak ubahnya sebagai persatuan antara khamar dengan air.Atau ibarat persatuan antara api dengan besi di saat dibakar hingga memerah.Sehingga apabila tersinggung salah satu,maka tersinggung pula yang lainnya.Dari sinilah awal perkataan: "Anal Haqq" yang amat terkenal dan menimbulkan banyak kontroversi.
Berikut ini adalah nukilan dari sekian banyak syair sufi karya Al-Hallaj:
Sayalah orang yang saya rindui,
Dan orang yang saya rindui ialah saya,
Kami dua jiwa bersatu di satu badan,
Kalau engkau lihat aku engkau lihat dia.
Bila engkau lihat Dia,terlihat engkaulah Kami.
Atau syairnya berikut ini:
Telah bercampur rohMu dengan rohku,
Laksana bercampurnya khamar dengan air yang jernih,
Bila menyentuh akanMu sesuatu,
Tersentuhlah Aku,
Sebab itu,Engkau adalah aku,dalam segala hal.
Dua nukilan tersebut di atas menjelaskan dengan gamblang akan dasar kepercayaan Al-Hallaj (sufinya) tentang persatuan di antara Asyik dan Ma'syuk.
Dan perlu dicatat,mula pertama Al-Hallaj-lah yang menyatakan bahwasanya kejadian alam ini pada mulanya ialah dari Haqiqatul Muhammadiyah,atau lazim disebut dengan Nur Muhammad.Dengan kata lain,Nur Muhammad merupakan asal dari segala kejadian.Menurut perkataan Al-Hallaj,Nabi Muhammad itu terjadi dengan dua rupa.Pertama rupa yang Qadim dan Azali.Dengan kata lain,beliau telah terjadi sebelum terjadinya seluruh yang ada.Sedang yang kedua adalah wujudnya sebagai manusia,seorang Rasul dan Nabi yang diutus Tuhan.
Pendek kata,cahaya segala ke Nabi-an bersumber dari Nur Muhammad.Tidaklah ada suatu cahaya yang lebih bercahaya dan lebih nyata,atau yang lebih qadim dari pada yang qadim,yang mendahului cahaya Muhammad yang mulia itu.
Bahkan,segala yang diketahui hanyalah setetes dari pada lautan ilmunya.Atau,segala nikmat juga hanyalah satu piala dari aliran sungainya,dan suatu zaman,hanyalah sesaat kecil dari masanya yang jauh.
Dalam hal kejadian dialah yang awal,sedang dalam hal kenabian dialah yang akhir,Al-Haqq adalah dengan dia,dan dengan dialah hakikat.Pendeknya, menurut Al-Hallaj,Nur Muhammad merupakan pusat kesatuan alam,dan pusat kesatuan nubuwwat segala Nabi.Dan nabi-nabi itu nubuwwatnya,ataupun dirinya hanyalah sebagian saja dari pada cahaya Nur Muhammad.Atau,segala macam ilmu,hikmat,dan nubuwwat adalah pancaran belaka dari sinarnya.
Sedang tentang kesatuan segala agama,Al-Hallaj berpendapat,segala agama adalah agama Allah.Dalam artian,semua tujuan akhirnya menuju kepada Allah.Orang memilih suatu agama atau lahir dalam satu agama bukanlah atas kehendaknya,tetapi dikehendaki olehNya.Pendirian ini disandarkannya kepada ketentuan (takdir) yang telah ditentukan oleh Allah.Baginya tak perlu adanya perselisihan antar agama,tetapi perdalamlah pegangan dalam agama masing-masing.
Dari ketiga macam pendirian itu,Al-Hallaj mendapat penolakan dari para ulama ahli Fiqih.Dia dianggap telah melanggar batas-batas ketentuan agama yang telah ditentukan oleh para ulama itu.
Kalimatnya: "Anal Haqq", Akulah Kebenaran itu! Telah mampu mengguncang jagad spritualisme,juga banyak digugat tokoh dari zaman ke zaman,hingga menimbulkan perdebatan yang tak pernah putus sampai sekarang.
Secara fisik ucapan itu memang mudah ditafsirkan sebagai ungkapan kemungkaran.Tetapi,secara hakikat,kebenaran hakiki takkan dimiliki makhluk.Karena secara fitnah manusia adalah sebagai penerima.Sedangkan pemilik kebenaran mutlak adalah Allah semata.
Dakwah Al-Hallaj inilah yang menimbulkan suka cita dan kebencian.Yang suka langsung menyatakan diri sebagai pengikutnya,di antaranya adalah kaum Sunni dan sebagian orang-orang Kristen yang menjadi pejabat di negeri Baghdad.
Sedangkan mereka yang benci adalah kaum Mu'tazillah dan Syi'ah.Kelompok terakhir inilah yang terus-menerus melakukan penentangan.Beragam fitnah pun dilancarkan untuk membendung pengaruh ajarannya.Ucapan Al-Hallaj dijadikan sebagai senjata untuk menyudutkan dirinya.
Para penentang Al-Hallaj berusaha keras mencari cara untuk mengobarkan emosi massa,dan mereka menemukan cara dengan menghubungkan nama Al-Hallaj dengan kelompok Qomarithiyah,salah satu kelompok ekstrim yang dibenci masyarakat Islam ketika itu.Pasalnya,gerakan ini pernah menyerbu Mekkah,dan membunuh ummat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji.Dan bahkan mengambil Hajar Aswad yang disunnahkan itu.
Fitnah keji itu pun berbuah.Al-Hallaj akhirnya dikecam.Dia diadili,kemudian di penjara sebelum akhirnya divonis sebagai pendurhaka.Akhirnya dalam tahun 309 H (921 M) diadakan persidangan ulama di bawah naungan kerajaan Bani Abbas,Khalifah Al-Muktadirbillah.Dan pada tanggal 18 Zulkaidah 309 H,jatuhlah hukuman atas Al-Hallaj.Pada hari keputusan hukum dikeluarkan,banyak kaum Sufizah yang menyaksikan,di antarnya Abu Bakar Al-Syilbi dan Abil Hasan Al-Wassithi.Sementara yang mengantar ketempat hukuman adalah kepala polisi yang bernama Muhammad bin Abdul Samad.
Di depan pintu kematiannya,Al-Hallaj tetap tegar.Dia pun masih mengucapkan syair-syair ajarannya yang punya pengaruh besar terhadap banyak muridnya yang berkerumun di bawah kayu palang penyiksaannya.Abu Harst,algojo yang ditugaskan mengesekusi pun menjalankan tugasnya.Dia mulai mematahkan kedua tangan dan kedua kaki Al-Hallaj.Namun Al-Hajaj tidak mengeluh kesakitan.walau sedikitpun.Dengan tenangnya dia kemudian berkata, "Tuan-tuan telah menjalankan peraturan yang pantas atas orang-orang yang disangka melanggar undang-undang.Memang siapa yang dipandang melanggar undang-undang syari'at patut dihukum."
Melihat ketegaran Al-Hallaj,dengan sikap yang kejam dan mengerikan,Abu Harst,sang algojo menampar muka Al-Hallaj dengan pangkal pedang.Akibatnya,memancarkan darah segar dari hidung Al-Hallaj yang pecah.
Dalam keadaan tak sadarkan diri Al-Hallaj dipakukan di tiang palang,menyerupai palang yang disediakan kaum Yahudi untuk Nabi Isa.Setelah sadarkan diri,dengan muka penuh darah dan luka mengalirkan darah bekas pemakuan,salah seorang muridnya meminta fatwa terakhir dari guru besarnya.
"Berikan penjelasan yang lebih kongkret,wahai guru.Apa katamu yang akhir tentang arti tasauf!"
Dengan suara terputus Al-Hallaj pun menjawab: "Yang engkau saksikan inilah semudah-mudah dari arti tasauf."
Demikian pandangan Al-Hallaj tentang arti sebenarnya dari tasauf,dia rela mengorbankan dirinya demi apa yang dia yakini kebenarannya.Dan hanya dalam hitungan hari,sosok orang suci ini sirna.Anggota badannya dipotong-potong,lehernya pun di penggal.Kemudian dikumpulkan dan dibakar,dan abunya dihanyutkan ke sungai Tigris.Jasadnya menyatu dengan tanah,melalui alur sungai yang terpecah menjadi dua,Efrat dan Furat.
HARUT DAN MARUT BUKAN MALAIKAT
Diriwayatkan,ada dua orang malaikat
bernama Harut dan Marut.Mereka melihat anak-anak Adam di bumi telah
dikuasai oleh Setan.Lalu Sang Pencipta mengirimkan Harut dan Marut ke
bumi dengan mengatakan, "Baiklah kalau begitu sekarang pergilah kamu
berdua ke sana.Kami akan melihat apa yang kamu kerjakan."
Lalu kedua datang ke dunia dan bergaul dengan manusia.Mereka mengajarkan tentang Asma Allah dan juga ilmu sihir.Ketika mengajarkan sihir mereka mengatakan bahwa ini sesuatu yang haram dan merupakan cobaan bagi kalian semua manusia.
"Terserah kalian mau mempelajari atau tidak!" kata Harut dan Marut.Tetapi orang-orang memilih untuk mempelajarinya.Sehingga ketika ditanya Allah,Harut dan Marut menjawab bahwa orang-orang itu sendiri yang memilih "kufur".
Kisah selanjutnya,Harut dan Marut hanya mengajarkan pada kaum laki-laki saja.Suatu hal yang menyebabkan perpecahan di antara pria dan isteri-isterinya.Lalu suatu saat datang seorang PSK bernama Zahrah,minta di ajari tentang Asma Allah.Tetapi dua malaikat itu jatuh cinta padanya.
Sedemikian terlena hingga mereka suatu hari di beri arak oleh perempuan tersebut,lalu keduanya berzina dengannya.Maka Allah lalu menyuruh mereka memilih,akan tetap tinggal di dunia dengan hukuman gantung di sebuah sumur,atau disiksa di akhirat kelak.
Harut dan Marut memilih disiksa didunia saja,sebab mereka tahu siksa akhirat begitu pedihnya.Maka keduanya digantung di sumur tua di Babil.Konon,sampai sekarang ke langit dan berubah menjadi bintang bersinar cemerlang yang lalu dikenal orang dengan sebutan "Bintang Zahsah" (Tafsir Mahasinut-Ta'wil Al Qasimi).
Kisah di atas,menurut H.Miftahuzzaman dalam Tafsir Ayat-ayat Jin,meluruskan pemahaman tentang tentang Malaikat,Setan dan Jin.Menurutnya,semua itu merupakan kisah yang sama sekali tidak terdengar pada sumber-sumber Islam yang syah.Hal tersebut rupanya sengaja dikait-kaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an hanya secara kira-kira saja.
Bagaimana mungkin Al-Qur'an membenarkan sebuah cerita yang isinya sangat bertentangan dengan nash-nash yang terkandung di dalam Al-Qur'an itu sendiri?
Bagaimana mungkin malaikat dapat memberontak,sedangkan malaikat dalam QS.At-Tahrim:6 dikatakan, "Mereka (malaikat-malaikat) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjalan apa yang diperintahkan."
Bagaiman mungkin mereka mendurhakai Allah,sehingga terjerumus ke dalam lebah kejahatan dan perzinaan dengan hanya seorang PSK yang bernama Zahrah?
Malaikat termasuk wujud yang harus kita Imani.Padahal beriman menuntut keharusan mentaati perintah wujud yang diimani.Maka jika wujud-wujud itu mempunyai kecenderungan berbuat durhaka,bukankah mengikuti berarti sama dengan menyuruh diri binasa?
Tentang Harut dan Marut terdapat dalam ayat 102 surah Al-Baqaroh yang artinya, "Dan mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti apa yang didiktekan oleh setan-setan (para pendurhaka) di masa kerajaan Sulaiman,dan bukanlah Sulaiman yang ingkar melainkan setan-setan itulah yang ingkar,mereka mengajarkan sihir kepada manusia.
Dan (mereka mengaku bahwa mereka mengikuti) apa yang telah diturunkan kepada dua malaikat,Harut dan Marut,di Babil.Dan keduanya tidaklah mengajarkan kepada seorangpun sebelum mereka mengatakan (lebih dulu), "Kami hanya suatu percobaan (dari Tuhan),karena itu janganlah kamu ingkar (kepada perintah kami)."
Maka orang-orang di masa itu belajar dari keduanya hal yang depan itu mereka membuat perbedaan di antara laki-laki dan membuat perbedaan di antara laki-lakì dan isterinya,dan mereka tidak mendatangkan mudharat kepada seorang pun dengan itu kecuali dengan seizin Allah,dan sebaliknya mereka ini (yakni musuh-musuh Rasulullah SAW) belajar hal yang mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak bermanfaat bagi mereka."
Kata "dua malaikat" pada ayat di atas maksudnya dua orang suci,sebab mereka disini diterangkan sebagai pengajar sesuatu kepada orang banyak.Padahal,malaikat itu tidak pernah tinggal bersama manusia dan tidak bergaul bebas dengan mereka.(QS.17:95,21:18). "Orang suci" secara kiasan biasa disebut malaikat (lihat surah Yusuf:32).
Harut dan Marut itu keduanya nama sifat,yang pertama berasal dari Harata (ialah,ia merobek-aqrabul mawarid) berarti orang yang merobek.Sementara Marut berasal dari Marata (ialah,ia memecah) berarti orang yang memecahkan.
Nama-nama itu mengandung arti bahwa tujuan munculnya orang-orang suci itu ialah untuk "merobek" dan "memecahkan" kemegahan dan kekuasaan kerajaan musuh-musuh Bani Israil.
Orang-orang suci itu menerangkan pada anggota baru,pada waktu upacara pelantikan bahwa mereka itu semacam percobaan dari Tuhan untuk maksud memisahkan antara yang baik dan yang buruk.
Merasa membatasi keanggotaan mereka hanya sebatas kaum pria.Menurut H.Miftahuzzaman ayat itu berarti bahwa orang-orang Yahudi pada masa Rasulullah SAW,ikut-ikutan dalam rencana dan perbuatan jahat yang sama seperti halnya yang menjadi ciri nenek moyang mereka di zaman Nabi Sulaiman AS.
Perusuh-perusuh di zaman Nabi Sulaiman As adalah pemberontak-pemberontak yang menuduh beliau sebagai orang kafir.Ayat ini membersihkan Nabi Sulaiman AS dari tuduhan kekafiran.Ditambahkan musuh-musuh Nabi Sulaiman dalam menyampaikan pada rekan-rekan mereka menggunakan sandi atau lambang-lambang,dengan tujuan menipu orang dan menyembunyikan maksud sebenarnya.
Ayat ini mengisyaratkan kepada persekongkolan rahasia yang diluncurkan musuh-musuh Nabi Sulaiman AS.Dengan jalan mereka berusaha menghancurkan kerajaannya.Hal ini mengandung arti bahwa orang-orang Yahudi Madinah sekarang (zaman Rasullah SAW) menggunakan siasat kotor yang sama terhadap Rasulullah SAW,tetapi mereka tidak akan berhasil dalam rencana-rencana jahatnya itu.
Demikian uraian tentang Harut dan Marut.Ternyata keduanya adalah orang-orang suci yang datang di Babi untuk membawa misi perbaikan,bukannya malaikat-malaikat yang dilaknat seperti dikisahkan sumber diatas.
Dengan demikian maka kisah Harut dan Marut itu pun tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menyatakan bahwa malaikat dapat dilihat dengan mata jasmani.Malaikat hanya bisa dilihat dengan penglihatan Kasyaf,penglihatan mata rohani,yakni melihat sesuatu obyek pemandangan seperti dalam keadaan terjaga,tidak tidur.
Dalam kasyaf,seseorang hanya melihat atau menangkap sesuatu dengan indera rohaninya saja.Tidak ada dengan indera jasmaninya.Sekalipun pemandangan di situ terlihat atau terasakan sangat jelas seperti nyata.Kasyaf keadaannya seperti mimpi,tetapi yang mengalaminya sadar bahwa itu bukan mimpi.
Contohnya,saat berlangsung perang Badar,banyak orang kafir melihat ribuan tentara asing berpakaian serba putih menggempur mereka.Tentara asing itu malaikat yang dikirim Allah SWT untuk membantu pihak muslim.
Lain dengan Abu Jahal,orang kafir yang paling keras memusuhi Rasulullah SAW.Suatu saat,Rasulullah sedang menjalankan sholat dan dalam posisi sujud.Abu Jahal membawa batu untuk mencelakai Rasulullah SAW.Tetapi setelah mendekat,ia kemudian lari tergopoh-gopoh.
Sementara batu masih ada di tangannya.Orang-orang Quraisy teman-temannya bertanya: "Saya pergi mendatangi dia untuk melakukan apa yang telah kukatakan kepada kalian.Tetapi setelah dekat,tiba-tiba aku dihadang seekor unta jantan.Aku belum pernah melihat sama sekali ada unta seperti itu.Ia hendak mencaplokku!"
Ketika hal itu diceritakan kepada Rasulullah SAW,Beliau bersabda, "Itu Jibril.Andaikata ia terus mendekat pasti disergap olehnya." (HR.Muslim,Nurul-Yaqin)
Obyek yang terlihat dalma Kasyaf pun sama seperti dalam mimpi,yakni bisa berupa apa saja.Bahkan dalam pemandangan alam nyata tidak mungkin terjadi,dalam Kasyaf mungkin saja terjadi.
Lalu kedua datang ke dunia dan bergaul dengan manusia.Mereka mengajarkan tentang Asma Allah dan juga ilmu sihir.Ketika mengajarkan sihir mereka mengatakan bahwa ini sesuatu yang haram dan merupakan cobaan bagi kalian semua manusia.
"Terserah kalian mau mempelajari atau tidak!" kata Harut dan Marut.Tetapi orang-orang memilih untuk mempelajarinya.Sehingga ketika ditanya Allah,Harut dan Marut menjawab bahwa orang-orang itu sendiri yang memilih "kufur".
Kisah selanjutnya,Harut dan Marut hanya mengajarkan pada kaum laki-laki saja.Suatu hal yang menyebabkan perpecahan di antara pria dan isteri-isterinya.Lalu suatu saat datang seorang PSK bernama Zahrah,minta di ajari tentang Asma Allah.Tetapi dua malaikat itu jatuh cinta padanya.
Sedemikian terlena hingga mereka suatu hari di beri arak oleh perempuan tersebut,lalu keduanya berzina dengannya.Maka Allah lalu menyuruh mereka memilih,akan tetap tinggal di dunia dengan hukuman gantung di sebuah sumur,atau disiksa di akhirat kelak.
Harut dan Marut memilih disiksa didunia saja,sebab mereka tahu siksa akhirat begitu pedihnya.Maka keduanya digantung di sumur tua di Babil.Konon,sampai sekarang ke langit dan berubah menjadi bintang bersinar cemerlang yang lalu dikenal orang dengan sebutan "Bintang Zahsah" (Tafsir Mahasinut-Ta'wil Al Qasimi).
Kisah di atas,menurut H.Miftahuzzaman dalam Tafsir Ayat-ayat Jin,meluruskan pemahaman tentang tentang Malaikat,Setan dan Jin.Menurutnya,semua itu merupakan kisah yang sama sekali tidak terdengar pada sumber-sumber Islam yang syah.Hal tersebut rupanya sengaja dikait-kaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an hanya secara kira-kira saja.
Bagaimana mungkin Al-Qur'an membenarkan sebuah cerita yang isinya sangat bertentangan dengan nash-nash yang terkandung di dalam Al-Qur'an itu sendiri?
Bagaimana mungkin malaikat dapat memberontak,sedangkan malaikat dalam QS.At-Tahrim:6 dikatakan, "Mereka (malaikat-malaikat) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan mereka selalu mengerjalan apa yang diperintahkan."
Bagaiman mungkin mereka mendurhakai Allah,sehingga terjerumus ke dalam lebah kejahatan dan perzinaan dengan hanya seorang PSK yang bernama Zahrah?
Malaikat termasuk wujud yang harus kita Imani.Padahal beriman menuntut keharusan mentaati perintah wujud yang diimani.Maka jika wujud-wujud itu mempunyai kecenderungan berbuat durhaka,bukankah mengikuti berarti sama dengan menyuruh diri binasa?
Tentang Harut dan Marut terdapat dalam ayat 102 surah Al-Baqaroh yang artinya, "Dan mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti apa yang didiktekan oleh setan-setan (para pendurhaka) di masa kerajaan Sulaiman,dan bukanlah Sulaiman yang ingkar melainkan setan-setan itulah yang ingkar,mereka mengajarkan sihir kepada manusia.
Dan (mereka mengaku bahwa mereka mengikuti) apa yang telah diturunkan kepada dua malaikat,Harut dan Marut,di Babil.Dan keduanya tidaklah mengajarkan kepada seorangpun sebelum mereka mengatakan (lebih dulu), "Kami hanya suatu percobaan (dari Tuhan),karena itu janganlah kamu ingkar (kepada perintah kami)."
Maka orang-orang di masa itu belajar dari keduanya hal yang depan itu mereka membuat perbedaan di antara laki-laki dan membuat perbedaan di antara laki-lakì dan isterinya,dan mereka tidak mendatangkan mudharat kepada seorang pun dengan itu kecuali dengan seizin Allah,dan sebaliknya mereka ini (yakni musuh-musuh Rasulullah SAW) belajar hal yang mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak bermanfaat bagi mereka."
Kata "dua malaikat" pada ayat di atas maksudnya dua orang suci,sebab mereka disini diterangkan sebagai pengajar sesuatu kepada orang banyak.Padahal,malaikat itu tidak pernah tinggal bersama manusia dan tidak bergaul bebas dengan mereka.(QS.17:95,21:18). "Orang suci" secara kiasan biasa disebut malaikat (lihat surah Yusuf:32).
Harut dan Marut itu keduanya nama sifat,yang pertama berasal dari Harata (ialah,ia merobek-aqrabul mawarid) berarti orang yang merobek.Sementara Marut berasal dari Marata (ialah,ia memecah) berarti orang yang memecahkan.
Nama-nama itu mengandung arti bahwa tujuan munculnya orang-orang suci itu ialah untuk "merobek" dan "memecahkan" kemegahan dan kekuasaan kerajaan musuh-musuh Bani Israil.
Orang-orang suci itu menerangkan pada anggota baru,pada waktu upacara pelantikan bahwa mereka itu semacam percobaan dari Tuhan untuk maksud memisahkan antara yang baik dan yang buruk.
Merasa membatasi keanggotaan mereka hanya sebatas kaum pria.Menurut H.Miftahuzzaman ayat itu berarti bahwa orang-orang Yahudi pada masa Rasulullah SAW,ikut-ikutan dalam rencana dan perbuatan jahat yang sama seperti halnya yang menjadi ciri nenek moyang mereka di zaman Nabi Sulaiman AS.
Perusuh-perusuh di zaman Nabi Sulaiman As adalah pemberontak-pemberontak yang menuduh beliau sebagai orang kafir.Ayat ini membersihkan Nabi Sulaiman AS dari tuduhan kekafiran.Ditambahkan musuh-musuh Nabi Sulaiman dalam menyampaikan pada rekan-rekan mereka menggunakan sandi atau lambang-lambang,dengan tujuan menipu orang dan menyembunyikan maksud sebenarnya.
Ayat ini mengisyaratkan kepada persekongkolan rahasia yang diluncurkan musuh-musuh Nabi Sulaiman AS.Dengan jalan mereka berusaha menghancurkan kerajaannya.Hal ini mengandung arti bahwa orang-orang Yahudi Madinah sekarang (zaman Rasullah SAW) menggunakan siasat kotor yang sama terhadap Rasulullah SAW,tetapi mereka tidak akan berhasil dalam rencana-rencana jahatnya itu.
Demikian uraian tentang Harut dan Marut.Ternyata keduanya adalah orang-orang suci yang datang di Babi untuk membawa misi perbaikan,bukannya malaikat-malaikat yang dilaknat seperti dikisahkan sumber diatas.
Dengan demikian maka kisah Harut dan Marut itu pun tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menyatakan bahwa malaikat dapat dilihat dengan mata jasmani.Malaikat hanya bisa dilihat dengan penglihatan Kasyaf,penglihatan mata rohani,yakni melihat sesuatu obyek pemandangan seperti dalam keadaan terjaga,tidak tidur.
Dalam kasyaf,seseorang hanya melihat atau menangkap sesuatu dengan indera rohaninya saja.Tidak ada dengan indera jasmaninya.Sekalipun pemandangan di situ terlihat atau terasakan sangat jelas seperti nyata.Kasyaf keadaannya seperti mimpi,tetapi yang mengalaminya sadar bahwa itu bukan mimpi.
Contohnya,saat berlangsung perang Badar,banyak orang kafir melihat ribuan tentara asing berpakaian serba putih menggempur mereka.Tentara asing itu malaikat yang dikirim Allah SWT untuk membantu pihak muslim.
Lain dengan Abu Jahal,orang kafir yang paling keras memusuhi Rasulullah SAW.Suatu saat,Rasulullah sedang menjalankan sholat dan dalam posisi sujud.Abu Jahal membawa batu untuk mencelakai Rasulullah SAW.Tetapi setelah mendekat,ia kemudian lari tergopoh-gopoh.
Sementara batu masih ada di tangannya.Orang-orang Quraisy teman-temannya bertanya: "Saya pergi mendatangi dia untuk melakukan apa yang telah kukatakan kepada kalian.Tetapi setelah dekat,tiba-tiba aku dihadang seekor unta jantan.Aku belum pernah melihat sama sekali ada unta seperti itu.Ia hendak mencaplokku!"
Ketika hal itu diceritakan kepada Rasulullah SAW,Beliau bersabda, "Itu Jibril.Andaikata ia terus mendekat pasti disergap olehnya." (HR.Muslim,Nurul-Yaqin)
Obyek yang terlihat dalma Kasyaf pun sama seperti dalam mimpi,yakni bisa berupa apa saja.Bahkan dalam pemandangan alam nyata tidak mungkin terjadi,dalam Kasyaf mungkin saja terjadi.
Rabu, 12 Januari 2011
10 PERKARA PENYEBAB TERHALANGNYA DOA
Di samping 4 hal di atas yang sangat prinsip,terdapat pula perkara yang menjadi penyebab terhalangnya suatu doa.Apakah ke 10 perkara tersebut? Saipudin membeberkan sebuah kisah sufisme yang diambilnya dari sebuah "kitab kuning." Berikut ini ringkasannya:
Alkisah,suatu ketika Ibrahim bin Adham rahimahullah lewat di sebuah pasar yang ada di kota Basrah.Lalu,orang-orang pun mengerumuni sufi besar ini dan bertanya, "Wahai Abu Ishaq (julukan Ibrahim bin Adham),mengapa setiap kali kami berdoa,doa kami tidak dikabulkan?"
"Karena hati kalian sudah mati oleh sepuluh perkara !" jawab Ibrahim bin Adham.Lalu,dia menguraikan ke 10 perkara yang dimaksudkannya,yakni:
1.Kalian mengetahui hak-hak Allah,tetapi kalian tidak menunaikan hak-hak tersebut.
2.Kalian mengira bahwa kalian mencintai Rasulullah SAW tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
3.Kalian membaca Al Qur'an,tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
4.Kalian makan dari nikmat/pemberian Allah,tetapi kalian tidak mensyukurinya.
5.Kalian mengatakan bahwa setan adalah musuh kalian,tetapi kalian tidak memusuhinya.
6.Kalian mengatakan bahwa surga adalah haq (benar adanya),namun kalian tidak berbuat untuk mencari surga itu.
7.Kalian mengatakan bahwa neraka adalah haq,tetapi kalian tidak menjauhkan diri darinya.
8.Kalian mengatakan bahwa kematian adalah haq,namun kalian tidak bersiap menghadapinya.
9.Kalian bangun dari tidur,lalu kalian menyibukkan diri mencari aib orang lain dan kalian melupakan aib-aib kalian sendiri.
10.Kalian mengubur orang-orang mati di antara kalian,namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
"Marilah sama-sama kita menginsafi kesepuluh perkara yang diwasilahkan oleh Ibrahim Bin Adham tersebut.Kenyataan tersebut memang terjadi di sekitar kita," kata Saipudin,mengingatkan.Menurutnya,di tengah kehidupan modern yang serba matrialistis,manusia memang mudah melupakan simbol-smbol kehidupan yang ada di sekitarnya.Padahal,belajar dari lingkungan sekitar merupakan salah satu kebaikan yang utama.
Di bagian lain,Saipudin juga menyinggung tentang saat-saat yang tepat untuk berdoa,agar doa kita menjadi manjur.Misalnya saja,dia mengutipkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh turmudzi.
Alkisah,suatu ketika Ibrahim bin Adham rahimahullah lewat di sebuah pasar yang ada di kota Basrah.Lalu,orang-orang pun mengerumuni sufi besar ini dan bertanya, "Wahai Abu Ishaq (julukan Ibrahim bin Adham),mengapa setiap kali kami berdoa,doa kami tidak dikabulkan?"
"Karena hati kalian sudah mati oleh sepuluh perkara !" jawab Ibrahim bin Adham.Lalu,dia menguraikan ke 10 perkara yang dimaksudkannya,yakni:
1.Kalian mengetahui hak-hak Allah,tetapi kalian tidak menunaikan hak-hak tersebut.
2.Kalian mengira bahwa kalian mencintai Rasulullah SAW tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
3.Kalian membaca Al Qur'an,tetapi kalian tidak mengamalkan isinya.
4.Kalian makan dari nikmat/pemberian Allah,tetapi kalian tidak mensyukurinya.
5.Kalian mengatakan bahwa setan adalah musuh kalian,tetapi kalian tidak memusuhinya.
6.Kalian mengatakan bahwa surga adalah haq (benar adanya),namun kalian tidak berbuat untuk mencari surga itu.
7.Kalian mengatakan bahwa neraka adalah haq,tetapi kalian tidak menjauhkan diri darinya.
8.Kalian mengatakan bahwa kematian adalah haq,namun kalian tidak bersiap menghadapinya.
9.Kalian bangun dari tidur,lalu kalian menyibukkan diri mencari aib orang lain dan kalian melupakan aib-aib kalian sendiri.
10.Kalian mengubur orang-orang mati di antara kalian,namun kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
"Marilah sama-sama kita menginsafi kesepuluh perkara yang diwasilahkan oleh Ibrahim Bin Adham tersebut.Kenyataan tersebut memang terjadi di sekitar kita," kata Saipudin,mengingatkan.Menurutnya,di tengah kehidupan modern yang serba matrialistis,manusia memang mudah melupakan simbol-smbol kehidupan yang ada di sekitarnya.Padahal,belajar dari lingkungan sekitar merupakan salah satu kebaikan yang utama.
Di bagian lain,Saipudin juga menyinggung tentang saat-saat yang tepat untuk berdoa,agar doa kita menjadi manjur.Misalnya saja,dia mengutipkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh turmudzi.
KUNCI DOA AGAR CEPAT TERKABUL
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Doa itu adalah ibadah," Pesan ini jelas menyiratkan bahwa kita harus senantiasa memanjatkan doa,seraya tak bosan-bosan untuk melakukannya.Sayangnya banyak di antara kita yang kerap merasa bosan untuk terus berdoa,ketika doa yang kita panjatkan seakan-akan tidak didengar oleh Allah SWT.Padahal,tak ada satu pun doa yang tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT,sebagaimana keterangan yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi berikut ini.
Dari Ubadah Ibn ash-Shamit RA,sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak seorang muslim pun yang berdoa di muka bumi minta kepada Allah,melainkan Allah akan mengabulkannya,atau Dia akan menghindarkannya dari kejelekan sesuai kadar doanya,selama tidak minta dengan dosa dan memutus tali silatur rahim."
Lantas,mengapa banyak di antara kita yang berdoa,namun seakan-akan Allah SWT tidak mendengar doa yang kita panjatkan? Menjawab pertanyaan tersebut,simaklah juga hadits berikut ini:
Dari Abu Hurairah RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Akan dikabulkan doa salah seorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru,dengan ia berkata: "Aku telah berdoa kepada Rabb-ku,tapi belum juga dikabulkan untukku." (HR.Bukhari-Muslim)
Dalam salah satu riwayat Muslim yang lain disebutkan: "Masih terus akan dikabulkan doa seorang hamba selama ia tidak berdoa dengan dosa,atau memutuskan tali silatur rahim,dan selama ia tidak terburu-buru.
Apa yang dimaksud dengan "tidak terburu-buru" tersebut ? Muslim melanjutkan keterangan tersebut bahwa Nabi Muhammad SAW menegaskan, "Orang itu (si hamba pendoa-Pen) berkata: "Aku telah berdoa; aku telah meminta,tetapi aku melihat tidak ada yang mengabulkannya." Kemudian ia putus asa dan meninggalkan doa."
Demikianlah sejumlah keterangan yang dinukilkan oleh Saipudin tentang beberapa masalah yang berhubungan dengan doa,yang sumbernya diambil dari beberapa kitab pilihan.Salah satunya Kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam Nawawi.
Berdasarkan keterangan hadits-hadits diatas,paranormal muda yang juga mendalami kajian-kajian Ilmu Hikmah itu menyimpulkan beberapa hal yang menyebabkan doa sulit terkabul atau tertunda pengabulannya,yakni:
1.Berdoa dalam keadaan berdosa.
2.Terburu-buru atau tidak sabar.
3.Berprasangka buruk kepada Allah (bahwa Allah tidak mendengar doanya).
4.Memutus tali silatur rahim.
"Keempat hal tersebut merupakan problem mendasar yang kadang-kadang tidak kita sadari di saat kita memanjatkan suatu doa.Salah satunya,mungkin terjadi pada diri kita.Karena itu,jangan heran jika doa kita seakan tidak berarti apa-apa," urai Saipudin lebih lanjut.Karena itu,sebelum memulai mengamalkan suatu doa,keempat hal di atas hendaknya bisa dihindari.
Berdoa dalam keadaan berdosa,terburu-buru atau tidak sabar,berprasangka buruk kepada Allah,dan memutus tali silatur rahim,jelas merupakan hambatan-hambatan makbulnya sebuah doa.Lantas,bagaimana rahasia agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT ?
Berkaitan dengan upaya kita agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT.Berikut uraiannya:
VERSI SATU:
Dirikanlah sholat Hajat 2 rakaat pada tengah malam,atau yang paling bagus dan afdol pada waktu sepertiga malam (menjelang datang waktu Subu).Selesai sholat Hajat bacalah "YA HU" sebanyak 1511 kali (tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih).Setelah selesai wirid sebanyak bilangan tersebut,mintalah apa yang diinginkan kepada Allah SWT.Insya Allah permintaan Anda akan cepat dikabulkan.Namun,dengan satu catatan,jangan hanya mengamalkan ritual ini sekali saja.Terutama pada malam Jum'at jangan sampai ditinggalkan,karena ini saat yang istimewa.
Sebuah hadits menjelaskan,dari Abu Hurairah na bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kami yang maha berkah dan tinggi akan turun tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman: "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku,maka Aku kabulkan padanya dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku,maka ia akan Aku ampuni." (H.R Bukhari).
VERSI DUA:
Pada hari jum'at setelah sholat Ashar bacalah "YA ALLAH YA ROHMAN" dengan bilangan yang tidak ditentukan jumlahnya,yang penting harus dilakukan sampai mata hari tenggelam (masuk waktu Maghrib).Setelah itu,mintalah apa yang menjadi hajat Anda,Insya Allah akan segera terkabul.
VERSI TIGA:
Bagi mereka yang ingin dimudahkan segala apa yang diinginkannya oleh Allah SWT,maka bacalah "YA ALLAH" sebanyak 1000 kali setiap hari Jum'at (waktunya sebelum sholat Jum'at).
Sebuah hadits menjelaskan, "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum'at.Hari Jum'at Nabi Adam AS diciptakan,dimasukkan ke surga,dan pada hari itu pula dia dikeluarkan dari surga.Dan hari kiamat pun akan datang pada hari Jum'at." (HR.Muslim,Abu Dawud,Nasai,Turmudzi).
Dari Ubadah Ibn ash-Shamit RA,sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak seorang muslim pun yang berdoa di muka bumi minta kepada Allah,melainkan Allah akan mengabulkannya,atau Dia akan menghindarkannya dari kejelekan sesuai kadar doanya,selama tidak minta dengan dosa dan memutus tali silatur rahim."
Lantas,mengapa banyak di antara kita yang berdoa,namun seakan-akan Allah SWT tidak mendengar doa yang kita panjatkan? Menjawab pertanyaan tersebut,simaklah juga hadits berikut ini:
Dari Abu Hurairah RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Akan dikabulkan doa salah seorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru,dengan ia berkata: "Aku telah berdoa kepada Rabb-ku,tapi belum juga dikabulkan untukku." (HR.Bukhari-Muslim)
Dalam salah satu riwayat Muslim yang lain disebutkan: "Masih terus akan dikabulkan doa seorang hamba selama ia tidak berdoa dengan dosa,atau memutuskan tali silatur rahim,dan selama ia tidak terburu-buru.
Apa yang dimaksud dengan "tidak terburu-buru" tersebut ? Muslim melanjutkan keterangan tersebut bahwa Nabi Muhammad SAW menegaskan, "Orang itu (si hamba pendoa-Pen) berkata: "Aku telah berdoa; aku telah meminta,tetapi aku melihat tidak ada yang mengabulkannya." Kemudian ia putus asa dan meninggalkan doa."
Demikianlah sejumlah keterangan yang dinukilkan oleh Saipudin tentang beberapa masalah yang berhubungan dengan doa,yang sumbernya diambil dari beberapa kitab pilihan.Salah satunya Kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam Nawawi.
Berdasarkan keterangan hadits-hadits diatas,paranormal muda yang juga mendalami kajian-kajian Ilmu Hikmah itu menyimpulkan beberapa hal yang menyebabkan doa sulit terkabul atau tertunda pengabulannya,yakni:
1.Berdoa dalam keadaan berdosa.
2.Terburu-buru atau tidak sabar.
3.Berprasangka buruk kepada Allah (bahwa Allah tidak mendengar doanya).
4.Memutus tali silatur rahim.
"Keempat hal tersebut merupakan problem mendasar yang kadang-kadang tidak kita sadari di saat kita memanjatkan suatu doa.Salah satunya,mungkin terjadi pada diri kita.Karena itu,jangan heran jika doa kita seakan tidak berarti apa-apa," urai Saipudin lebih lanjut.Karena itu,sebelum memulai mengamalkan suatu doa,keempat hal di atas hendaknya bisa dihindari.
Berdoa dalam keadaan berdosa,terburu-buru atau tidak sabar,berprasangka buruk kepada Allah,dan memutus tali silatur rahim,jelas merupakan hambatan-hambatan makbulnya sebuah doa.Lantas,bagaimana rahasia agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT ?
Berkaitan dengan upaya kita agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT.Berikut uraiannya:
VERSI SATU:
Dirikanlah sholat Hajat 2 rakaat pada tengah malam,atau yang paling bagus dan afdol pada waktu sepertiga malam (menjelang datang waktu Subu).Selesai sholat Hajat bacalah "YA HU" sebanyak 1511 kali (tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih).Setelah selesai wirid sebanyak bilangan tersebut,mintalah apa yang diinginkan kepada Allah SWT.Insya Allah permintaan Anda akan cepat dikabulkan.Namun,dengan satu catatan,jangan hanya mengamalkan ritual ini sekali saja.Terutama pada malam Jum'at jangan sampai ditinggalkan,karena ini saat yang istimewa.
Sebuah hadits menjelaskan,dari Abu Hurairah na bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan kami yang maha berkah dan tinggi akan turun tiap-tiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman: "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku,maka Aku kabulkan padanya dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku,maka ia akan Aku ampuni." (H.R Bukhari).
VERSI DUA:
Pada hari jum'at setelah sholat Ashar bacalah "YA ALLAH YA ROHMAN" dengan bilangan yang tidak ditentukan jumlahnya,yang penting harus dilakukan sampai mata hari tenggelam (masuk waktu Maghrib).Setelah itu,mintalah apa yang menjadi hajat Anda,Insya Allah akan segera terkabul.
VERSI TIGA:
Bagi mereka yang ingin dimudahkan segala apa yang diinginkannya oleh Allah SWT,maka bacalah "YA ALLAH" sebanyak 1000 kali setiap hari Jum'at (waktunya sebelum sholat Jum'at).
Sebuah hadits menjelaskan, "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum'at.Hari Jum'at Nabi Adam AS diciptakan,dimasukkan ke surga,dan pada hari itu pula dia dikeluarkan dari surga.Dan hari kiamat pun akan datang pada hari Jum'at." (HR.Muslim,Abu Dawud,Nasai,Turmudzi).
Kamis, 30 Desember 2010
PERTEMUAN GAIB DENGAN NABI KHIDIR
Saya dilahirkan dari keluarga yang
cukup berada,sehingga hampir tidak ada kesulitan yang berarti dalam
masa-masa kehidupan ini.Semuanya terpenuhi dengan baik.Mulai dari
keperluan sekolah,pergaulan,serta berbagai macam fasilitas penunjang
kehidupan ini saya dapatkan dari kedua orang tua saya.
Selain dari keluarga yang cukup berada,keluarga kami juga merupakan keluarga yang cukup taat menjalankan syariat agama Islam.Sejak kecil saya dikenal keluarga saya sebagai anak yang jarang melewatkan 1 haripun dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.Walau hidup dalam kelimpahan materi,namun ini semua tidak membuat saya tinggi hati.Saya dikenal anak yang ramah,sopan,dan tekun menjalankan ibadah sholat 5 waktu.
Masa kecil saya sampai saatnya memasuki masa kuliah,saya jalani dengan bahagia bersama keluarga saya.Saya kuliah di fakulitas teknik pada salah satu perguruan tinggi swasta favorit di kota Yogyakarta.Dalam masa kuliah ini saya juga mencoba untuk membuka usaha kursus komputer bekerja sama dengan salah seorang kawan kuliah saya.Dia adalah seorang gadis yang lembut,manis,dan cantik.
Di kota Yogyakarta,saya juga semakin mendalami pengetahuan tentang agama Islam.Salah satunya,saya bergabung dengan majelis dzikir bernama Tanajuth Thorqi,yang bermarkas di Karangwaru Lor,Sleman,Yogyakarta.Majelis dzikir ini dipimpin oleh Mas Setianto,seorang dosen teknik perguruan tinggi Yogyakarta.
Selama lebih dari 3 tahun saya mempelajari dan mendalami teknik dan metod e berdzikir,sehingga saya mulai dapat memperoleh petunjuk gaib dari segala permasalahan yang saya hadapi.Mulai dari masalah pribadi oranglain,sampai masalah negara.
Dari kemampuan memperoleh petunjuk gaib ini,saya juga belajar untuk menterjemahkannya berdasarkan ilmu pengetahuan logika,sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.Dalam berdzikir saya memilih beberapa nama terindah milik Allah SWT (Asmaul Husna),dan kalimat Bismillahirrahmannirrahiim sebagai wiritan rutin setiap hari.
Dengan menjalankan amalan tersebut,usaha komputer yang saya tekuni meningkat pesat,sehingga membuat saya makin sibuk disela-sela kuliah.Selain kesibukan usaha dan kuliah,Saya juga disibukkan dengan berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan.
Ketekunan menjalankan amalan dzikir seperti tersebut tadi,selain meningkatkan kesibukan,juga meningkatkan kehidupan ekonomi saya.Sebagai buktinya,ketika itu saya dapat mempunyai rumah type 45 dan 2 mobil minibus.Sayangnya berawal dari keyakinan saya yang besar terhadap kekuatan dzikir yang mampu meningkatkan taraf kehidupan saya,saya mulai sedikit melupakan ibadah wajib.Ya,saya mulai meninggalkan puasa,padahal dari kecil saya dikenal sebagai anak yang jarang meninggalkan puasa di Bulan Ramadhan.Bayangkan,saya tinggalkan puasa.Bahkan,setelah bertahun-tahun menjalani dzikir,saya hanya paling banyak 7 hari berpuasa di bulan Ramadhan.
Dengan kesombongan dan keangkuhan yang ada dalam diri ini,saya mencari pembenaran tentang puasa yang saya lakukan dengan cara merubah pola makan saya,yang sebelumnya saya makan 3 kali sehari menjadi 2 kali dalam sehari.Hal ini bahkan saya lakukan sangat lama,sudah lebih dari 12 tahun.
Saya semakin maningkatkan amalan saya dalam berdzikir sebagai ibadah utama saya dalam berdzikir sebagai ibadah utama saya.Padahal,sholat wajib yang 5 waktu kerap saya lupakan karena begitu sibuknya saya dalam menjalani aktivitas.Jauh hari,kealpaan semacam ini tak pernah saya lakukan.
Kehidupan yang sukses serta dengan segala kemudahannya saya lewati,sampai saya menyelesaikan kuliah dan menjadi seorang sarjana teknik.Dengan bekal ijazah sarjana serta kekuatan dzikir yang telah saya yakini selama ini memotivasi saya untuk mencoba bekerja dengan berdasarkan keahlian saya.Usaya komputer yang telah ada saya serahkan pada rekan usaha yang juga calon isteri saya untuk dilanjutkan,sebab pada saat itu dia memang masih kuliah di tingkat akhir.Saya sendiri memilih bekerja pada salah satu perusahaan asing di Jakarta.Tentu saja hal ini membuat saya banyak berhubungan dengan orang asing.Celakanya,lambat laun suasana lingkuangan tempat bekerja telah merubah pola hidup saya.Contoh yang paling gampang,saya mulai sering mengkonsumsi minuman keras,juga tambah sering meninggalkan sholat,Hal yang pertama sebelumnya tak pernah saya lakukan.
Hanya dzikirlah yang tidak pernah saya tinggalkan.Mengapa ini terjadi? Semata-mata hanya karena faktor duniawi.Kebutuhan ekonomi yang cukup dan kemudahan hidup yang saya dapatkan selama ini mempertebal keyakinan saya bahwa ilmu dzikir yang saya pelajari telah membuat saya merasa paling benar karena selalu merasa mendapat petunjuk ALLAH SWT bila saya membutuhkannya.Saya menganalisa semua petunjuk gaib yang saya peroleh dengan kekuatan pikiran,untuk kemudian di aplikasikan.Mungkin,itulah yang mendorong keberhasilan saya.Tapi sangat disayangkan,saya tak lagi harus konsekuen terhadap ibadah-ibadah wajib seperti sholat dan puasa.
Dengan ilmu dzikir yang saya kuasai,saya juga mulai tidak suka mendengarkan ceramah dari para ulama,seperti misalnya khotbah di setiap sholat Jum'at.Saya menganggap mereka itu hanya mampu bicara dan mengutip dalil-dalil dari kitab suci tanpa diolah,dianalisa,apalagi diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
Gaya hidup kebarat-baratan di satu sisi,dan keyakinan kekuatan dzikir disisi lain membuat diri saya sombong dalam menjalankan hidup ini.Hingga tiba satu peristiwa di suatu hari yang kemudian menyadarkan saya dari semua kesalahan ini.Ketika itu saya merasakan kepala yang sangat sakit.Begitu sakitnya sehingga mata saya terus menerus mengeluarkan air mata seperti orang menangis.Anehnya,sakit kepala ini berlangsung sampai beberapa hari lamanya.
Saya telah berobat ke beberapa dokter,bahkan terakhir saya periksakan kondisi saya kepada dokter ahli syaraf.Sang dokter menyatakan bahwa saya menderita pembengkakan syaraf otak.Hal ini mengharuskan saya untuk menghentikan aktivitas kerja saya yang memeras pikiran,dan juga aktivitas lain seperti berkendaraan,tidur dengan penerangan dan lain-lain yang dapat meningkatkan ketegangan syaraf otak.
Sakit kepala itu ternyata terus berlangsung.Dalam masa perawatan,saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya dan saya kembali ke Yogyakarta agar dapat ditemani dan dirawat calon isteri saya.Karena tidak bekerja dan juga dekat dengan perkumpulan majelis dzikir,maka saya semakin mendalami ilmu dzikir.Kekuatan ritual ini mengakibatkan saya mampu untuk memprediksi kejadian di masa yang akan datang,khususnya untuk meningkatkan taraf hidup dan jenjang karir dalam pekerjaan.
Setelah beberapa bulan saya dinyatakan sembuh dari perawatan terapi medis,suatu pagi saya mendengar kabar buruk,yaitu calon isteri saya mengalami kecelakaan.Mobilnya tertabrak truk di jalan raya Parang Tritis.Akibat kecelakaan ini salah satu kakinya mengalami patah tulang 2 bagian dan harus menjalani operasi dan perawatan di rumah sakit.Ketika itu,ada satu pernyataan dokter yang membuat saya terpukul.Katanya,disebabkan kecelakaan tersebut maka calon isteri saya akan sulit mempunyai anak disebabkan rahimnya terluka karena benturan keras,dan tulang pinggulnya retak.
Saya menyadari bahwa cobaan demi cobaan sedang menguji keimanan saya.Cobaan tersebut makin mendorong saya untuk lebih tekun lagi mengembangkan ilmu dzikir yang saya kuasai.Saya yakin bahwa Allah SWT akan mendengar doa hamba-hambaNya.Tehnik dan metode dzikir untuk pengobatan dan penyembuhan saya kuasai dengan orang yang menjadi pasien pertama saya adalah calon isteri saya sendiri.Hasilnya,dari 3 bulan perkiraan bahwa isteri saya dapat berjalan kembali normal,tetapi dengan teknik dan metode terapi disertai energi dzikir mempercepat proses tersebut menjadi hanya 1 bulan.
Setelah kesehatan calon isteri saya pulih,saya segera menikahinya,walaupun dia belum menyelesaikan kuliahnya.Tidak ada keraguan sedikitpun untuk menikahinya mengingat vonis dokter tentang kesulitan mempunyai keturunan.Usaha dan harta yang telah saya miliki selama di Yogyakarta dijual semua untuk biaya hidup baru di Jakarta.Selama saya belum mendapatkan pekerjaan,uang itu kami gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup kami.Di Jakarta saya menempati salah satu rumah orang tua saya yang cukup besar,terletak di kawasan Pondok Gede,Bekasi.
Hidup ini adalah cobaan.Maka kita harus mengatasi berbagai cobaan itu,baik cobaan dalam bentuk kesenangan,maupun bentuk kesusahan.Itulah keyakinan yang sekaligus juga merupakan kesombongan saya.
Sejak tinggal di tempat yang baru seperti biasanya,setiap malam sehabis sholat Hajat 2 rokaat,saya mematikan lampu penerangan kamar dan setelah itu saya bersila.Sambil mengikuti keluar masuknya nafas melalui hidung,saya mulai melakukan dzikir nufus,yaitu masuknya nafas mengucapkan dalam hati Hu,sedang ketika keluarnya nafas dalam hati mengucapkan Allah.Setelah beberapa waktu melakukan dzikir ini badan terasa nyaman dan jantung terasa berdetak lebut dan teratur.
Saya mulai mengalihkan konsentrasi merubah dzikir nufus mengjadi dzikir mengikuti detak jangtung,yaitu setiap detak jantung mengucapkan dalam hati Allah...Allah...Allah...dst.Tenggelam dalam detak keagungan dan kebesaran Allah SWT,panca indera terasa terkunci dan kebesaran Allah SWT,panca indera terasa terkunci dan denyut jantung yang berdzikir menyebarkan denyutnya melalui aliran pembuluh darah,ke seluruh sel-sel tubuh sehingga seluruh tubuh berzikir Allah...Allah...Allah.
Malam itu kejadiannya tidak seperti biasa.Biasanya,setelah tubuh saya berdzikir,maka saya dapat mengendalikan tujuan saya untuk mendapatkan petunjuk yang menjadi hajat saya.Tapi kali ini tubuh saya terasa bagai terangkat dan diayun-ayunkan oleh suatu kekuatan yang tidak nampak.Detik berikutnya tubuh saya seperti dilemparkan oleh tiupan angin yang begitu keras bagai badai.Lalu,dalam kondisi tersebut tubuh saya tetap berdzikir.Sampai setelah terombang-ambing oleh tiupan angin,tubuh saya terasa berada di atas sebuah danau atau rungai.Saya tidak begitu jelas melihat dimana sungai itu berada.Tapi yang pasti,saya melihat di sungai itu ada sebuah kipas raksasa.Saya berusaha untuk melompati kipas raksasa yang berputar itu,dengan arah putarannya searah dengan saya.Setelah melewati kipas raksasa itu saya telah berdiri di hamparan pasir putih di pinggir suatu pantai.
Pandangan saya alihkan ke arah laut,terlihat gelombang laut berupa ombak yang pecah menghantam batu-batu-karang besar di sekitar pantai.Saya keheranan dan bertanya,mengapa kali ini saya bisa berada di tempat seperti itu?
Sebelum saya bisa menjawab pertanyaan tersebut,saya telah terbuai dengan belaian angin pantai yang terasa lembut menerpa wajah.Suasana di pantai itu seperti senja hari.Buktinya,langit tampak kuning kemerah-merahan,sehingga membuat saya merasa sangat nyaman dan bahagia.
Di tengah menikmati indahnya pantai itu,suara seseorang mengagetkan,"Assalamu'alaikum!"
Secara spontan saya menoleh kesamping kanan.Di sana telah berdiri seorang laki-laki berperawakan kekar,tampan berkulit kuning dengan penampilan seperti seorang nelayan.
"Wa'alaikum salam!" Jawabku.Laki-laki itu menjabat tanganku,aku pun menyambutnya dengan erat.Namun,aku kembali merasa aneh.Jari-jari tangan lelaki itu terasa empuk laksana kapas,bahkan sepertinya jari-jari tangan itu rata.
"Saya tahu Anda telah mempelajari ilmu dzikir cukup lama,tetapi itu semua belum menempatkan Anda sebagai seorang hamba Allah.Perbaikilah cara belajar Anda!" Katanya dengan suara tenang berwibawa.
Rasa takut segera menyelimuti hatiku setelah laki-laki itu menyelesaikan kata-katanya.
"Anda ini siapa?" Tanya saya dengan sedikit memendam rasa takjim bercampur takut.
Dengan senyum lembut laki-laki itu menjawab, "Saya Nabi Khidir.Sekarang Anda kembalilah.Wassalamu'alaikum!"
Setelah mendengar perkataan tersebut,tanpa sempat untuk berkata-kata lagi,tiba-tiba saya mendapat diri saya masih dalam posisi ketika melakukan dzikir.
Sejak kejadian aneh itu,selama beberapa hari hati saya masih diselimuti oleh ketakutan dan kebingungan.Bagaimana mungkin setelah lebih dari 10 tahun saya mengamalkan dzikir,saya masih dianggap belum benar,padahal amalan itu telah menumbuhkan keyakinan saya,mendorong kesuksesan saya,dan mengatasi segala kesulitan yang saya hadapi.
Akhirnya,saya coba menanyakan hal ini melalui telepon kepada Mas Setianto,pembimbing saya di Yogyakarta.Mas Setianto menjawab bahwa menurutnya bukan ilmu dzikirnya yang salah,tetapi mungkin penerapannya secara perilaku saya sehari-hari yang belum mencerminkan sebagai seorang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai seorang yang sudah terbiasa mengolah dan menganalisa petunjuk gaib untuk diaplikasikan,saya segera mengambil sikap untuk memperbaiki perilaku saya.Saya buka kembali Al-Qur'an dan hadist,saya juga banyak membaca buku-buku yang ditulis oleh para ulama,juga kembali mendengarkan apa yang disampaikan dalam khotbah Jum'at oleh para ulama.
Tak hanya itu,saya juga kembali tekun melaksanakan sholat wajib dan puasa di bulan Ramadhan,ditambah dengan puasa sunah setiap hari Senin dan Kamis.Dalam berdzikir saya hanya melakukan dzikir lisan sehabis sholat wajib,tidak lagi berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk segala keinginan saya.
Akhirnya,saya menemukan kepasrahan kepada Allah SWT dalam menghadapi segala cobaan hidup ini,baik kesenangan atau pun kesusahan.
Sekarang ini,setelah lebih dari 7 tahun sejak saya bertemu secara gaib dengan Nabi Khidir,dan setelah saya merubah gaya hidup saya sesuai dengan tuntunan syariat Islam,ternyata Allah SWT menunjukkan kebesarannya dengan memberikan keturunan.Dari prediksi semula yang katanya isteri saya akan sulit mempunyai keturunan,ternyata kini saya telah mempunyai 2 orang anak laki-laki yang sehat.
Taraf kehidupan keluarga saya pun sangat baik,meski pekerjaan saya pun sangat baik,meski pekerjaan saya hanya rebagai seorang Project Enginier untuk proyek industri yang bersifat tidak tetap.Isteri saya juga bekerja sebagai tenaga pemasaran pada perusahaan produk industri dengan karir yang cukup baik.
Sebagai hamba Allah yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,sudah 3 tahun ini saya telah mempunyai 3 orang anak asuh untuk disekolahkan,salah satunya telah memasuki perguruan tinggi.Selain itu,rumah tangga saya juga hidup berkecukupan serta selalu dalam keadaan sehat,sakit kepala saya juga tidak pernah kambuh.
Apakah saya telah memperbaiki cara belajar saya dalam berdzikir,seperti yaog pernah dikatakan Nabi Khidir? Kesimpulan saya adalah berdzikir bukan lagi memanfaatkan kekuatan dzikir itu untuk kepentingan saya,tetapi berdzikir adalah mengingat dan bersyukur sebagai hambaNya,serta berperilaku sesuai dengan tuntunan RasulNya untuk menghadapi segala cobaan hidup ini.
Semoga kisah ini dapat menjadi sebuah pelajara berharga,terutama dalam upaya kita melakukan ibadah secara ikhlas dan niat hanya karena Allah SWT.
Selain dari keluarga yang cukup berada,keluarga kami juga merupakan keluarga yang cukup taat menjalankan syariat agama Islam.Sejak kecil saya dikenal keluarga saya sebagai anak yang jarang melewatkan 1 haripun dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.Walau hidup dalam kelimpahan materi,namun ini semua tidak membuat saya tinggi hati.Saya dikenal anak yang ramah,sopan,dan tekun menjalankan ibadah sholat 5 waktu.
Masa kecil saya sampai saatnya memasuki masa kuliah,saya jalani dengan bahagia bersama keluarga saya.Saya kuliah di fakulitas teknik pada salah satu perguruan tinggi swasta favorit di kota Yogyakarta.Dalam masa kuliah ini saya juga mencoba untuk membuka usaha kursus komputer bekerja sama dengan salah seorang kawan kuliah saya.Dia adalah seorang gadis yang lembut,manis,dan cantik.
Di kota Yogyakarta,saya juga semakin mendalami pengetahuan tentang agama Islam.Salah satunya,saya bergabung dengan majelis dzikir bernama Tanajuth Thorqi,yang bermarkas di Karangwaru Lor,Sleman,Yogyakarta.Majelis dzikir ini dipimpin oleh Mas Setianto,seorang dosen teknik perguruan tinggi Yogyakarta.
Selama lebih dari 3 tahun saya mempelajari dan mendalami teknik dan metod e berdzikir,sehingga saya mulai dapat memperoleh petunjuk gaib dari segala permasalahan yang saya hadapi.Mulai dari masalah pribadi oranglain,sampai masalah negara.
Dari kemampuan memperoleh petunjuk gaib ini,saya juga belajar untuk menterjemahkannya berdasarkan ilmu pengetahuan logika,sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.Dalam berdzikir saya memilih beberapa nama terindah milik Allah SWT (Asmaul Husna),dan kalimat Bismillahirrahmannirrahiim sebagai wiritan rutin setiap hari.
Dengan menjalankan amalan tersebut,usaha komputer yang saya tekuni meningkat pesat,sehingga membuat saya makin sibuk disela-sela kuliah.Selain kesibukan usaha dan kuliah,Saya juga disibukkan dengan berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan.
Ketekunan menjalankan amalan dzikir seperti tersebut tadi,selain meningkatkan kesibukan,juga meningkatkan kehidupan ekonomi saya.Sebagai buktinya,ketika itu saya dapat mempunyai rumah type 45 dan 2 mobil minibus.Sayangnya berawal dari keyakinan saya yang besar terhadap kekuatan dzikir yang mampu meningkatkan taraf kehidupan saya,saya mulai sedikit melupakan ibadah wajib.Ya,saya mulai meninggalkan puasa,padahal dari kecil saya dikenal sebagai anak yang jarang meninggalkan puasa di Bulan Ramadhan.Bayangkan,saya tinggalkan puasa.Bahkan,setelah bertahun-tahun menjalani dzikir,saya hanya paling banyak 7 hari berpuasa di bulan Ramadhan.
Dengan kesombongan dan keangkuhan yang ada dalam diri ini,saya mencari pembenaran tentang puasa yang saya lakukan dengan cara merubah pola makan saya,yang sebelumnya saya makan 3 kali sehari menjadi 2 kali dalam sehari.Hal ini bahkan saya lakukan sangat lama,sudah lebih dari 12 tahun.
Saya semakin maningkatkan amalan saya dalam berdzikir sebagai ibadah utama saya dalam berdzikir sebagai ibadah utama saya.Padahal,sholat wajib yang 5 waktu kerap saya lupakan karena begitu sibuknya saya dalam menjalani aktivitas.Jauh hari,kealpaan semacam ini tak pernah saya lakukan.
Kehidupan yang sukses serta dengan segala kemudahannya saya lewati,sampai saya menyelesaikan kuliah dan menjadi seorang sarjana teknik.Dengan bekal ijazah sarjana serta kekuatan dzikir yang telah saya yakini selama ini memotivasi saya untuk mencoba bekerja dengan berdasarkan keahlian saya.Usaya komputer yang telah ada saya serahkan pada rekan usaha yang juga calon isteri saya untuk dilanjutkan,sebab pada saat itu dia memang masih kuliah di tingkat akhir.Saya sendiri memilih bekerja pada salah satu perusahaan asing di Jakarta.Tentu saja hal ini membuat saya banyak berhubungan dengan orang asing.Celakanya,lambat laun suasana lingkuangan tempat bekerja telah merubah pola hidup saya.Contoh yang paling gampang,saya mulai sering mengkonsumsi minuman keras,juga tambah sering meninggalkan sholat,Hal yang pertama sebelumnya tak pernah saya lakukan.
Hanya dzikirlah yang tidak pernah saya tinggalkan.Mengapa ini terjadi? Semata-mata hanya karena faktor duniawi.Kebutuhan ekonomi yang cukup dan kemudahan hidup yang saya dapatkan selama ini mempertebal keyakinan saya bahwa ilmu dzikir yang saya pelajari telah membuat saya merasa paling benar karena selalu merasa mendapat petunjuk ALLAH SWT bila saya membutuhkannya.Saya menganalisa semua petunjuk gaib yang saya peroleh dengan kekuatan pikiran,untuk kemudian di aplikasikan.Mungkin,itulah yang mendorong keberhasilan saya.Tapi sangat disayangkan,saya tak lagi harus konsekuen terhadap ibadah-ibadah wajib seperti sholat dan puasa.
Dengan ilmu dzikir yang saya kuasai,saya juga mulai tidak suka mendengarkan ceramah dari para ulama,seperti misalnya khotbah di setiap sholat Jum'at.Saya menganggap mereka itu hanya mampu bicara dan mengutip dalil-dalil dari kitab suci tanpa diolah,dianalisa,apalagi diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
Gaya hidup kebarat-baratan di satu sisi,dan keyakinan kekuatan dzikir disisi lain membuat diri saya sombong dalam menjalankan hidup ini.Hingga tiba satu peristiwa di suatu hari yang kemudian menyadarkan saya dari semua kesalahan ini.Ketika itu saya merasakan kepala yang sangat sakit.Begitu sakitnya sehingga mata saya terus menerus mengeluarkan air mata seperti orang menangis.Anehnya,sakit kepala ini berlangsung sampai beberapa hari lamanya.
Saya telah berobat ke beberapa dokter,bahkan terakhir saya periksakan kondisi saya kepada dokter ahli syaraf.Sang dokter menyatakan bahwa saya menderita pembengkakan syaraf otak.Hal ini mengharuskan saya untuk menghentikan aktivitas kerja saya yang memeras pikiran,dan juga aktivitas lain seperti berkendaraan,tidur dengan penerangan dan lain-lain yang dapat meningkatkan ketegangan syaraf otak.
Sakit kepala itu ternyata terus berlangsung.Dalam masa perawatan,saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya dan saya kembali ke Yogyakarta agar dapat ditemani dan dirawat calon isteri saya.Karena tidak bekerja dan juga dekat dengan perkumpulan majelis dzikir,maka saya semakin mendalami ilmu dzikir.Kekuatan ritual ini mengakibatkan saya mampu untuk memprediksi kejadian di masa yang akan datang,khususnya untuk meningkatkan taraf hidup dan jenjang karir dalam pekerjaan.
Setelah beberapa bulan saya dinyatakan sembuh dari perawatan terapi medis,suatu pagi saya mendengar kabar buruk,yaitu calon isteri saya mengalami kecelakaan.Mobilnya tertabrak truk di jalan raya Parang Tritis.Akibat kecelakaan ini salah satu kakinya mengalami patah tulang 2 bagian dan harus menjalani operasi dan perawatan di rumah sakit.Ketika itu,ada satu pernyataan dokter yang membuat saya terpukul.Katanya,disebabkan kecelakaan tersebut maka calon isteri saya akan sulit mempunyai anak disebabkan rahimnya terluka karena benturan keras,dan tulang pinggulnya retak.
Saya menyadari bahwa cobaan demi cobaan sedang menguji keimanan saya.Cobaan tersebut makin mendorong saya untuk lebih tekun lagi mengembangkan ilmu dzikir yang saya kuasai.Saya yakin bahwa Allah SWT akan mendengar doa hamba-hambaNya.Tehnik dan metode dzikir untuk pengobatan dan penyembuhan saya kuasai dengan orang yang menjadi pasien pertama saya adalah calon isteri saya sendiri.Hasilnya,dari 3 bulan perkiraan bahwa isteri saya dapat berjalan kembali normal,tetapi dengan teknik dan metode terapi disertai energi dzikir mempercepat proses tersebut menjadi hanya 1 bulan.
Setelah kesehatan calon isteri saya pulih,saya segera menikahinya,walaupun dia belum menyelesaikan kuliahnya.Tidak ada keraguan sedikitpun untuk menikahinya mengingat vonis dokter tentang kesulitan mempunyai keturunan.Usaha dan harta yang telah saya miliki selama di Yogyakarta dijual semua untuk biaya hidup baru di Jakarta.Selama saya belum mendapatkan pekerjaan,uang itu kami gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup kami.Di Jakarta saya menempati salah satu rumah orang tua saya yang cukup besar,terletak di kawasan Pondok Gede,Bekasi.
Hidup ini adalah cobaan.Maka kita harus mengatasi berbagai cobaan itu,baik cobaan dalam bentuk kesenangan,maupun bentuk kesusahan.Itulah keyakinan yang sekaligus juga merupakan kesombongan saya.
Sejak tinggal di tempat yang baru seperti biasanya,setiap malam sehabis sholat Hajat 2 rokaat,saya mematikan lampu penerangan kamar dan setelah itu saya bersila.Sambil mengikuti keluar masuknya nafas melalui hidung,saya mulai melakukan dzikir nufus,yaitu masuknya nafas mengucapkan dalam hati Hu,sedang ketika keluarnya nafas dalam hati mengucapkan Allah.Setelah beberapa waktu melakukan dzikir ini badan terasa nyaman dan jantung terasa berdetak lebut dan teratur.
Saya mulai mengalihkan konsentrasi merubah dzikir nufus mengjadi dzikir mengikuti detak jangtung,yaitu setiap detak jantung mengucapkan dalam hati Allah...Allah...Allah...dst.Tenggelam dalam detak keagungan dan kebesaran Allah SWT,panca indera terasa terkunci dan kebesaran Allah SWT,panca indera terasa terkunci dan denyut jantung yang berdzikir menyebarkan denyutnya melalui aliran pembuluh darah,ke seluruh sel-sel tubuh sehingga seluruh tubuh berzikir Allah...Allah...Allah.
Malam itu kejadiannya tidak seperti biasa.Biasanya,setelah tubuh saya berdzikir,maka saya dapat mengendalikan tujuan saya untuk mendapatkan petunjuk yang menjadi hajat saya.Tapi kali ini tubuh saya terasa bagai terangkat dan diayun-ayunkan oleh suatu kekuatan yang tidak nampak.Detik berikutnya tubuh saya seperti dilemparkan oleh tiupan angin yang begitu keras bagai badai.Lalu,dalam kondisi tersebut tubuh saya tetap berdzikir.Sampai setelah terombang-ambing oleh tiupan angin,tubuh saya terasa berada di atas sebuah danau atau rungai.Saya tidak begitu jelas melihat dimana sungai itu berada.Tapi yang pasti,saya melihat di sungai itu ada sebuah kipas raksasa.Saya berusaha untuk melompati kipas raksasa yang berputar itu,dengan arah putarannya searah dengan saya.Setelah melewati kipas raksasa itu saya telah berdiri di hamparan pasir putih di pinggir suatu pantai.
Pandangan saya alihkan ke arah laut,terlihat gelombang laut berupa ombak yang pecah menghantam batu-batu-karang besar di sekitar pantai.Saya keheranan dan bertanya,mengapa kali ini saya bisa berada di tempat seperti itu?
Sebelum saya bisa menjawab pertanyaan tersebut,saya telah terbuai dengan belaian angin pantai yang terasa lembut menerpa wajah.Suasana di pantai itu seperti senja hari.Buktinya,langit tampak kuning kemerah-merahan,sehingga membuat saya merasa sangat nyaman dan bahagia.
Di tengah menikmati indahnya pantai itu,suara seseorang mengagetkan,"Assalamu'alaikum!"
Secara spontan saya menoleh kesamping kanan.Di sana telah berdiri seorang laki-laki berperawakan kekar,tampan berkulit kuning dengan penampilan seperti seorang nelayan.
"Wa'alaikum salam!" Jawabku.Laki-laki itu menjabat tanganku,aku pun menyambutnya dengan erat.Namun,aku kembali merasa aneh.Jari-jari tangan lelaki itu terasa empuk laksana kapas,bahkan sepertinya jari-jari tangan itu rata.
"Saya tahu Anda telah mempelajari ilmu dzikir cukup lama,tetapi itu semua belum menempatkan Anda sebagai seorang hamba Allah.Perbaikilah cara belajar Anda!" Katanya dengan suara tenang berwibawa.
Rasa takut segera menyelimuti hatiku setelah laki-laki itu menyelesaikan kata-katanya.
"Anda ini siapa?" Tanya saya dengan sedikit memendam rasa takjim bercampur takut.
Dengan senyum lembut laki-laki itu menjawab, "Saya Nabi Khidir.Sekarang Anda kembalilah.Wassalamu'alaikum!"
Setelah mendengar perkataan tersebut,tanpa sempat untuk berkata-kata lagi,tiba-tiba saya mendapat diri saya masih dalam posisi ketika melakukan dzikir.
Sejak kejadian aneh itu,selama beberapa hari hati saya masih diselimuti oleh ketakutan dan kebingungan.Bagaimana mungkin setelah lebih dari 10 tahun saya mengamalkan dzikir,saya masih dianggap belum benar,padahal amalan itu telah menumbuhkan keyakinan saya,mendorong kesuksesan saya,dan mengatasi segala kesulitan yang saya hadapi.
Akhirnya,saya coba menanyakan hal ini melalui telepon kepada Mas Setianto,pembimbing saya di Yogyakarta.Mas Setianto menjawab bahwa menurutnya bukan ilmu dzikirnya yang salah,tetapi mungkin penerapannya secara perilaku saya sehari-hari yang belum mencerminkan sebagai seorang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai seorang yang sudah terbiasa mengolah dan menganalisa petunjuk gaib untuk diaplikasikan,saya segera mengambil sikap untuk memperbaiki perilaku saya.Saya buka kembali Al-Qur'an dan hadist,saya juga banyak membaca buku-buku yang ditulis oleh para ulama,juga kembali mendengarkan apa yang disampaikan dalam khotbah Jum'at oleh para ulama.
Tak hanya itu,saya juga kembali tekun melaksanakan sholat wajib dan puasa di bulan Ramadhan,ditambah dengan puasa sunah setiap hari Senin dan Kamis.Dalam berdzikir saya hanya melakukan dzikir lisan sehabis sholat wajib,tidak lagi berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk segala keinginan saya.
Akhirnya,saya menemukan kepasrahan kepada Allah SWT dalam menghadapi segala cobaan hidup ini,baik kesenangan atau pun kesusahan.
Sekarang ini,setelah lebih dari 7 tahun sejak saya bertemu secara gaib dengan Nabi Khidir,dan setelah saya merubah gaya hidup saya sesuai dengan tuntunan syariat Islam,ternyata Allah SWT menunjukkan kebesarannya dengan memberikan keturunan.Dari prediksi semula yang katanya isteri saya akan sulit mempunyai keturunan,ternyata kini saya telah mempunyai 2 orang anak laki-laki yang sehat.
Taraf kehidupan keluarga saya pun sangat baik,meski pekerjaan saya pun sangat baik,meski pekerjaan saya hanya rebagai seorang Project Enginier untuk proyek industri yang bersifat tidak tetap.Isteri saya juga bekerja sebagai tenaga pemasaran pada perusahaan produk industri dengan karir yang cukup baik.
Sebagai hamba Allah yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,sudah 3 tahun ini saya telah mempunyai 3 orang anak asuh untuk disekolahkan,salah satunya telah memasuki perguruan tinggi.Selain itu,rumah tangga saya juga hidup berkecukupan serta selalu dalam keadaan sehat,sakit kepala saya juga tidak pernah kambuh.
Apakah saya telah memperbaiki cara belajar saya dalam berdzikir,seperti yaog pernah dikatakan Nabi Khidir? Kesimpulan saya adalah berdzikir bukan lagi memanfaatkan kekuatan dzikir itu untuk kepentingan saya,tetapi berdzikir adalah mengingat dan bersyukur sebagai hambaNya,serta berperilaku sesuai dengan tuntunan RasulNya untuk menghadapi segala cobaan hidup ini.
Semoga kisah ini dapat menjadi sebuah pelajara berharga,terutama dalam upaya kita melakukan ibadah secara ikhlas dan niat hanya karena Allah SWT.
Selasa, 30 November 2010
TIDUR DI DALAM KERANDA
Kakek karim adalah seorang duda.isterinya meninggal beberapa tahun lalu.Tiga orang anaknya tinggal di Jakarta.Berulangkali anaknya mengajak Kakek karim agar tinggal bersama mereka.Tapi kakek karim memilih tinggal di desa.
Dia adalah muazin di masjid.Setiap tiba waktu shalat dia mengumandangkan adzan.Selama Ramadhan,dia bahkan lebih senang tidur di masjid.Pengurus masjid membuatkan satu kamar tidur untuknya di samping kanan bangunan utama masjid.
Setiap hari selesai sholat Subuh,kakek ini menyapu ruangan dalam masjid,menyapu halaman,membersihkan kamar mandi dan memangkas tanaman.
Selama bulan Ramadhan.Kakek Karim tidak perlu masak.Setiap hari menjelang berbuka puasa dan sahur,ada saja warga desa datang mengantarkan makanan untuknya.
Malam itu,27 Ramadhan.Selesai tadarus Al-qur'an,kakek Karim mencuci piring dan gelas yang tadi di pergunakan jamaah.Aku dan beberapa orang teman sebaya berbaring di atas sajadah.Badu memilih tidur di mihrab,tempat imam berdiri memimpin shalat.
"Jangan tidur di mihrab!"Sergah Kakek Karim mengingatkan.
"Kenapa,Kek?"Tanya Badu.
Mihrab sering di pergunakan Jin Islam memimpin shalat berjama'ah bangsanya,jawab Kakek karim.
Kami sebagai anak muda tentu tak percaya dengan nasehat itu.Apalagi si Badu yang terkenal bandel itu.
Kalau tidak mau dinasehati,tidurlah sesuka hatimu di di ihrab itu! Kata Kakek Karim,kesal.
Siapa takut? Badu mengejek.Akhirnya kami tidur menempati barisan shaf pertama,sementara Badu tidur di mihrab masjid.Rasa kantuk dan lelah membuat kami tidur lelap.Namun,ada keganjilan yang kami alami.Tadi kami semua tidur di shaf pertama berada di belakang mihrab, kini berada di teras masjid.Siapa yang memindahkan kami ?
Kakek Karim?
jelas tidak mungkin.Lalu siapa?
Belum dapat kami menjawab pertanyaan dalam hati,kami dihebohkan dengan hilangnya Badu.Beramai-ramai kami menuju mihrab masjid.Di sana tidak kami temukan Badu.Padahal tadi dia tidur di situ.Bermana Badu ? Kami mencarinya di lingkungan sekitar masjid.Namun Badu tidak kami temukan.
Kek,Badu hilang? Laporku pada Kakek Karim.
Badu juga tidak kami temukan.Pencarian kami lakukan di pekarangan masjid.Kamipun tidak menemukannya.
Selesai shalat Subuh,hilangnya Badu diketahui oleh seluruh jama'ah shalat.Sesaat itu pula terjadi kegemparan.Seluruh jema'ah berbaur dengan warga kampung mencari Badu di tempat -tempat yang diyakini Badu berada di sana.Bahkan kuburan,rumah kosong dan semak belukar di pinggir kampung disisir,tapi Badu tidak juga ditemukan.
Siapa yang menyembunyikan Badu? Berbagai pendapat bermunculan.Ada pendapat yang menyebutkan,Badu disembunyikan Jin Islam.Ini pendapat Kakek Karim.Ibu Badu terus menerus menangis.
dipergunakan untuk menyimpan keranda mayat dan barang-barang inventaris masjid lainnya.Aneh,kami menemukan Badu sedang tertidur mendengkur dalam keranda.
Ketika kami bangunkan,Badu terperanjat dan segera melompat dari dalam keranda dan berlari ketakutan.Kejadian misterius dialami Badu membuat dia jatuh sakit selama satu minggu.Dia sangat trauma jika mengingat peristiwa ghaib yang dialaminya.Sejak kejadian itu aku dan teman sebayaku tidak lagi berani tidur di masjid.Selesai tadarus segera pulang ke rumah masing-masing.
Dia adalah muazin di masjid.Setiap tiba waktu shalat dia mengumandangkan adzan.Selama Ramadhan,dia bahkan lebih senang tidur di masjid.Pengurus masjid membuatkan satu kamar tidur untuknya di samping kanan bangunan utama masjid.
Setiap hari selesai sholat Subuh,kakek ini menyapu ruangan dalam masjid,menyapu halaman,membersihkan kamar mandi dan memangkas tanaman.
Selama bulan Ramadhan.Kakek Karim tidak perlu masak.Setiap hari menjelang berbuka puasa dan sahur,ada saja warga desa datang mengantarkan makanan untuknya.
Malam itu,27 Ramadhan.Selesai tadarus Al-qur'an,kakek Karim mencuci piring dan gelas yang tadi di pergunakan jamaah.Aku dan beberapa orang teman sebaya berbaring di atas sajadah.Badu memilih tidur di mihrab,tempat imam berdiri memimpin shalat.
"Jangan tidur di mihrab!"Sergah Kakek Karim mengingatkan.
"Kenapa,Kek?"Tanya Badu.
Mihrab sering di pergunakan Jin Islam memimpin shalat berjama'ah bangsanya,jawab Kakek karim.
Kami sebagai anak muda tentu tak percaya dengan nasehat itu.Apalagi si Badu yang terkenal bandel itu.
Kalau tidak mau dinasehati,tidurlah sesuka hatimu di di ihrab itu! Kata Kakek Karim,kesal.
Siapa takut? Badu mengejek.Akhirnya kami tidur menempati barisan shaf pertama,sementara Badu tidur di mihrab masjid.Rasa kantuk dan lelah membuat kami tidur lelap.Namun,ada keganjilan yang kami alami.Tadi kami semua tidur di shaf pertama berada di belakang mihrab, kini berada di teras masjid.Siapa yang memindahkan kami ?
Kakek Karim?
jelas tidak mungkin.Lalu siapa?
Belum dapat kami menjawab pertanyaan dalam hati,kami dihebohkan dengan hilangnya Badu.Beramai-ramai kami menuju mihrab masjid.Di sana tidak kami temukan Badu.Padahal tadi dia tidur di situ.Bermana Badu ? Kami mencarinya di lingkungan sekitar masjid.Namun Badu tidak kami temukan.
Kek,Badu hilang? Laporku pada Kakek Karim.
Badu juga tidak kami temukan.Pencarian kami lakukan di pekarangan masjid.Kamipun tidak menemukannya.
Selesai shalat Subuh,hilangnya Badu diketahui oleh seluruh jama'ah shalat.Sesaat itu pula terjadi kegemparan.Seluruh jema'ah berbaur dengan warga kampung mencari Badu di tempat -tempat yang diyakini Badu berada di sana.Bahkan kuburan,rumah kosong dan semak belukar di pinggir kampung disisir,tapi Badu tidak juga ditemukan.
Siapa yang menyembunyikan Badu? Berbagai pendapat bermunculan.Ada pendapat yang menyebutkan,Badu disembunyikan Jin Islam.Ini pendapat Kakek Karim.Ibu Badu terus menerus menangis.
dipergunakan untuk menyimpan keranda mayat dan barang-barang inventaris masjid lainnya.Aneh,kami menemukan Badu sedang tertidur mendengkur dalam keranda.
Ketika kami bangunkan,Badu terperanjat dan segera melompat dari dalam keranda dan berlari ketakutan.Kejadian misterius dialami Badu membuat dia jatuh sakit selama satu minggu.Dia sangat trauma jika mengingat peristiwa ghaib yang dialaminya.Sejak kejadian itu aku dan teman sebayaku tidak lagi berani tidur di masjid.Selesai tadarus segera pulang ke rumah masing-masing.
TANYA JAWAB DENGAN TUHAN
Ini sekedar obrolan ringan antar seorang hamba dengan Tuhannya.Tidak pernah terjadi dan hanya di khayalan penulisnya.Kalaupun menyebut-nyebut nama Tuhan,sudah tentu Tuhan di sini berbeda dengan Tuhan Maha Gaib yang di konsepsikan kau agama.Jadi,tolong jangan salah paham.
"Kemari,masuklah",kata Tuhan."Jadi kau tertarik juga untuk berdialog dengan Ku?"
"Kalau Kau punya waktu,"kataku.Tuhan tersenyum dan berkata."Waktu ku abadi dan cukup untuk mengerjakan apapun: silahkan bertanya pada Ku.
Apa yang membuat Mu surprise dari manusia?
Tuhan menjawab: "Mereka bosan menjadi anak-anak,tergesa-gesa tumbuh dewasa,dan selang kemudian menjadi anak-anak lagi,mereka kehilangan kesehatan untuk mencari uang dan kemudian kehilangan uang untuk mendapatkan kesehatan,mereka begitu cemas dengan masa depan,mereka melupakan sekarang,sedemikian rupa sehingga mereka hidup tidak di waktu sekarang tidak pula di masa depan,mereka hidup seolah tak kan pernah mati, dan mereka mati seolah tak pernah hidup.
Kemudian aku bertanya lagi: Pelajaran apa dari hidup ini yang Kau ingin hamba Mu pelajari?
Tuhan menjawab: Belajar bahwa mereka tidak bisa membuat siapapun mencintai mereka.Apa yang mereka dapat lakukan hanyalah membiarkan mereka dicintai.Belajar bahwa apa yang paling bernilai bukanlah apa yang mereka miliki dalam hidup ini,melainkan siapa yang mereka miliki dalam hidup ini.Belajar bahwa tidak baik membading-bandingkan mereka dengan yang lainnya.Semuanya akan dinilai secara individual menurut baik buruknya masing-masing,
bukan sebagai kelompok atas dasar perbandingan! Belajar bahwa seseorang yang kaya bukan orang yang memiliki paling banyak melainkan orang yang membutuhkan paling sedikit.Belajar memaafkan dengan membiasakan kesedian untuk memaafkan.Belajar bahwa uang bisa membeli segalanya selain kebahagiaan.Belajar bahwa dua orang yang berbeda bisa melihat sesuatu yang sama dengan pandangan yang amat berbeda.Belajar bahwa seorang teman sejati adalah seseorang yang mengetahui segalanya tentang mereka dan bagaimanapun tetap mencintai mereka.Belajar bahwa mereka tidak selalu cukup untuk sekedar dimaafkan orang lain,melainkan merekalah yang harus memaafkan.
Saya termenung beberapa saat menikmati momen itu,Saya berterima kasih kepada Nya atas waktu dan atas seluruh yang telah dianugerahkan Nya kepada saya dan keluarga, dan Dia menjawab.Setiap waktu,Saya di sini 24 jam per hari Yang harus di lakukan kamu semua adalah memohon (atau bertanya) kepada Ku, dan Aku akan menjawab.
Langganan:
Postingan (Atom)